Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 80


__ADS_3

Mata tika terus menatap mereka yang terlihat begitu bahagia. Arsen dan wanita itu tampak membawa sebuah cake cokelat keluar dari toko kue tersebut.


Siapa sih dia? Kenapa arsen kayaknya bahagia banget sama dia? Arsen apa kamu beneran udah gak peduli lagi sama aku, kamu terlihat begitu bahagia sama wanita itu. Aku kira kamu bakalan sedih karena aku gak ngasih kabar tapi sepertinya aku salah batin tika. Dua bulir bening jatuh dari kelopak matanya. Ia segera menghapus air matanya dengan cepat ketika sopirnya berjalan menuju mobilnya.


" Non, yang ini kue nya?" tanya sopir tersebut sambil memperlihatkannya pada tika.


" Iya pak. Kita jalan sekarang ya pak"


" Baik non"


Sopir tersebut segera mengemudikan mobilnya bergegas meninggalkan parkiran. Mata tika masih tertuju pada arsen hingga arsen tak terlihat lagi.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dikediaman karin. Tika yang melamun tak menyadarinya.


" Non, kita sudah sampai" ujar sopir tersebut yang membuat lamunan tika buyar dan segera turun dari mobil sambil membawa kue yang dibelinya tadi.


Tika pun menekan bel yang berada tak jauh dari pintu rumah tersebut. Seseorang tampak membukakan pintu untuknya.


" Permisi bik, mama ada?" tanya tika.


" Ada non. Ayo masuk non" ajak pembantu karin.


" Iya bik" seru karin masuk kedalam rumah tersebut. Ia melirik sekitar rumah itu dan mengingat kenangannya saat tinggal dirumah itu.


Dulu aku selalu berpikir bahwa aku akan tinggal disini selamanya bersama mama dan reyhan tetapi sepertinya itu semua hanya hayalan ku semata batin tika.


" Tika" panggil seseorang yang membuat tika segera melirik kearah sumber suara tersebut.


" Mama" jawab tika sambil memeluknya.


" Ayo duduk dulu nak"


" Iya ma" seru tika.


Mereka segera duduk diatas sofa yang begitu empuk.


" Mama kira kamu gak akan kesini lagi nak karena pertunangan kamu sama reyhan diputuskan"


" Gak mungkinlah ma, walaupun aku bukan tunangan reyhan lagi tapi aku kan masih anak mama. Tika tau mi, selama ini tika terlalu egois dan gak pernah mikirin perasaan siapapun. Tika minta maaf ya mi karena sikap tika yang seperti itu"


" Kamu gak salah sayang, mama senang kalau kamu sekarang udah mulai dewasa ya"


" Mama bisa aja" ujar tika sambil tertawa kecil. Lalu ia memberikan kue yang dibelinya tadi pada karin.

__ADS_1


" Apa ini tik?" tanya karin sambil mengambil kue tersebut.


" Ini tanda permintaan maaf tika sama mami dan reyhan. Tika tau pasti reyhan masih sedih sekarang mi karena kehilangan diana"


" Ya begitulah tik, sejak pulang dari rumah sakit reyhan tidak pernah pulang kesini. Dia selalu tidur dirumahnya diana"


Reyhan sangat mencintai diana, andai saja aku jadi diana pasti hidup ku akan sangat bahagia bukan seperti sekarang ini batin tika sedih.


" Tika, kamu kenapa?"


" Gak apa-apa ma. Oh ya, Tika juga mau pamitan sama mama"


" Pamitan. Kamu mau kemana sayang?"


" Tika besok bakalan keluar negri ma, tika bakalan tinggal sama mami disana"


" Kenapa tiba-tiba begini sayang? Apa kamu masih marah sama mama?" Seru karin karena ia mengira tika pergi karena hubungannya yang putus dengan reyhan.


" Bukan ma, tika bakalan tinggal sama mami dan juga mau ngerawat mami disana. Selama ini tika selalu disini kan ma dan jarang ketemu mami jadi tika mau menghabiskan banyak waktu sama mami"


" Terus bagaimana dengan mama?" Ujar karin terlihat sedih karena ia selama ini menganggap tika seperti putrinya sendiri.


