
Saat memperhatikan tamu undangan, sovia merasa ada yang aneh karena dia sejak tadi tak melihat ayah dan ibu arsen.
Papa dan mamanya arsen kemana ya? Kenapa dari tadi aku gak lihat mereka batin sovia bertanya-tanya sambil mencari keberadaan orang tua arsen.
Ketika sovia sibuk mencari keberadaan kedua orang tuanya arsen, tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam tampak berhenti yang membuat sorot mata tertuju kesana.
Tampak dua orang paruh baya keluar dari sana.
Itu kan om sama tante batin sovia yang langsung menghampiri mereka.
" Sovia, kamu disini" tanya vira.
" Iya tante. Tante sama om kok baru datang"
" Om kesini bukan untuk menghadiri pernikahan mereka sov, om kesini untuk memutuskan hubungan om dengan anak pembangkang itu" tegas yuda yang membuat sovia terkejut.
" Mas, kamu jangan gitu lah mas. Ini hari bahagia putra kita kenapa kamu harus begini sih mas? " Rengek vira yang mencoba menghentikan suaminya tersebut.
" Kamu dengar aku baik-baik ya vir! Satu-satunya yang aku terima sebagai menantuku hanya sovia dan tetap sovia! Aku gak bisa terima perempuan murahan itu, apalagi ibunya adalah seorang pembunuh! Apa kamu mau besanan sama pembunuh sadis ha!" Jelas yuda. Ternyata tika dan arsen mendengar semua itu karena mereka datang ingin menyambut yuda dan vira.
Dua bulir bening terlihat jatuh dari mata tika. Mendengar penghinaan untuk dirinya dan ibunya, hatinya begitu sakit sekali. Ayah mertuanya berkata seperti itu tanpa memikirkan perasannya.
" Wah... Wah... Bagus kalau kalian berdua disini jadi saya gak perlu ngotorin kaki saya untuk berjalan kedalam. Saya gak mau lama-lama disini ya langsung aja. Ini terakhir kalinya papa nanya sama kamu arsen! Kamu tetap ingin menikah dengan wanita ini atau kamu harus memutuskan hubungan kamu dengan papa dan juga mama kamu!" Jelas yuda dengan nada serius.
Para tamu undangan pun memperhatikan mereka yang membuat tika semakin down.
" Pa, kita bisa bicarain ini nanti kan. Disini lagi banyak orang pa, jadi papa jangan bicara sembarangan begitu" seru arsen.
" Kenapa? Kamu malu ha! Bukannya perkataan papa benar kalau wanita ini merupakan anak seorang pembunuh" belum selesai yuda berbicara arsen langsung memotongnya.
" Cukup pa! Papa gak bisa nyalahin tika juga dong pa. Tika juga sama sekali gak tau kan pa tentang rencana yang dibuat ibunya. Tika gak salah pa" jelas arsen yang membela tika.
__ADS_1
" Wahhh.... Kamu sangat hebat ya tika. Dalam sekejap kamu bisa menghipnotis anak pembangkang ini agar menurut sama kamu. Wah... Saya salut sama kamu tika, segitunya arsen membela kamu sampai melupakan kedua orangtuanya dan arsen kamu dengar papa baik-baik ya kalau kamu tetap kekeh mempertahankan hubungan kamu dengan wanita ini jangan pernah kamu memanggil saya dengan sebutan papa lagi. Jangan pernah temui saya ataupun istri saya!" tegas yuda yang tersulut emosi.
" Pa, udah dong pa. Kita bicarain masalah ini nanti pa, disini lagi banyak tamu pa. Tolong ngertiin kita pa"
" Om, kenapa om kayak gini sih? Om sovia itu udah ikhlas arsen nikah sama tika karena itu demi kebahagiaan mereka om"
" Sovia, kamu memang anak yang sangat baik sayang. Om tau sebenarnya kamu merasa begitu sakit sayang karena perbuatan anak tidak tahu diri ini tapi kamu tenang aja walaupun kamu tidak jadi menantu om, kamu adalah putri om. Putri kesayangan om" jelas yuda sambil membelai lembut kepala Sovia. Hal itu membuat tika semakin sedih melihat kasih sayang yang didapatkan oleh sovia dari ayahnya arsen.
" Om, jangan gitu dong. Tika sekarang adalah menantu om jadi om juga harus bisa terima dia om. Sovia bakalan tetap jadi anak om kok walaupun sovia gak jadi istri arsen. Lagian sovia juga udah punya tunangan om jadi sovia gak akan mungkin bisa bersama lagi sama arsen" jelas sovia yang membuat arsen terkejut.
