Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 25


__ADS_3

Dikamar Diana merasa gerah, ia segera mengambil handuk dan pergi mandi. Sementara itu Zahra membawa Reyhan masuk kedalam kamar Diana.


" Ini kamar kita ayah" ujar Zahra.


Reyhan memandangi sekeliling kamar tersebut. Reyhan melihat satu persatu foto Diana yang tergantung di dinding. Ia tersenyum sendiri melihat foto-foto itu. Jiwa jail Zahra pun muncul. Saat Reyhan sedang sibuk memperhatikan foto, Zahra pelan-pelan keluar dan mengunci pintu.


Ayah dan bunda pasti butuh waktu berdua batin Zahra girang.


Tak lama Diana tampak keluar hanya menggunakan handuk sambil bersenandung. Reyhan pun melongo melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Diana masih tak menyadari Reyhan ada disana. Ketika berbalik kearah belakang Diana langsung berteriak melihat Reyhan ada disana.


" Dasar mesum! Ngapain kamu disini?" Pekik Diana sambil berlari kearah tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


" Aku diajak Zahra kesini" jawab Reyhan tersenyum.


" Bohong! Kamu pasti mau macam-macam kemari kan " tuduh Diana.


" Aku gak bohong kalau gak percaya tanya Zahra aja" balas Reyhan sambil menunjuk kearah Zahra berada tadi tetapi Zahra tidak ada disana.


" Mana Zahranya? Kamu pasti mau macam-macam kan kemari!" Seru Diana sambil melotot pada Reyhan.


" Aku gak bohong Diana, Tadi Zahra ada disini juga " balas Reyhan sambil mencari dimana keberadaan Zahra.


" Gak usah ngeles kayak bajai deh kamu. Dasar cowok mesum!" Pekik Diana.


Karena tak terima perkataan Diana Reyhan pun berusaha mengerjainya. Perlahan Reyhan mendekati Diana.


" Mau apa kamu Rey? Aku peringatin kamu Jangan macam-macam ya!" Ujar Diana gemetar melihat Reyhan yang mulai mendekatinya.


" Kamu kan bilang aku mesum tadi. Yaudah aku cuma nurutin kata-kata kamu doang kok" balas Reyhan dengan senyum manisnya.


" Rey! Jangan macam-macam kamu ya, atau aku bakalan teriak" ujar Diana.


" Teriak aja" balas Reyhan santai.


Diana langsung berteriak dengan kencang. Reyhan pun kaget mendengar teriakan diana dan langsung membekam mulut diana dengan tangannya.


" Kok teriak beneran sih?" Tanya Reyhan yang tampak panik.


Diana menggigit tangan Reyhan hingga berdarah. Reyhan segera melepaskan bekamannya.

__ADS_1


" Rasain tuh gigitan super aku. Makanya jangan berani macam-macam Sama aku"seru Diana tersenyum melihat Reyhan kesakitan.


Reyhan semakin mendekati Diana dan wajah mereka begitu dekat membuat jantung Diana berdetak begitu kencang. Mata mereka saling beradu pandang.


Ya Ampun! Ni anak ngapain sih sedekat ini ke aku dan kenapa jantung aku jadi gak karuan gini detaknya batin Diana


Wajah Reyhan semakin mendekat pada wajah Diana yang mulai tampak memerah. Diana langsung menutup matanya karena mengira Reyhan akan mencium dirinya. Reyhan tertawa begitu keras melihat Diana begitu. Diana segera membuka matanya dengan wajah kesal.


" Katanya benci aku tapi kok pas aku mau cium kamu, kamu pasrah aja sih" goda Reyhan.


" Apaan sih Rey! Udah deh kamu keluar sana" tegas Diana karena dia merasa malu dan pipinya mulai memerah.


" Diana, aku senang deh liat ekspresi kamu tadi. Aku seperti melihat Diana saat masih SMA" cetus Reyhan.


Diana hanya diam mendengar penuturan Reyhan. Reyhan pun beranjak dari atas tempat tidur dan pergi menuju pintu. Tetapi ketika Reyhan mencoba membuka pintu, pintunya tak bisa terbuka.


Ini pasti ulah Zahra, Ya Ampun anak itu jail banget batin Reyhan.


