
Diana tampak terus berjalan pergi meninggalkan kantor reyhan dengan wajah kesal. Reyhan mencegat tangan diana dan menariknya masuk kedalam mobilnya.
" Reyhan kamu mau ngapain sih?" Pekik diana sambil melepaskan tangannya dari genggaman reyhan.
" Aku mau jelasin sesuatu ke kamu na"
" Jelasin apa coba? Kamu gak perlu jelasin apa-apa ke aku lebih baik kamu kamu kasih penjelasan sama tunangan kamu"
" Dia bukan tunangan aku lagi na"
" Maksud kamu apa rey? Jelas-jelas kalian berdua itu tunangan dan itu juga udah disiarin ke media sosial kan. Udah deh rey mending kamu fokus sama tunangan kamu dari pada kamu gangguin aku mulu"
" Kalau itu ganggu kamu, aku bakalan umumin ke media juga bahwa aku sama tika emang gak tunangan na. Diana kamu kan tau cuma kamu satu-satunya orang yang aku sayang dan aku juga cuma mau nikah sama kamu na bukan orang lain"
" Kamu lagi sakit apa gimana sih rey? Oh apa ini efek demam kamu tadi makanya kamu ngomong ngelantur gini. Rey aku harus ngomong gimana lagi sih biar kamu itu bisa ngerti kalau aku gak ada perasaan apa-apa lagi sama kamu rey dan tolong jangan hancurin hati tika seperti kamu hancurin hati aku dulu. Jauhin aku rey dan balik ke tika karena dia itu sayang banget sama kamu rey" jelas diana lalu menyuruh supir reyhan untuk berhenti dan pergi meninggalkan reyhan.
Reyhan kali ini tak mengejar diana dan hanya diam melihat kepergian diana.
Maaf na tapi aku gak bisa nerima siapapun dihati aku kecuali kamu na batin reyhan.
" Pak bos kita mau kemana pak?" Tanya supir reyhan.
" Kembali kekantor"
Supir reyhan segera mengemudikan mobilnya menuju kantor reyhan. Melihat mobil reyhan pergi meninggalkan dirinya membuat diana sedih.
Ya Ampun diana kamu kenapa sih? Bukannya kamu yang mau dia balik sama tunangannya kok malah kamu sedih gini sih. Kok malah jadi gak rela gini sih aku. Diana wake up reyhan itu orang yang kamu benci seharusnya kamu senang dong akhirnya dia bisa ngejauh dari hidup kamu batin diana.
Diana terus berjalan mengikuti kemana kakinya melangkah. Dia terus saja memikirkan reyhan dan tika sepanjang jalan yang membuatnya menjadi sedih. Seseorang datang menghampirinya yang tak lain adalah Ririn. Diana langsung memeluk ririn dan menangis.
" Na, kamu kenapa?"
" Aku gak apa-apa Rin"
__ADS_1
" Terus kenapa nangis gini na? Kalau ada masalah cerita na jangan nangis gini dong"
" Aku beneran gak apa-apa rin"
Diana kenapa ya? Gak biasanya dia sedih begini. Apa dia ada masalah sama pasien VIP itu ya, tapi gak seharusnya diana begini kan batin Ririn bingung melihat sahabatnya tersebut.
" Yaudah na kalau kamu gak mau cerita. Mending kita ngobrol di cafe situ ya dari pada ditengah jalan gini gak enak diliatin orang" ajak ririn.
Diana hanya mengangguk sambil menghapus air matanya. Diana dan ririn pergi menuju cafe yang tak jauh dari situ.
Sementara itu reyhan menghampiri tika yang masih menangis diruangannya. Reyhan membantu tika berdiri dan menghapus air matanya.
" Kenapa kamu balik lagi rey?" Tanya tika bingung dengan sikap reyhan padanya.
" Udah kamu gak usah banyak nanya. Ayo kita ngobrol kedalam" ajak reyhan pada tika.
Mereka pun duduk disofa dan reyhan segera mengunci pintu ruangannya.
Aduh kenapa dikunci segala sih? Kan jadi gak bisa dengerin mereka ngomong apa deh batin clarisa kesal.
" Kamu mau ngomong apa rey?"
" Tika apa kamu benar-benar sayang banget sama aku?"
" Yaiyalah rey kalau enggak kenapa aku nungguin kamu selama beberapa tahun terakhir ini dan nerima semua sikap dingin kamu ke aku"
Apa reyhan udah mau nerima aku dan nikahin aku ya. Ya Ampun semoga aja keinginan ku selama ini jadi kenyataan menjadi nyonya reyhan batin tika girang.
" Kamu sayang aku karena apa?"
" Ya aku sayang kamu karena kamu ganteng, dari keluarga terhormat dan mama kamu juga baik banget sama aku itu yang buat aku nyaman sama kamu rey selain itu ayah kamu juga baik sama keluarga aku dan kita juga dinobatkan pasangan paling serasi dimedia sosialkan"
" Apa kamu nyaman dengan semua ini?"
__ADS_1
" Maksud kamu apa rey?"
" Kamu mau tau dokter tadi siapa? Dia diana"
" Diana"
" Iya diana cewek yang selama ini aku suka dan sayang. Dia juga suka aku bukan karena fisik aku, derajat keluarga aku atau keserasian menurut publik tapi kamu mau tau alasan dia sayang ke aku apa?"
" Apa?"
" Dia sayang ke aku karena dia nyaman sama aku bagaimana pun kondisi aku tik. Dia juga gak butuh perhatian publik karena dia yakin kalau kami benar-benar saling menyayangi. Dia juga gak peduli gimana derajat keluarga aku dan yang paling penting dia tulus banget ke aku tik jadi aku harap kamu bisa ngerti sampai disini kenapa aku gak bisa terima kamu tik. Aku tau kamu baik dan juga perhatian sama keluarga aku tapi maaf tik dihati aku cuma ada diana dan gak akan ada yang bisa gantiin posisi dia disana" jelas reyhan.
" Jadi dia mantan kamu?"
" Aku gak pernah ngerasa putus sama dia tik. Aku ninggalin dia demi papa karena papa waktu itu ngancam aku buat ninggalin dia. Aku tau yang aku lakuin itu salah makanya aku gak mau ngulangin kesalahan yang sama lagi sama dia tik. Aku sayang banget sama dia"
Tika yang mendengar rasa sayang reyhan yang begitu besar pada diana merasa begitu sakit hati.
Diana! Kamu perusak segalanya, aku bakalan pastiin reyhan cuma milik aku dan gak akan ada yang bisa ngambil dia dari aku batin tika.
" Kalau kamu sayang sama dia, kenapa kamu balik lagi kesini rey dan bersikap baik ke aku"
" Karena diana, dia yang minta aku kemari buat balik sama kamu tapi aku gak bisa nurutin permintaan dia tik. Aku cuma pengen nikah sama diana bukan yang lain"
Mendengar penuturan reyhan kebencian tika pada diana menjadi lebih besar lagi. Tak tahan mendengar reyhan selalu membicarakan diana, Tika membuka pintu ruangan dan segera pergi meninggalkan reyhan dengan wajah kesal.
Setelah tika keluar radit memasuki ruangan reyhan.
" Permisi pak bos"
" Ada apa Dit?"
" Pak bos, saya hanya ingin menyampaikan bahwa nanti ada rapat penting dengan klien dari luar negeri pak bos"
__ADS_1
" Saya sedang tidak enak badan dit. Tolong kamu handle dulu"
" Baik pak bos" ujar radit lalu pergi meninggalkan reyhan untuk menyiapkan rapat dengan klien penting tersebut.