
Galang melihat sekelilingnya dan tak menemukan adanya cafe atau restoran dekat situ. Dia hanya melihat pedagang-pedagang kecil dipinggiran jalan.
" Sayang, kita ngapain berhenti disini?" tanya galang penasaran.
" Katanya mau makan ditempat pilihan aku"
" Iya sayang tapi disini kan gak ada cafe atau resto"
" Siapa bilang kita makan diresto atau cafe ?"
" Maksud kamu?"
" Kita makan disini. Yuk turun"
Mereka kemudian turun dari mobil. Ini pertama kalinya dalam hidup galang. Dia tidak pernah makan ditempat seperti ini karena orang tua galang termasuk kalangan highclass.
" Kamu serius makan disini?"
" Iya sayang, kamu pokoknya harus cobain makanan disini. Aku yakin kamu bakalan nagih deh" sahut ririn membawa galang ke tempat pecal ayam. Dia kemudian duduk bersama galang. Galang tampak masih melihat-lihat sekelilingnya.
Penjual tampak menyajikan makanan yang telah dipesan ririn.
" Ayo makan" ajak ririn.
" Sendoknya mana?"
" Pakai tangan aja lebih nikmat sayang"
" Kamu yakin?"
" Iya, coba aja" ajak ririn.
Galang kemudian mengikuti apa yang dikatakan oleh ririn. Dia melihat cara ririn makan dan mencobanya.
Enak juga makan seperti ini batin galang. Dia terlihat begitu lahap memakannya. Ririn begitu senang melihat galang yang makan dengan lahap.
" Gimana? Enak gak?"
" Enak sayang, kamu sering makan disini"
" Iya kalau lagi malas makan dirumah aku pasti kesini sayang"
" Kapan-kapan ajak aku kesini lagi ya"
" Iya sayang"
Mereka makan dengan begitu lahap sambil terus berbincang-bincang.
Sementara itu dikamarnya diana tampak duduk diam diatas ranjang. Reyhan kemudian datang menghampirinya.
" Sayang" panggil reyhan.
" Rey, kamu ngapain kesini? Ini kan udah malam kalau ibu sama mama lihat gimana?"
" Gak apa-apa sayang. Ibu sama mama kayaknya udah tidur kok"
" Kamu nih ya nakal banget"
__ADS_1
" Biarin lagian sebentar lagi kita kan juga bakalan sekamar"
Diana kemudian terdiam dengan wajah lesu.
" Kamu kenapa na? Kamu gak senang ya dengan pernikahan kita"
" Aku senang kok rey"
" Senang kok wajahnya begitu"
" Aku beneran senang reyhan"
" Na, kamu gak usah bohong sama aku. Jujur bilang sama aku ada apa sebenarnya?"
Aku kasih tau reyhan atau enggak ya? Kalau aku jujur aku takut dia bakalan sedih nanti batin diana bimbang.
" Sayang, aku beneran gak apa-apa kok. Kamu ada apa kemari?" ujar diana berusaha merubah topik pembicaraan.
" Kamu kebiasaan deh kalau ada sesuatu pasti bakal ngerubah topik pembicaraan kita" sahut reyhan karena ia begitu mengenal diana.
Diana terlihat diam sejenak kemudian dia berbicara sejujurnya pada reyhan.
" Rey, aku senang kita bakalan segera menikah tapi disisi lain aku juga sedih rey. Aku ingat kamu pernah buat aku berjanji kalau kita udah nikah aku gak boleh kerja lagi sedangkan aku sangat menyukai pekerjaan aku rey. Kalau aku berhenti aku merasa ada yang kurang dalam hidup aku karena aku udah lama banget jalanin profesi aku ini rey" jelas diana yang membuat reyhan mengerti.
" Jadi karena itu wajah kamu seperti ini na. Ya ampun, sayang ku. Kamu gak usah pikirin itu ya. Aku kan nyuruh kamu berhenti bekerja dirumah sakit itu sayang bukan berarti aku gak bolehin kamu kerja"
" Maksud kamu apa rey? Aku gak ngerti"
" Kamu tetap boleh kerja tapi bukan dirumah sakit itu"
" Kamu buka praktek mandiri aja ya"
" Kamu serius sayang?"
