
' Halo sayang'
' Kamu kenapa bawa dave keluar sih sayang? Kamu kan tau diluar itu bahaya banget'
' Ya mau gimana lagi, anak kamu kan sama kayak kamu keras kepala. Kalau maunya itu yang harus itu gak bisa ditolak'
' Hmm.. bukannya kamu juga keras kepala sayang'
' Aku! Gak lah. Yang paling keras kepala dirumah siapa ha? Kamu kan'
' Iya deh aku ngalah aja yang penting kamu senang sayang'
' Hehe... Kamu kapan pulang sih? Lama banget disana'
' Lusa aku pulang ya sayang, kamu kangen ya pengen peluk aku'
' Apaan sih kamu? Ingat umur sayang'
' Aku kan masih muda sayang'
' Haha iya deh yang masih muda'
' Yaudah sayang aku lanjut kerja dulu ya, kamu jangan nakal disana dan jaga jagoan kita baik-baik ya'
' Iya sayang'
Hanum memberikan kecupan lewat telpon dan irma membalasnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Dia kemudian kembali ke tempat diana dan caca sementara dave bermain bersama para pelayan.
" Adu...duh ada yang lagi berseri-seri nih"
" Apaan sih ca? "
" Cie yang baru ditelpon sama suami pasti seneng banget"
" Yaiyalah, dia itu jarang banget kasih kabar kalau keluar kota makanya sekalinya kasih kabar buat aku semakin kangen dan pengen ketemu dia"
" Oh iya ma, gimana sih kamu bisa kenal sama suami kamu"
" Panjang ceritanya na"
__ADS_1
" Ceritain dong aku penasaran nih" pinta diana yang penasaran dengan kisah cinta irma dan suaminya.
" Oke deh na. Awal aku ketemu sama mas hanum itu saat aku baru lulus SMA na. Ayah ngenalin dia ke aku dan makin hari kita makin dekat gitu na. Dia juga punya adik perempuan yang cantik banget na tapi sayang adiknya bunuh diri na"
" Apa? bunuh diri! Kenapa?"
" Aku juga gak tau karena mas hanum gak pernah mau cerita lebih detail tentang adiknya. Setiap aku tanya dia pasti jadi kesal gitu na. Terus setelah kepergian adiknya aku sama dia nikah walaupun dia masih dalam masa kuliah saat itu na. Beberapa bulan kemudian aku hamil dave dan kamu tau itu merupakan masa-masa sulit dalam hidup aku na. Mas hanum pergi melanjutkan perkuliahan dia dan ayah juga pergi ninggalin aku selamanya. Aku benar-benar butuh kalian saat itu na tapi karena kita semua lost kontak aku jadi ngerasa makin sedih aja na. Aku bahkan pernah coba bunuh diri tau karena tetangga bilang kalau suami aku pergi cari cewek lain diluar sana dan gak akan balik lagi ke aku tapi akhirnya aku gak jadi ngelakuin itu karena nasehat bibi aku"
" Ya ampun ma, maaf ya jadi buat kamu teringat masa-masa itu lagi" ujar diana merasa sedikit bersalah.
" Gak apa-apa na, yang penting sekarang aku udah bahagia banget sama mas hanum dan anak aku na"
" Terus suami kamu kerja apa ma?" tanya caca penasaran. Dia memang pernah bertemu hanum tetapi tak berani berkata-kata didepan hanum karena sifatnya yang dingin.
" Mafia" jawab irma enteng. Caca dan diana melongo mendengar jawaban irma.
" Kamu gila ya ma! Kenapa mau sama mafia sih? Itu kan bahaya" tegas caca.
" Ya aku juga awalnya gak bisa nerima pekerjaan dia itu ca tapi saat dia jelasin semuanya aku jadi ngerti kenapa dia ngelakuin itu"
" Maksudnya ma?"
