Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 77


__ADS_3

Arsen semakin tertekan karena permintaan maya. Maya sudah begitu yakin bahwa arsen akan menyetujui apa yang dia inginkan tetapi apa yang diharapkannya tidak sesuai dengan kenyataan.


" Maaf mi tapi arsen bener-bener gak bisa ngelakuin hal itu. Arsen tau kalau arsen emang gak suka sama reyhan dan kurang akrab sama papa tapi arsen gak bisa ngelakuin hal sekejam itu ke papa mi. Ini menyangkut hidup papa dan keluarga arsen lainnya"


Raut wajah maya berubah menjadi begitu kesal karena penolakan dari arsen.


" Baiklah kalau itu memang keputusan mutlak kamu. Sekarang dengarin juga keputusan saya, saya gak akan pernah biarin kamu dekatin anak saya lagi. Mulai sekarang jauhi tika dan jangan pernah muncul dalam hidupnya lagi. Kamu bisa pergi sekarang" tegas maya yang terbawa emosi.


" Tapi mi, arsen sama tika saling mencintai mi. Tolong kasih arsen kesempatan mi"


" Penolakan kamu tadi adalah jawaban buat kamu sendiri, jadi silahkan kamu keluar sendiri atau saya panggilkan security untuk menyeret kamu keluar dari sini" tegas maya.


Arsen hanya bisa menuruti perkataan maya walaupun sebenarnya sangat berat rasa dihatinya untuk meninggalkan rumah itu dan menjauhi tika.


Tak lama kemudian tika datang menuruni anak tangga satu demi satu sambil bersenandung bahagia. Sepasang mata indahnya mencari keberadaan arsen tetapi ia tak menemukannya. Ia segera menghampiri maminya.


" Mami, arsen mana?" tanya tika.


" Mulai sekarang kamu lupain dia tika"


" Apa? Lupain dia! Maksud mami apa ngomong begitu?" balas tika yang tak mengerti akan perkataan maya.


" Apa perkataan mami kurang jelas. Kamu harus jauhi laki-laki itu sayang"


" Tapi kenapa mi? Bukannya mami kemarin udah setuju sama hubungan arsen dengan tika. Kenapa sekarang mami malahan nyuruh tika buat jauhin dia?"


" Karena dia bukan laki-laki baik nak. Kamu tau mami baru mendengar informasi dari mata-mata mami yang menyelidiki tentang arsen dan ternyata arsen itu bener-bener gak tulus sama kamu sayang. Dia hanya ingin main-main saja sama kamu dan hal paling mengejutkan bagi mami adalah keluarga arsen juga sudah menyiapkan pernikahan arsen dengan gadis lain" jelas maya yang berbohong agar putrinya bisa menjauhi laki-laki tersebut.


" Mami bohong kan, arsen gak mungkin begitu orangnya mi. Dia anak yang baik mi dan dia juga sayang banget sama tika jadi gak mungkin kalau arsen sejahat itu sama tika"


" Mami gak bohong sayang. Buat apa coba mami bohong. Kamu kan tau kalau kebahagiaan kamu merupakan prioritas utama bagi mami nak, mami juga sedih mendengar hal ini tapi mami pasti bakalan lebih sedih lagi kalau gak ngasih tau ke kamu" jelas maya mencoba meyakinkan tika yang terlihat masih kurang percaya padanya " Tika, kalau emang dia sayang sama kamu kenapa dia pergi saat mami minta dia buat ninggalin perempuan yang dijodohin sama dia"

__ADS_1


" Maksud mami?"


" Mami, tadi mengatakan semuanya sama dia sayang bahwa mami sudah tau semuanya dan mami mau dia pilih kamu atau perempuan itu tapi dia enggak mau ninggalin wanita itu nak. Kalau kamu gak percaya kamu bisa telpon dia dan tanya apakah dia menolak permintaan mami atau tidak"


Tika segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menghubungi nomor arsen.


' Sayang, akhirnya kamu nelpon aku. Ada yang mau aku bilang sama kamu'


' Arsen, kamu jawab aku sekarang dengan jujur. Kamu beneran nolak permintaan mami?'


