
Aduh ni anak bikin makin pusing aja deh tapi kalau aku lama-lama berdebat sama dia, ririn akan makin bahaya batin diana.
" Yaudah kalau gitu kamu ikut aku"
" Yaudah tunggu bentar, aku ganti baju dulu"
Kondisi jason memang sudah baik-baik saja. Dia hanya ingin bersama diana makanya dia bertahan dirumah sakit tersebut.
Setelah selesai mengganti pakaiannya jason dan diana pun segera pergi menuju lokasi yang disebutkan. Beberapa pengawal juga menjaga mereka.
" Emang kita mau kemana nana?"
" Mau lihat ririn jason"
" Ririn, emang dia dimana?"
" Aku juga gak tau tapi tadi ada yang nelpon pakai ponsel ririn dan bilang kalau pemilik ponsel kecelakaan"
" Apa? Kecelakaan. Kenapa bisa?"
" Aku juga gak tau jason makanya aku mau lihat kesana"
Mereka akhirnya tiba diparkiran dan masuk kedalam mobil yang telah disediakan pengawal jason.
Karmila dan jordan tampak terkejut melihat diana datang bersama orang lain dan juga dikawal ketat oleh pengawal.
" Kar, kayaknya reyhan udah siapin penjagaan deh buat istrinya. Kamu lihat aja tuh pengawalnya aja banyak begitu"
" Itu kayaknya bukan pengawal dari reyhan deh dan cowok yang bersama diana itu aku juga baru lihat"
" Yaelah karmila, emang kamu perhatiin satu persatu wajah pengawal reyhan ha. Enggak kan, jadi aku yakin itu pasti pengawal yang menjaga diana"
Apa mungkin itu pengawal dari reyhan? Tapi kenapa aku rasa gak mungkin ya. Pria yang disebelah diana itu juga berpakaian tidak seperti pengawal batin karmila.
" Kita harus ikutin mereka jordan"
" Apa? Ngapain?"
" Udah, pokoknya kamu gak usah banyak tanya. Kita ikutin aja mereka" pinta karmila. Jordan hanya menganggukkan kepalanya.
Jason kemudian membukakan pintu belakang untuk diana, diana segera masuk dan jason kemudian masuk juga.
" Kamu kok duduk disini?"
" Iya dong, kalau gak duduk disini aku duduk dimana dong"
__ADS_1
" Yaudah kalau kamu duduk disini, aku pindah kedepan aja" ujar diana hendak pergi tapi jason menahannya.
" Cuma satu tempat duduk doang apa salahnya sih nana, lagian ini kan masalah urgent juga"
Akhirnya diana menyetujui keinginan jason dan membuat jarak tempat duduk dengan tasnya. Diana terlihat sangat khawatir. Dia kemudian menelpon galang dan memberitahukan segalanya. Galang pun menyusul ke tempat tersebut.
Sesampainya mereka disana, pengawal jason langsung mengambil tempat untuk penjagaan. Diana kemudian menghampiri salah seorang warga disana.
" Permisi bu, korban kecelakaan ini dibawa kemana ya?"
" Dibawa kerumah sakit mbak"
" Ibu bisa kasih tau kita gak dimana rumah sakitnya?"
" Dari sini lurus aja kesana mbak nanti belok kanan, disebelah kiri rumah sakitnya mbak"
" Makasih ya bu"
Mereka segera bergegas menuju kerumah sakit yang telah ditunjukkan oleh salah seorang warga tadi.
Sesampainya diana langsung mencari keberadaan ririn.
" Permisi sus, pasien korban kecelakaan yang baru ada dimana ya?"
" Mari ikut kami mbak" ajak perawat tersebut membawa diana ke kamar jenazah. Hal itu membuat diana terkejut tak percaya. Dia meneteskan air mata karena ia sangat yakin itu bukan sahabatnya.
Tak lama kemudian galang juga datang bersama ocha. Dia menangis dan terus saja berusaha membangunkan mayat tersebut.
" Sayang, bangun sayang! Aku minta maaf karena kesalahan aku, kamu harus jadi seperti ini. Sayang aku gak siap kehilangan kamu sayang. Sayang bangun! Bangun!" Pekik galang sambil mengguncangkan tubuh jenazah tersebut.