" Serem banget sih ma, kalau aku jadi kamu mungkin udah lama aku tinggal tu cowok. Biasanya mafia kan kejam dan kasar terus punya banyak musuh lagi"
" Caca sayang, gak semua mafia itu begitu kali. Mas hanum emang dingin sama semua orang yang dia gak kenal tapi saat dia sama aku dan dave, sosok dia berubah banget ca. Dia jadi cowok lembut dan selalu mau dimanja"
" Hahaha mafia bisa manja juga ya"
" Iya dong"
Mereka kemudian terus saja berbincang-bincang. Diana merasa begitu bahagia bisa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya walaupun sebenarnya dia juga merasa masih ada yang kurang yaitu ririn.
Dilain sisi ririn terlihat sedang sibuk membantu para pengungsi yang membutuhkan perawatannya. Dia sangat senang saat berkumpul dengan para pengungsi itu. Tiba-tiba seorang pengungsi menarik tangannya.
" Neng cantik"
" Iya buk, ada apa? Kaki ibu masih sakit buk" jawab ririn sambil memeriksa luka pada kaki pada pengungsi tersebut.
" Kaki ibu tidak apa-apa neng, ada yang mau ibu sampaikan sama neng"
__ADS_1
" Apa Bu?"
" Neng, udah nikah atau punya pacar belum?"
" Kenapa tiba-tiba nanya itu Bu?"
" Jawab aja neng"
" Belum bu"
Wanita paruh baya tersebut mengambil sebuah foto dari sakunya dan memperlihatkannya pada ririn.
" Ini siapa bu?"
" Ini anak ibu neng, dia sekarang lagi dinas diluar kota nak. Jika kamu mau, ibu akan kenalkan kamu sama dia nak? Ibu sangat menyukai kamu dan ibu juga mau punya menantu yang sangat cantik dan baik hati"
" Ah ibu bisa aja. Kenapa harus saya bu? Disini juga banyak dokter dan relawan lainnya yang lebih cantik dan baik dari saya bu"
" Memang banyak nak tapi ibu sangat menyukai kamu nak, apakah kamu mau ibu kenalkan dengan anak ibu itu? Dia kemungkinan besok akan datang mengunjungi ibu"
Aduh... Gimana ni? Gue kesini kan niatnya mau dapatin hatinya galang tapi malah begini jadinya batin ririn bingung.
Ditengah kebingungannya tiba-tiba saja galang datang menggenggam tangan ririn. Ternyata galang telah memperhatikan dirinya dan wanita paruh baya itu berbicara. Melihat ririn yang kebingungan membuat galang segera menghampirinya.
" Maaf bu" ucap galang.
" Maaf kenapa dokter galang?"
" Saya sedang bertengkar dengan tunangan saya makanya dia mengatakan bahwa dia tidak punya siapa-siapa sekarang karena dia sedang marah dengan saya bu. Saya harap ibu mengerti" jelas galang. Ririn terlihat melongo tak percaya mendengar perkataan yang diucapkan galang.
Kenapa dia bilang aku tunangannya? Galang kenapa kamu malah bikin aku jadi makin bingung batin ririn bingung. Dia kemudian melepaskan tangan galang yang menggenggamnya lalu pergi keluar. Galang kemudian mengejarnya keluar.
" Rin, kamu kenapa?" tanya galang sambil memegang tangan ririn.
" Galang tolong stop dong!" ujar ririn yang terlihat begitu kesal. Dia merasa kebingungan dengan sikap galang yang terkadang perhatian padanya tetapi mengingat galang menyukai diana membuat ririn terluka. Sementara galang merasa heran dengan sikap ririn.
" Kamu kenapa sih rin? Aku salah ya" tanya galang.
" Kamu masih nanya kenapa lang, kamu sadar gak sih sikap kamu yang sok perhatian itu buat aku selalu berharap sama kamu tapi kenyataan kamu menyukai diana menghancurkan hati aku lang" jelas ririn keceplosan karena tak kuat memendam semuanya lagi. Setelah berkata demikian dia terdiam lalu pergi berlari ketendanya.
__ADS_1
Galang terdiam mendengar perkataan ririn. Dia benar-benar tidak tau bahwa ririn menyukainya.