
Keesokan harinya reyhan tampak sudah bersiap-siap untuk keluar rumah sakit. Diana masih dengan wajah yang cemberut menemani reyhan keluar rumah sakit.
Kenapa semuanya harus begini sih batin diana kesal.
Reyhan hanya tersenyum melihat wajah cemberut diana.
Diperjalanan untuk menjemput tika, diana masih tampak tak rela untuk ikut.
" Kamu kenapa na?" Tanya reyhan.
Pakai nanya segala lagi ni anak, udah tau aku kesel banget harus ikut sama dia cari baju buat pernikahan dia batin diana geram.
" Gak apa-apa" jawab diana dingin dan terus saja menatap ke luar kaca mobil.
" Oh iya na, nanti tolong ya kamu harus pilihin dress yang terbaik buat tika. Soalnya aku pengen dia jadi cewek tercantik di pesta pernikahan aku sama dia" pinta reyhan yang membuat dia meliriknya kesal dan ingin membantah reyhan tetapi dia teringat akan zahra yang membuatnya menganggukkan kepalanya.
Diana jadi penurut banget sekarang. Ini pasti gara-gara penculik itu, pokoknya aku harus secepatnya nangkap penculik sialan itu batin reyhan.
Tiba-tiba ponsel reyhan bergetar itu adalah notifikasi chat dari radit. Radit memang sengaja mengirimkan pesan bukan menelpon reyhan karena reyhan kini sedang bersama diana.
Reyhan : Ada informasi apa dit?
Radit : Pak bos saya telah menyebarkan beberapa orang mata-mata kepercayaan kita ke daerah sekitar kota ini dan salah seorang dari mereka mendapatkan informasi bahwa ada warga sekitar yang pernah melihat zahra dan seorang wanita paruh baya disekitar daerah dekat rumah pak bos
Reyhan : Apa dekat rumah saya? Kamu selidiki terus semuanya saya mau secepatnya penculik itu ditemukan
Radit : Baik pak bos. Saya juga masih menyelidikinya sekarang dengan beberapa pengawal pak bos
Reyhan : Yasudah kalau begitu lanjutkan tugas kamu dan kabari saya jika ada informasi penting lagi
Radit : Siap pak bos
Wanita paruh baya? Siapa dia yang berani menculik zahra. Apa mungkin mama? Tapi sejahat apapun mama dia gak akan pernah ngelakuin hal serendah itu. Siapa wanita itu? Ini pasti ada hubungannya dengan tika karena kalau tidak mana mungkin orang tersebut menginginkan pernikahan ku dan tika. Siapapun dia aku tidak akan pernah melepaskannya batin reyhan kesal.
Diana yang melihat ekspresi reyhan sangat serius saat chatingan membuatnya merasa penasaran. Menyadari diana memperhatikan dirinya reyhan langsung membuka pesan obrolannya bersama tika.
Reyhan : Sayang, kamu udah siap belum? Aku bentar lagi nyampai dirumah nih
Tika : Iya sayang aku udah siap kok
Reyhan : Yaudah tunggu aku dirumah ya
__ADS_1
Tika : Iya sayang, Hati - hati dijalan ya
Reyhan : Iya sayang
Diana yang melihat reyhan chattingan bersama tika membuat perasaan diana semakin kesal.
Kenapa sih dia chatingan sama tika terus? Kayak gak hidup aja tanpa wanita itu. Ya tuhan sampai kapan aku harus menahan semua perasaan ini batin diana.
Tak lama akhirnya mereka sampai dirumah reyhan. Diana yang melihat desain rumah reyhan pun merasa tak asing.
" Ini rumah kamu rey?" Tanya diana.
" Iya. Bagus kan" balas reyhan.
" Hmm.. iya bagus" sahut diana.
Bukannya ini desain kesukaan aku waktu sekolah dulu ya. kenapa desain rumah reyhan begini? Ah mungkin hanya perasaan ku saja tidak mungkin reyhan membuat desain seperti yang ku mau. Ini mungkin hanya kebetulan saja batin diana.
Tampak tika dan karin menanti reyhan didepan rumah. Tika yang melihat reyhan datang bersama diana bertanya-tanya dalam hatinya kenapa diana ada bersama reyhan.
Tika langsung memeluk dan mencium pipi reyhan dihadapan diana. Sebenarnya reyhan merasa sangat risih tapi ini demi aktingnya yang sempurna makanya dia hanya tersenyum saja. Sementara itu diana terlihat memalingkan wajahnya memandang kearah lain.