" Galang, kamu jangan begini dong. Ini belum tentu ririn juga kan, kita gak bisa pastiin ini ririn atau bukan galang!" Seru diana.
" Permisi mbak, ini adalah barang-barang yang ada disekitar pasien mbak" ujar perawat sambil memberikan ponsel dan sebuah jaket.
Inikan ponsel sama jaket ririn batin diana lemas dan dia kemudian terduduk lemas. Galang menggenggam ponsel dan jaket tersebut dengan erat. Dia begitu syok dan sangat sedih. Ocha berusaha menenangkan galang dan jason tampak juga ikut menenangkan diana.
Kesempatan bagus biar makin dekat sama diana batin jason. Saat jason hendak merangkulnya, diana tampak menolak. Air matanya tak henti menetes. Dia sangat menyayangi ririn seperti saudaranya sendiri. Hal ini membuat dirinya begitu rapuh.
Diana kemudian mengambil ponselnya dan menelpon reyhan. Disaat seperti ini dia sangat membutuhkan reyhan.
' Halo sayang,ada apa? Kamu kangen ya sama aku'
' Rey..' ujar diana tersedu-sedu. Hal itu sontak membuat reyhan menghentikan pekerjaannya.
' Sayang, kamu nangis. Apa anak nakal itu macam-macam sama kamu sayang?'
__ADS_1
' Enggak rey, ririn... Ririn...'
' Ririn kenapa na?'
' Ririn udah gak ada sayang' ujar diana yang membuat tangisnya semakin menjadi-jadi.
' Kamu dimana sekarang? Aku bakalan langsung kesana. Shareloc sayang'
' Iya rey'
Reyhan kemudian memutuskan panggilan tersebut dan setelah ia mendapat alamatnya dari diana. Dia langsung menuju kesana. Radit yang melihat reyhan terburu-buru pun merasa penasaran.
" Permisi pak bos. Pak bos mau kemana ya? Bukankah pekerjaan masih banyak pak bos"
" Dit, kamu dan clarisa tolong tangani semuanya dulu ya. Saya ada urusan penting keluar"
" Baik pak bos"
Reyhan segera menyusul diana ke rumah sakit.
Diana pasti sedih banget sekarang batin reyhan.
" Pak, tambah kecepatannya ya" pinta reyhan pada supirnya.
" Baik pak bos"
Sesampainya dirumah sakit reyhan langsung masuk kedalam rumah sakit. Orang-orang pun menatap kearah reyhan sambil berbisik-bisik. Reyhan segera bertanya pada suster dan langsung menuju tempat diana.
Reyhan langsung memeluk diana erat yang membuat jason geram.
Ngapain sih anak ini pakai datang segala? Bikin momen aku sama diana rusak aja batin jason kesal.
Reyhan berusaha menenangkan diana yang tak henti menangis sejak tadi.
David dan mamanya beserta orang tua ririn tampak baru saja datang karena diana memberikan kabar pada david. Mereka terlihat histeris tak terima. David yang kesal langsung menonjok wajah galang.
" Puas lo ha! Ini semua gara-gara lo. Seandainya ririn gak pacaran sama lo, dia pasti masih baik-baik aja sekarang" pekik david kesal. Fifi tampak memegangi putranya tersebut.
" Udah dav, jangan buat keributan disini sayang"
" Tapi ma ririn seperti ini gara-gara dia"
" David, mama mohon kamu yang tenang nak. Siapa yang tau ini akan terjadi nak, kita gak bisa salahin siapa-siapa karena ini semua udah takdir sayang"
" Enggak ma! Enggak! David gak akan pernah rela ririn ninggalin david" seru david.
__ADS_1
Fifi terus saja berusaha menenangkan putranya tersebut. Zevi yang tidak kuasa pun pingsan melihat mayat dihadapannya. Ririn merupakan putri satu-satunya dan sangat ia sayangi. Suasana kini penuh pilu dan haru.
Ditengah kesedihan tersebut tiba-tiba saja seseorang datang yang membuat mereka semua menatap kearah sana. Mereka semua terlihat begitu terkejut saat melihat orang tersebut.