Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 89


__ADS_3

Arsen kemudian menghadap kearah sovia dan menatapnya dengan tajam. Sovia hanya bisa diam menunduk karena dia tak tau harus berbuat apa.


Astaga! Kenapa gue harus keceplosan segala sih. Gue harus gimana sekarang? Apa yang harus gue lakukan sekarang? batin sovia panik.


" Lo suka sama gue sov? Lo gak sakit kan sov" ucap arsen tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sovia. Sovia hanya diam tak tau harus mengatakan apa.


" Sov, jawab gue dong. Kok lo jadi diam gini sih"tanya arsen lagi sambil memegang pundak sovia.


" Gue.. gue.. gue emang suka sama lo ar" jawab sovia sejujurnya yang membuat arsen melepaskan pundak sovia.


" Sejak kapan? Kenapa lo bisa suka sama gue?"


" Gue suka sama lo itu udah lama ar, sejak kita masih kuliah ar. Gue ngerasain hal yang beda sama lo. Awalnya gue ngerasa mungkin ini cuma perasaan sebagai seorang sahabat tetapi lama-kelamaan saat lihat kedekatan lo sama cewek lain buat gue kesal sendiri. Gue gak suka lo baik dan perhatian kecewek lain ar tapi gue gak bisa ngelakuin apa-apa dan cuma bisa mendam semua ini karena orang yang dihati lo bukan gue ar" jelas sovia. Arsen makin terkejut mendengar semua pengakuan sovia.


Seketika dia mengingat apa yang dikatakan tika padanya bahwa ada wanita yang lebih cocok untuknya dibandingkan tika.


Apa maksud tika itu sovia? Apa jangan-jangan karena tika tau kalau sovia suka sama gue makanya dia nolak gue. Kenapa lo bisa suka sama sov? Ini semua masih belum bisa gue percaya batin arsen.


" Sov, sebelumnya gue minta maaf. Gue gak mau bikin lo sakit hati tapi gue selama ini cuma anggap lo sebagai sahabat gue sendiri sov. Perasaan sayang gue sama lo juga cuma sebagai sesama sahabat aja sov gak lebih jadi gue minta maaf sov" belum selesai arsen berbicara sovia langsung memotongnya.


" Arsen, lo ngapain minta maaf segala sih? Gue bilang semua tentang perasaan gue bukan berarti gue nembak lo. Gue cuma ngeluarin semua yang ada dihati gue aja jadi lo santai aja ya. Gue gak apa-apa kok" seru sovia yang berusaha tersenyum walaupun sebenarnya hatinya menangis.


" Lo beneran gak apa-apa"


" Iya gue baik-baik aja kok"


Arsen kemudian memeluk sovia yang membuatnya heran.

__ADS_1


" Lo emang sahabat terbaik gue sov" ujar arsen.


Arsen, seandainya lo tau hati gue begitu sakit ketika mendapat jawaban dari lo tapi gue bakalan berusaha buat bisa mengikhlaskan cinta gue sama lo ar. Gue bakalan ngasih nama cinta gue ke lo sebagai persahabatan yang gue gak tau entah gue bisa beneran ngelupain lo atau enggak batin sovia.


" Ar, gue harus pulang sekarang. Lo juga pulang ya, gue bakalan nolongin lo kok gimana caranya buat yakinin tika buat tetap disini sama lo. Lo harus obatin luka-luka lo ya dirumah. Masalah tika gue yang bakalan ngurusin buat lo jadi gak usah terlalu dipikirin banget"


" Makasih ya sov, lo emang sahabat terbaik gue. Kalau gitu gue pulang dulu ya" ujar arsen yang merasa seakan tak terjadi hal apa-apa diantara mereka. Lalu arsen pun pulang menggunakan taxi sementara sovia kembali ke kediaman tika. Diperjalanannya menuju rumah tika kakinya terasa begitu berat untuk kembali kerumah itu lagi, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain karena dia tak ingin melihat arsen bersedih.


Sesampainya di rumah tika, sovia langsung menemui tika.


" Sovia, lo disini"


" Gue perlu bicara sama lo"


" Bicara apa sov?"


