Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 20


__ADS_3

Ratmi dan diana kembali ke meja makan.


" Oma sama bunda udah baikan ya" ujar zahra terlihat sangat senang. Dia langsung memeluk diana.


" Bunda sama oma gak berantem kok sayang" sahut diana.


" Kalau gak berantem kenapa oma dan bunda gak sarapan bareng lagi pagi. Biasanya kita kan sarapan sama-sama "


" Sayang, bunda sama oma gak sarapan bareng karena bunda kan harus nyiapin perlengkapan bunda kerja sayang. Karena semua perlengkapan bunda udah siap sekarang makanya kita bisa sarapan bareng lagi sayang" jelas diana.


" Oh gitu bunda. Ayah mana?"


" Ayah masih ada dikamar sayang, tunggu bentar ya bunda panggil dulu" ujar diana lalu pergi memanggil reyhan ke kamar.


Saat memasuki kamar, ia tak melihat reyhan ada di ranjang. Dia kemudian membuka kamar mandi.


" Akhhhh" pekik diana sambil menutup pintu kamar mandi dengan cepat" Reyhan, kenapa gak kunci kamar mandi sih"


Tak lama kemudian reyhan datang dengan handuk yang membalut setengah tubuhnya.


" Yaelah sayang, aku kan suami kamu. Kamu juga udah sering kan lihat aku tanpa busana" goda reyhan.


" Ih kamu nih ya, nakal banget. Kamu juga harus waspada sayang. Beruntung ini aku yang masuk, kalau orang lain gimana coba"


" Iya deh,lain kali aku bakalan kunci pintu kamar mandi"


" janji ya"


" Iya sayang"


Diana kemudian membuka lemari dan mengambil pakaian reyhan. Reyhan langsung memakai pakaiannya sementara diana juga merapikan dirinya dikaca. Reyhan kemudian datang memeluk diana dari belakang.


" Rey, ada apa?"


" Aku pengen meluk kamu rasanya seharian ini"


" Kamu kan harus kerja sayang"


" Iya juga sih. Oh ya, beberapa hari ini kayaknya aku gak bakalan dirumah sayang"


" Maksud kamu?"


" Aku harus keluar kota untuk beberapa proyek sayang, kemungkinan aku pulang itu sekitar 3 harian deh sayang"


" Lama banget"


" Sebenarnya aku pengen bawa kamu sekalian honeymoon kan tapi kamu harus jagain anak resek itu"


" Sssttt.. gak boleh bilang gitu rey. Yaudah pokoknya kamu disana hati-hati dan jangan nakal ya. Jaga pola makan dan istirahat juga"


" Siap istri ku sayang"


" Oh ya, kita turun kebawah yuk makan bareng ibu sama zahra"


" Ibu bukannya masih marah sama aku sayang?"


" Enggak kok, yuk kebawah sekarang"


" Iya sayang"

__ADS_1


" Eits.. dasi kamu belum dipasang sayang" ujar diana yang segera mengambil dasi reyhan dan memasangkannya. Setelah selesai mereka segera turun kebawah.


" Ayah" panggil zahra.


" Iya sayang" jawab reyhan yang datang menghampirinya. Reyhan menciumi zahra dengan penuh kasih sayang " Anak ayah cantik banget hari ini, mau berangkat bareng ayah sama bunda gak"


" Mau ayah"


Reyhan kemudian menatap kearah ratmi. Ratmi tampak tersenyum padanya.


" Kalian aja yang antar zahra hari ini ya"


" Baik bu" jawab reyhan begitu senang karena ratmi mau berbicara dengannya.


" Yaudah kalau gitu ibu mau ke kamar mama kamu dulu ya rey"


" Oh ya, mama belum bangun bu"


" Belum sepertinya, ibu lihat dia dikamar dulu ya"


" Diana aja bu" timpal diana.


" Ibu aja na, ibu juga mau ngobrol sama karin. Kalian sarapan aja ya"


" Iya Bu"


Ratmi tampak menuju kamar karin. Dia mengetuk pintu kamar karin tetapi tidak ada jawaban. Dia pun langsung membuka kamar karin tapi tidak menemukan karin disana.


Ratmi segera menuju meja makan.


" Rey, mama kamu gak ada dikamar" pekik ratmi.