" Kok kamu gak keluar sih!" Pekik Diana kesal.


" Pintunya gak bisa dibuka" balas Reyhan.


" Kalau gak percaya buka aja sendiri" seru Reyhan.


Diana membalut tubuhnya dengan selimut dan berjalan menuju pintu. Diana berusaha keras membuka pintunya tapi tidak juga bisa.


Kenapa pintunya gak bisa dibuka ya batin Diana geram.


" Gak bisa kan" ucap Reyhan simpel.


" Kamu tunggu disini aku bakalan ambil kunci dulu" balas Diana sambil berjalan menuju lemari dekat tempat tidurnya.


Karena balutan selimut begitu tebal membuat Diana sulit berjalan dan hampir terjatuh. Reyhan segera menolongnya dan mereka terjatuh bersama di atas kasur. Diana segera berteriak dan menjauhkan tangan Reyhan yang jadi penopang agar tidak jatuh ke Diana. Reyhan pun menjadi mencium bibir Diana karena penopangnya telah disingkirkan.


Perasaan ini, kenapa perasaan ini ada lagi batin Diana.


Reyhan makin ******* bibir Diana yang tampak hanya diam menerimanya. Diana segera tersadar lalu langsung mendorong Reyhan hingga tersungkur ke lantai. Diana tampak begitu malu dan panik. Dia segera berlari ke dalam kamar mandi.


Apa yang kamu lakukan Diana? Kenapa kamu seperti ini batin Diana.

__ADS_1


Sementara itu Reyhan juga terdiam memaku ditempat ia duduk.


Diana aku tau kamu masih memiliki perasaan yang sama dengan ku batin Reyhan kegirangan.


***


Dirumah Reyhan, Tika tampak begitu sedih karena perkataan Reyhan padanya. Bu Karin pun menghampiri Tika.


" Tika sayang, kamu kenapa?" Tanya Bu Karin sambil memeluk Tika.


" Reyhan ma, dia tau ini anniv pertunangan kita. Tika cuma minta makan malam aja tapi Reyhan gak mau ma" jelas Tika sambil menangis.


" Kamu yang sabar ya nak. Kamu kan tau Reyhan gimana orangnya" balas Bu Karin mengelus lembut kepala Tika.


" Mau sampai kapan Reyhan giniin Tika ma. Tika bener-bener gak kuat Reyhan kayak gini terus" sahut Tika.


" Sayang, Kamu jangan ngomong gitu ya. Mama yakin suatu saat Reyhan pasti bakalan berubah dan mencintai kamu dengan sepenuh hatinya" bujuk Bu Karin.


Tika hanya diam sambil menangis diperlukan Bu Karin.


Reyhan kenapa kamu gak pernah bisa buat Tika bahagia. Padahal Tika udah ngelakuin semuanya buat kamu tapi kamu tetap dingin sama dia. Aku harus ngomong sama Reyhan secepatnya kalau tidak kasihan Tika yang harus bersedih seperti ini karena Reyhan batin Bu Karin.


" Tika sayang, gimana kalau malam ini mama aja yang nemanin kamu jalan-jalan kemanapun kamu mau mama akan turutin deh" ujar Bu Karin untuk menghibur Tika.


" Tapi Tika maunya sama Reyhan ma. Inikan anniv Reyhan sama Tika ma masa jalan-jalannya sama mama" balas Tika.


" Kamu kan tau Reyhan sibuk sayang jadi sekarang sama mama aja dulu nanti kalau Reyhan gak sibuk lagi baru sama dia" usul Bu Karin.


Tika pun menganggukkan kepalanya dan berhenti menangis.


" Yaudah kalau gitu mama siap-siap dulu ya. Kamu juga siap-siap sayang" seru Bu Ratmi.


" Iya ma" balas Tika sembari beranjak menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Akhirnya dia gak nangis lagi batin Bu Karin lega.


Bu Karin segera pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap juga. Bu Karin mengambil ponselnya dan menelpon Reyhan tetapi Reyhan tak menjawab panggilan dari Bu Karin.


" Anak ini kemana sih?" Guman Bu Karin.

__ADS_1


__ADS_2