" Iya sayang"
Diana terlihat begitu senang karena membuka praktek mandiri hanya ada dalam khayalannya selama ini. Dia langsung memeluk reyhan karena ia merasa begitu bahagia.
" Makasih ya sayang"
" Iya sama-sama, aku rencananya akan buat bangunan untuk praktek mandiri kamu dilahan kosong sebelah rumah ini sayang"
" Tapi kan tanah itu punya orang sayang"
" Diana sayang, orang yang punya tanah itu aku"
" Kamu, sejak kapan?"
" Waktu aku tau kamu tinggal disini, aku langsung nyuruh radit buat beli tanah itu karena aku niatnya pengen bangun usaha disana tapi aku gak tau usaha apa makanya aku kosongin aja dulu. Rencananya sih besok pembangunan gedung untuk praktek mandiri kamu akan dimulai dan siap mungkin sekitar satu bulanan lah paling lambat" jelas reyhan.
" Rey, kamu emang paling bisa ya buat aku senang. I love you sayang" seru diana lalu mencium lembut pipi reyhan.
" I love you too dear" balas reyhan sambil tersenyum.
" Kamu gak balik kekamar kamu nih?"
" Ngusir ya"
__ADS_1
" Bukan ngusir rey tapi kamu tau ibu kan. Dia suka datang tiba-tiba kesini"
" Iya sayang, aku balik ke kamar ya"
" Iya rey"
" Good night" ujar reyhan mencium kening diana.
" Good night too sayang"
Reyhan kemudian pergi keluar menuju ke kamar tamu.
Dilain sisi ririn dan galang terlihat telah selesai makan. Ririn kemudian melihat jam ditangannya menunjukkan pukul sepuluh malam.
" Astagfirullah! Udah jam sepuluh aja. Ayuk pulang sayang" ajak ririn.
" Sebentar dulu deh sayang kita kan baru aja selesai makan"
" Aduh sayang, kamu gak tau mamanya kak david. Kalau dia gak lihat aku dirumah, dia pasti bakalan marah besar sayang" jelas ririn.
" Biar aku yang bicara sama tante nanti ya, kamu gak usah takut kan ada aku sayang"
" Pulang sekarang galang, pokoknya harus pulang sekarang"
" Iya... Iya sayang " sahut galang. Dia kemudian mengeluarkan uang untuk membayar makanan mereka lalu segera mengantar ririn pulang.
Sesampainya dirumah depan rumah ririn terlihat gugup karena takut dimarahi. Mama david tau bahwa hari ini ririn cepat pulang dan dia akan marah jika ririn lama pulang kecuali karena tuntutan kerjaan.
Benar saja perkiraan ririn, mama david telah menunggunya didepan rumah. Ririn dan galang tampak keluar dari mobil. Ririn berdiri dibelakang galang.
" Selamat malam tante"
" Ririn, ini jam berapa?"
" Tante, jangan marah sama ririn ya. Galang yang salah karena gak ingat waktu bawa ririn keluar"
Mamanya david tampak menasehati mereka berdua. Ririn sudah biasa mendapat ceramah seperti ini jadi dia hanya menunduk dan mengiyakan kata-kata mamanya david.
Setelah selesai ceramah panjang, akhirnya mamanya david masuk kedalam. David tampak keluar dari dalam sambil tertawa.
" Kenapa rin? Diomelin ya? Hahaha" ejek david.
" Gak usah ikut-ikutan deh kak. Kayak Kak david gak pernah aja kena omelin sama tante" sahut ririn.
David hanya tertawa lalu masuk lagi kedalam rumah.
" Maafin aku ya lang, kamu harus dengerin tante ngomel-ngomel kayak tadi"
" Gak apa-apa kok sayang, kalau gitu aku pulang dulu ya"
" Iya sayang, hati-hati dijalan ya"
Galang kemudian mencium kening ririn lalu pergi pulang. Setelah mobil galang tak terlihat lagi ririn masuk kedalam rumah sambil senyum-senyum sendiri.
" Hati-hati kebanyakan senyum gak jelas ntar dikira gila lagi" seru david.
" Kak david apaan sih dari tadi ganggu aja" sahut ririn kesal berniat memukul david tetapi david mengelak dan berlari. Ririn mengejarnya karena merasa begitu kesal pada david.
__ADS_1