" Mama, tika janji bakalan datang kesini lagi kok buat ketemu mama jadi mama jangan sedih ya" seru tika yang kini duduk disebelah karin sambil memeluknya.


Maafin tika ma, tika juga gak mau ninggalin mama tapi terlalu banyak luka disini ma. Tika gak sanggup harus menerima luka lagi nantinya batin tika sedih. Tiba-tiba ponselnya berdering dan tika pun melepaskan pelukannya.


' Halo mi, ada apa?'


' Sayang, kamu pulang sekarang ya'


' Kenapa mi? Tika baru aja sampai lho mi'


' Mami gak mau kamu lama-lama disana yang buat kamu makin sedih nak'


' Ya Ampun mi, tika baik-baik aja kok mi'


' Pokoknya mami mau kamu pulang secepatnya ya, kamu kan janji cuma sebentar aja tik'


' Iya mi, 15 menit lagi ya'


' Yaudah mami tunggu dirumah ya'


' Iya mi' ujar tika lalu memutuskan telponnya.

__ADS_1


" Ada apa nak?" tanya karin penasaran.


" Gak apa-apa ma, mami cuma nanya Tika udah sampai atau belum" ujar tika berbohong karena ia tak ingin melihat karin sedih ketika tau bahwa maminya menyuruhnya untuk pulang sekarang juga. Lalu ia berkata lagi" Yaudah cobain dulu ma kuenya gimana? Enak atau enggak?"


" Yuk kita coba" jawab karin dengan senyum manisnya.


Sementara itu radit dan clarisa yang baru selesai rapat tampak keluar dari ruangan rapat.


" Sumpah ya, tu klien nyebelin banget sih" umpat clarisa kesal. Radit hanya menertawai clarisa yang sedang kesal.


" Kok malah ketawa sih dit" ujarnya lagi.


" Ya kamu kayak baru kali ini aja ketemu klien kayak gitu. Itu masih biasa aja kali, kalau aku nih ya bahkan lebih parah dari itu"


" Lebih parah pada tadi"


" Iyaa"


" Wah... Kamu emang cocok banget jadi pengganti pak bos kalau dalam menangani masalah begitu"


" Muji aku nih ceritanya


" Pede banget sih. Aku gak muji tapi... cuma bilang aja kok" ujar tika terbata-bata lalu pergi meninggalkan radit menuju ruangannya.


Diruangan clarisa duduk dibangkunya sambil meminum air mineral yang dibawanya dari ruangan rapat tadi. Ponselnya kemudian berdering dan ia segera menjawab telepon tersebut.


' Halo pa'


' Bagaimana perkembangan hubungan kamu sama reyhan?'


' Ya begitu aja pa gak ada kemajuan'


' Kamu gimana sih? Padahal penghalang terbesar kamu udah hilang masa masih gak ada kemajuan'


' Ya papa tau sendiri kan reyhan orangnya gimana?'


' Pokoknya papa gak mau tau secepatnya hubungan kalian harus ada kemajuan dong jangan begitu-begitu terus. Apa jangan-jangan kamu masih berhubungan sama radit?'


' Papa ngomong apa sih? Clarisa udah lama putus sama dia pa dan tujuan clarisa sekarang cuma reyhan'


' Baguslah kalau begitu. Jangan sampai papa dengar kamu berhubungan lagi dengan sekretaris itu, kamu tau kan yang bisa menaikkan saham perusahaan kita adalah reyhan karena dia merupakan pengusaha nomor satu sekarang dikota ini jadi papa sangat berharap banyak pada kamu clarisa'


' Iya pa. Clarisa bakalan berusaha semampu clarisa pa buat taklukin reyhan'

__ADS_1


' Yaudah papa mau ada meeting sekarang. Kamu jaga diri disana'


' Iya pa' seru clarisa yang kemudian memutuskan telponnya. Lalu ia menunduk dengan menumpukan kepalanya diatas tangannya yang melipat diatas meja.


__ADS_2