" Sayang, aku kangen banget sama kamu" ujar tika yang melingkarkan tangannya pada reyhan.
Karin yang melihat putranya begitu hangat pada tika merasa begitu senang.
" Nanti aja memadu kasihnya dilanjutkan ya tik, sekarang kalian kan harus cari gaun pengantin dulu" ujar karin.
" Oh iya ma, rey kita berangkat sekarang?" Ajak tika.
" Iya kita berangkat sekarang" balas reyhan.
Setelah pengawal reyhan selesai memasukkan barang-barang reyhan kedalam rumah mereka pun berangkat menuju tempat wedding organizer yang telah mereka buat janji. Diana kini duduk disamping sopir sementara tika sibuk menyenderkan dan bersikap manja pada reyhan. Reyhan sebenarnya sudah muak sekali melihat sikap tika padanya tetapi ia harus menahannya karena zahra belum ditemukan.
Semoga zahra cepat ditemukan oleh radit, aku tidak tahan harus begini terus bersama wanita ini batin reyhan berharap.
Sesampainya di tempat wedding organizer tampak mereka disambut dengan hangat oleh pemilik wedding organizer tersebut secara langsung. Reyhan dan diana pun menemani tika mencari gaun yang disukai oleh tika. Tika pun berhenti saat melihat sebuah gaun yang begitu indah dengan hiasan berlian dan mutiara. Tika ditemani oleh beberapa pelayan disitu untuk mengganti pakaian sementara itu diana sedang melihat-melihat gaun pengantin dan matanya terfokus pada salah satu gaun yang terlihat sederhana namun dengan kesan mewah.
Wahh.. gaun ini bagus banget. Pengen banget nyobainnya tapi inikan pernikahan reyhan dan tika bukan aku batin diana.
Melihat diana terus saja memperhatikan gaun tersebut, reyhan pun memanggil pemilik wedding organizer.
__ADS_1
" Saya mau anda bungkus gaun itu untuk saya. Tapi tidak ada seorang pun yang boleh mengetahuinya bilang saja orang lain yang pesan " bisik reyhan.
" Siap pak bos" balas pemilik wedding organizer tersebut.
Lalu pemilik wedding organizer tersebut mendekati gaun yang sedari tadi diperhatikan oleh diana.
" Permisi mbak gaunnya mau dibawa kemana?" Tanya diana.
" Gaun ini sudah dipesan oleh seseorang beberapa hari yang lalu nona jadi saya akan membungkusnya "
" Oh begitu" balas diana singkat.
Kenapa hal yang ku sukai selalu lepas dari tangan ku batin diana sedih.
Tampak tika keluar memakai gaun pilihannya. Diana pun melirik kearah tika yang terlihat sangat bahagia.
" Gimana sayang? Bagus gak" tanya tika.
" Apa yang kamu pakai itu selalu bagus sayang" balas reyhan tersenyum.
Guna aku buat apa sih disini? Kalau cuma buat lihat mereka romantis-romantisan doang ngapain ngajak aku segala sih batin diana kesal.
" Diana bagaimana menurut kamu gaun tunangan aku bagus gak?" Tanya reyhan.
Diana menatap tajam pada reyhan lalu berkata.
"Iya gaunnya bagus banget"
Tika tampak mendekati reyhan.
" Sayang kamu ngapain sih bawa dia ikut sama kita?" Tanya tika.
" Dia yang akan ngurus semuanya Sayang. Dari persiapan pernikahan kita sampai akhir makanya aku bawa dia"
" Oh gitu ya"
Tika pun pergi mengganti pakaian lagi. Sementara itu reyhan tampak sedang melihat-lihat jas yang akan dipakainya. Diana pun menemani reyhan memilih jas yang akan dikenakan reyhan.
" Menurut kamu yang bagus buat aku yang mana?" tanya reyhan.
" Kamu nanya aku? Tunggu tunangan kamu aja dia pasti tau baju yang mana yang cocok buat kamu" balas diana jutek.
__ADS_1
" Diana, tika sekarang lagi ganti baju dan aku juga kurang pandai dalam memilih pakaian, jadi saya cuma minta pendapat kamu saja karena kamu wanita jadi kamu pasti tau dong apa yang disukai wanita"
Diana dengan wajah kesalnya mulai mencarikan setelan jas yang cocok untuk reyhan.