Sovia udah tunangan? Sama siapa? Kok dia gak ngasih tau gue? Kapan dia tunangan? begitu banyak pertanyaan dalam benak arsen kini.
Yuda hanya menatap sovia pekat lalu menatap kearah tika.
" Walaupun kamu sudah memiliki tunangan sovia tapi om tetap gak bisa terima wanita ini jadi menantu om" ujar yuda sambil menarik tangan vira untuk masuk kedalam mobil.
" Mas, aku mohon mas jangan seperti ini"
Mobil mereka pun melesat hingga tak terlihat lagi. Sementara arsen masih menatap sovia dengan tatapan tajam. Dia kemudian menarik tangan sovia agak menjauh dari kerumunan. Karin segera menghampiri dan memeluk tika yang terlihat begitu down. Diana, david dan reyhan juga datang menghampirinya.
Arsen dan sovia tampak berdiri agak jauh dari kerumunan.
" Arsen, Lo ngapain sih narik-narik tangan gue?" pekik sovia kesal sambil melepaskan genggaman arsen.
" Kenapa lo yang marah sih sov? Seharusnya gue yang marah dong, kenapa lo gak ngasih tau gue kalau lo udah tunangan? Lo tunangan sama siapa? Kapan? Kenapa lo gak bilang" ujar arsen yang terlihat kesal.
" Lo kenapa sih ar? Ngapain gue harus ngasih tau lo semua tentang gue"
" Ya karena gue sahabat lo lah pe'a"
" Emang sahabat harus tau semuanya ya?"
__ADS_1
" Gue harus tau lah! Gue gak mau lo nanti ketemu sama cowok ya gak tepat sov, gue takut tu cowok bukan orang baik-baik"
" Kenapa lo harus takut? Itu urusan gue ar, mau tunangan gue baik atau enggak itu bukan urusan lo dan gue minta tolong jangan peduliin gue atau gue bakalan makin berharap sama lo ar. Tolong berhenti ngurus hidup gue ar mulai sekarang karena lo udah punya tika disamping lo sekarang" jelas sovia lalu pergi meninggalkan arsen.
Arsen tampak hanya terdiam mendengar perkataan sovia.
Gue kenapa sih? Kenapa gue peduli sama Sovia dan hidupnya? Seharusnya gue gak perlu bersikap kayak gini tapi kenapa gue kesal karena dia gak ngasih tau gue kalau dia udah tunangan. Ada apa sama gue? Kenapa gue kayak gini sih? batin arsen yang merasa heran pada dirinya sendiri.
Arsen kemudian kembali ke acara dengan sejuta tanya pada dirinya sendiri. Dia tak tau kenapa dia merasa begitu kesal saat mendengar sovia bertunangan. Padahal dia kini telah memiliki tika disisinya sebagai istri sahnya. Arsen kemudian menatap tika dengan cermat.
Sementara sovia terlihat berdiri disebelah david dengan penuh kebingungan juga karena sikap arsen padanya tadi.
Arsen kenapa? Kenapa dia kesal tau gue udah tunangan? Sovia... Stop! Jangan berharap lagi dong, dia sekarang udah jadi suami orang batin sovia sembari menatap arsen begitupun arsen yang juga menatap kearah sovia. Sovia segera mengalihkan pandangannya menatap david.
" Dav" panggil sovia.
" Iya sov. Lo dari mana aja?"
" Gue tadi ke toilet bentar. Kita pulang yuk"
" Sekarang"
" Iya dav. Gue udah ngerasa gak nyaman disini"
" Yaudah kita pamit dulu sama tika dan arsen ya" ujar david dan sovia hanya mengangguk.
Mereka segera menghampiri tika dan arsen yang sedang duduk dibangku pelaminan.
" Sekali lagi selamat ya tik. Oh ya, gue pulang duluan ya soalnya papa ada perlu sama gue" ujar sovia sambil memeluk tika. Mata arsen terus tertuju pada sovia.
" Kenapa cepat banget sih sov. Oh ya, lo bilang mau ngenalin tunangan lo sama gue. Mana dia?"
__ADS_1
" Sovia tunangan! Sama siapa?" tanya reyhan yang terkejut mendengarnya. Sovia tampak kebingungan tak tau harus menjawab apa. Dia lalu menatap david begitupun david yang juga menatapnya. Tatapan sovia seakan memohon pada david dengan apa yang akan dia katakan.