" Ibu juga gak tau"


" Mungkin ke tempat lain bu, reyhan bantu cari ya bu"


Mereka segera berpencar mencari keberadaan karin. Setelah mencari keseluruh penjuru, mereka tak jua menemukan karin. Mereka segera berkumpul kembali ke meja makan.


" Gimana rey? Kamu ketemu gak" tanya ratmi.


" Enggak ma, kamu gimana na"


" Enggak juga rey" sahut diana. Reyhan kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor karin. Awalnya tidak diangkat lalu ia terus mencoba menelponnya dan akhirnya ada jawaban.


' Halo ma, mama dimana?'


' Halo rey, aduh maafin mama ya sayang. Mama lupa ngabarin kemarin kalau mama nginap dirumah tika nak'


' Oh jadi mama dirumah tika sekarang'


' Iya nak, soalnya tika bilang ke mama kalau dia kepengen sama mama semaleman makanya mama temanin dia'


' Yaudah ma, mama jaga diri baik-baik ya. Apa mau reyhan suruh supir buat jemput?'


' Gak usah sayang, nanti mama berangkat bareng tika aja kesana'


' Yaudah ma, kalau gitu reyhan tutup dulu ya ma'


' Iya sayang'

__ADS_1


Reyhan kemudian menutup telponnya.


" Gimana rey?" tanya ratmi penasaran.


" Mama aman kok bu, mama dirumah tika sekarang. Mama semalem lupa ngabarin kita kalau dia mau nginap disana bu" jelas reyhan.


" Oh begitu, ibu kira ada apa-apa tadi nak. Yaudah kalian lanjut makan aja ya"


" Kayaknya sarapan dikantor aja deh bu soalnya reyhan gak mau zahra telat bu"


" Yaudah kalau gitu nak"


Reyhan dan diana kemudian menyalami punggung tangan ratmi begitupun zahra. Mereka kemudian segera berangkat.


" Seneng deh, akhirnya zahra bisa berangkat bareng bunda dan ayah"


" Iya sayang, bunda juga"


Sementara itu dikediaman galang saat ia bangun dari tidur dan melangkahkan kakinya. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dikakinya. Ia segera mengambilnya.


" Ini dompet wanita, punya siapa ya" lirih galang pelan. Dia kemudian membuka dompet tersebut dan menemukan foto dirinya dan ririn.


Jadi ini punya ririn, dia pasti lagi nyariin sekarang batin galang tersenyum. Saat ia mengambil foto tersebut tampak sebuah foto terjatuh. Galang segera mengambilnya dan melihat foto tersebut dengan tajam. Wajahnya terlihat berubah seketika.


Dia mencengkram foto tersebut dengan begitu kencang.


Kenapa foto ini ada disini? Aku harus tanya sama ririn siapa dia batin galang. Ia segera bersiap-siap untuk menjemput ririn kerumahnya.


Diperjalanan galang mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Ia bagai pembalap mobil yang sedang mengejar juara pertama kini.


Sesampainya dirumah ririn, tampak ririn menunggunya dihalaman rumah. Ririn segera naik ke mobil.


" Udah lama nunggu sayang"


" Gak juga kok. Oh ya, Lang kamu ada lihat dompet warna biru gak jatuh dirumah kamu soalnya aku cari dirumah gak ada"


" Yang ini" ujar galang memperlihatkan dompet yang ia temukan tadi.


" Iya sayang" jawab ririn sambil mengambil dompet tersebut.


" Sayang aku ada sesuatu buat kamu"


" Apa?"


Galang mengeluarkan sebuah ponsel baru dari kantongnya.


" Ponsel"


" Iya sayang, soalnya ponsel kamu kan udah hancur makanya aku belikan yang baru. Aku juga udah masukin kartu sim kamu sama memori card milik kamu kesitu"


" Wah... Makasih ya sayang"


" Iya sama-sama. Btw gak ada hadiah buat aku nih"


Ririn kemudian tersenyum dan langsung mencium pipi galang.


" Kamu tau aja ya apa yang aku mau"


" Iya dong, aku kan pacar kamu sayang"

__ADS_1


Kasih ponsel ke ririn udah, sekarang aku harus nanyain masalah foto tadi sama dia batin galang.


__ADS_2