" Kita bisa ngomong berdua aja gak"


" Ada apa sov? Kenapa lo pengen bicara berdua sama gue?"


" Tik, gue tau hubungan kita sebelumnya memang gak terlalu akrab tapi gue boleh minta sesuatu gak sama lo"


" Minta apa?"


" Gue mohon terima lamaran arsen tik. Dia sayang banget sama lo tik dan gue juga tau dari cara lo mandang dia kalau lo juga punya perasaan yang sama kayak arsen jadi gue harap lo batalin aja ya rencana lo keluar negeri dan tetap disini sama arsen"


" Terus gimana sama lo sov? Apa lo rela arsen hidup sama gue selamanya?" tanya tika yang membuat sovia terkejut bagaimana tika bisa tau kalau dia menyukai arsen.

__ADS_1


tika tau dari mana kalau gue suka sama arsen batin sovia penasaran.


" Maksud lo apa tik?" ujar sovia pura-pura tidak mengerti.


" Gak usah bohong sama sov, gue tau lo juga suka sama arsen kan. Gue ini bukan cewek yang baik buat arsen sov. Gue yakin kalau arsen nikah sama lo itu bakalan jadi kebahagiaan sempurna kalian karena gue ngerasa arsen itu cuma terobsesi sama gue sedangkan hatinya kita gak tau dia sebenarnya cinta sama siapa sov" jelas tika.


" Tika, lo harus dengerin gue baik-baik ya. Gue emang punya perasaan sama arsen tapi itu cuma persahabatan aja kok gak lebih. Cinta arsen itu cuma buat lo aja tik, dia sayang banget sama lo tik jadi gue mohon jangan buat dia kecewa"


" Tapi sov" belum selesai tika berbicara, sovia langsung memotongnya.


" Gue mohon banget sama lo tik. Lakuin ini demi gue dan juga demi kebahagiaan arsen. Dia cuma sayang sama lo aja tik, gue bisa jamin itu" ujar sovia yang berusaha meyakinkan tika.


Sovia terus saja membujuk tika agar mau menikah dengan arsen. Akhirnya setelah berdebat panjang dengan sovia, tika menyetujui permintaan sovia karena sovia mengatakan bahwa dirinya memiliki orang lain yang ia sukai untuk meyakinkan tika. Setelah masalah tersebut selesai sovia langsung berpamitan pulang.


Dia tidak tau harus bahagia atau sedih sekarang. Perasaannya begitu kacau dan hancur disaat bersamaan. Dimobil sovia mengeluarkan semua rasa sakitnya dengan cara menangis. Dia tak tau harus bagaimana lagi. Dia tidak ingin menyusahkan siapapun lagi hanya karena perasaannya.


Dilain sisi reyhan yang baru saja pulang ke rumah diana tampak langsung duduk di sofa ruang tamu. Ratmi segera menghampirinya.


" Reyhan, kamu kemana saja nak? Ini sudah larut dan kamu baru pulang"


" Maaf ya bu reyhan pulang telat tadi banyak urusan dikantor bu" jawab reyhan berbohong karena dia berniat ingin mengatakan segalanya besok pada ratmi.


" Yasudah kalau begitu kamu mandi dulu sana, ibu akan suruh bibik siapkan makanan buat kamu"


" Iya bu, makasih ya bu. Oh ya, diana mana bu?"


" Setelah selesai makan tadi dia langsung kekamar, mungkin dia sudah tidur"

__ADS_1


" Oh, begitu bu. Yaudah reyhan mandi dulu ya bu" seru reyhan yang segera beranjak dari tempat duduknya menuju kamar tamu. Reyhan tak langsung ke kamar tamu, ia singgah didepan kamar diana. Ketika ia ingin mengetuk pintu kamar diana, tiba-tiba saja diana membuka pintu kamarnya dengan rambut acak-acakan yang menandakan ia baru bangun tidur.


" Reyhan, ngapain kamu disini?" ujar diana heran sambil berusaha membenarkan rambutnya yang berantakan dengan tangannya.


__ADS_2