' Kamu harus dengar penjelasan aku dulu tik'


' Kamu jawab aja iya atau enggak arsen!'


'Iya aku nolak permintaan mami kamu karena aku punya alasan untuk itu tik'


Tika langsung memutuskan telponnya tanpa mendengar penjelasan dari arsen terlebih dahulu. Dia pun langsung memeluk maya dengan air mata yang mengalir tak dapat ia bendung lagi.


" Enggak apa-apa sayang. Udah ya jangan nangis lagi" balas ratmi dengan senyum jahatnya.


Akhirnya aku bisa misahin anak ku dari laki-laki pengecut itu, tapi bagaimana dengan rencana yang telah ku buat. Ah.. sial semuanya jadi berantakan karena anak itu tidak mau menuruti keinginan ku batin maya kesal karena rencana yang ia susun dengan matang jadi berantakan semuanya. Pikirannya juga semakin terganggu karena mata-mata kepercayaannya telah ditangkap oleh anak buah reyhan.


" Mi, tika mau ikut mami aja deh keluar negri. Tika capek mi kalau harus sakit hati terus disini" ujar tika melepas pelukannya sambil menghapus air matanya.


" Iya sayang tapi kamu berangkat duluan ya"


" Kenapa mi?"


" Karena mami masih ada urusan yang harus diselesaikan dulu disini. Mami takut kalau kamu nungguin mami ntar kelamaan dan juga mami gak mau kalau si arsen itu ganggu kamu lagi nak"


" Yaudah mi, tika besok ngambil penerbangan pagi ya"

__ADS_1


" Iya sayang"


Dilain sisi arsen begitu kecewa karena tika tak mau mendengarkan penjelasannya. Sovia yang tak sengaja lewat pun berhenti dan menghampiri arsen yang tampak duduk di halte.


" Arsen" panggil sovia sambil memegang pundak arsen.


" Sovia" balas arsen yang langsung saja memeluknya.


" Lo kenapa ar?"


" Orang tua tika nyuruh gue buat ninggalin tika, sov. Padahal gue baru aja mau memulai lembaran baru sama tika tapi maminya malah ngasih gue pilihan yang sulit"


"Maksud lo apa ar? Yaudah kita ngobrol di mobil gue aja ya"


" Iya sov" jawab arsen sambil menganggukkan kepalanya. Lalu mereka segera menaiki mobil, lalu mobil mereka melaju menuju tempat yang dikatakan oleh sovia.


" Sekarang lo cerita semuanya ke gue ar"


Arsen mulai menceritakan apa yang dialaminya saat berada dirumah tika. Ia juga bercerita tentang permintaan mami tika padanya hingga ia diusir dari rumah tersebut.


" Apa? Maminya tika mau lo hancurin kerjasama antara bokap lo sama reyhan. Gila kali ya dia" ujar sovia terkejut tak menyangka.


" Itulah yang terjadi sov, makanya gue galau banget nih sekarang. Gue sayang banget sama dia tapi dia malah begini. Gue tau sih gue sama papa emang komunikasinya kurang baik tapi mau gimana pun itu papa gue sov. Gue gak mau dia dalam bahaya"


" Keputusan lo udah tepat kok ar, gue bangga karena baru kali ini lo bisa ngambil keputusan yang tepat" seru sovia untuk mencairkan suasana hati arsen yang terlihat sedih.


" Apaan sih lo? Jadi selama ini menurut lo gue ngambil keputusan salah"


" Maybe yes"


Mereka pun tertawa bersama dan berbincang-bincang hingga sampai ke tujuan. Sovia begitu senang melihat arsen yang mulai berpikir dewasa.

__ADS_1


Gue gak tau ar, gue harus senang atau sedih sama keadaan lo saat ini. Kalau dalam hati gue yang paling dalam gue seneng karena gue bisa ada peluang sama lo tapi disisi lain gue sedih karena gue takut down lagi saat lo lebih milih tika dibandingkan gue batin sovia.


__ADS_2