Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 18


__ADS_3

Malam harinya, diana tampak bersiap-siap untuk pulang begitupun ririn.


" Kalian mau kemana?" tanya jason heran.


" Pulang jason" jawab ririn.


" Pulang? Terus yang jagain aku siapa disini. Kalau aku kenapa-kenapa gimana?"


" Jason, kamu tenang aja ya. Nanti bakalan ada dokter ilham yang bakalan jagain kamu disini. Yaudah kita balik dulu ya jason" seru diana lalu segera pergi meninggalkan ruangan jason.


Jason kemudian menghubungi ayahnya.


' Halo pa'


' Halo nak, ada apa?'


' Pa, kenapa diana pulang pa. Bukannya dia harus jagain jason sampai sembuh'


' Iya sayang tapi perjanjiannya hanya sampai malam nak'


' Kenapa begitu pa?'


' Karena itu persyaratan dari suami diana nak'


' Kenapa papa setuju sih pa? '


' Mau bagaimana lagi nak, itu saja papa sudah dengan susah payah memintanya nak'


Jason langsung saja memutuskan panggilannya dengan wajah kesal.


Sementara itu diparkiran tampak reyhan sudah menanti diana. Diana segera menghampirinya.


" Rey, kamu disini? "


" Iya sayang, aku kan suami siaga selalu ada untuk kamu sayang"


" Kamu nih ya"


" Kenapa?"


" Gak apa-apa sayang, yaudah kita berangkat sekarang"


" Oke sayang"


Mereka segera memasuki mobil dan bergegas menuju kerumah. Diperjalanan reyhan terus saja menatap diana sambil tersenyum. Hal itu membuat diana merasa heran.


" Rey, kamu baik-baik aja kan"


" Baik sayang"


" Kenapa natap aku gitu banget sih?"


" Aku ada kabar baik buat kamu sayang"


" Kabar apa sayang?"


" Aku sama karmila udah resmi cerai dan sekarang kamu adalah istri satu-satunya dari reyhan sayang"


" Apa? Kamu serius rey!"

__ADS_1


" Iya sayang"


Diana yang awalnya terlihat bahagia mendengar kabar tersebut tiba-tiba terdiam.


" Kamu kenapa sayang?" tanya reyhan yang penasaran kenapa ekspresi istrinya tersebut berubah.


" Aku senang karena jadi istri kamu satu-satunya sayang tapi di sisi lain aku juga sedih karena kamu harus kehilangan semua aset kamu "


" Siapa bilang aku kehilangan semua aset aku"


" Ya kan karmila mau cerai kalau kamu berikan semua aset perusahaan milik kamu sama dia sayang"


" Iya sih sayang tapi aku gak kehilangan aset perusahaan aku semuanya kok"


" Maksud kamu apa rey? Aku gak paham"


" Sebelum tanda tangan pemindahan saham dan aset aku udah pindahin semua perusahaan besar atas nama zahra sayang dan satu-satunya perusahaan atas nama aku itu cuma ada dikota terpencil"


" Kenapa bisa begitu rey?"


" Sebenarnya aku udah lama rencanain ini sama radit na tapi kami berdua gak bisa ngasih tau ini semua ke siapapun termasuk kamu sayang. Aku pengen ini jadi surprise buat kamu juga sayang. Aku dari awal tau bahwa wanita itu pasti berniat gak baik makanya datang mengganggu kita sayang dan bener aja kan dia itu bukan sayang sama aku melainkan harta aku"


" Jadi kamu udah tau itu dari awal rey, kamu jahat banget sih gak kasih tau aku. Kamu tau gak aku selalu kepikiran tentang kamu kehilangan perusahaan kamu dan aku juga gak bisa bayangin gimana jadinya kamu tapi kamu malah nyembunyiin hal sebesar ini "


" Sayang dengerin aku ya, aku sebenarnya pengen kasih tau kamu tapi radit bilang semakin sedikit orang yang tau maka itu lebih bagus sayang makanya aku gak bisa kasih tau kamu sayang dan ini kan juga jadi surprise buat kamu sayang"


Diana terlihat lega dengan perkataan reyhan.


Aku senang akhirnya reyhan lepas dari wanita matre itu batin diana.


Dilain sisi galang tampak mengantar ririn pulang. Ririn kemudian merasa heran karena galang tidak membawanya ke arah rumahnya.


" Lang,kamu mau bawa aku kemana? Ini kan bukan jalan kerumah aku"


" Apa? Kamu gila ya. Aku bentukannya kayak gini dan gak bawa apa-apa lagi. Besok aja deh aku persiapin diri dulu sayang"


" Gak usah sayang, aku lebih suka kamu apa adanya aja"


" Iya sih tapi kan setidaknya aku ada kesan baik lah di hadapan mama sama papa kamu sayang"


" Cuma mama aja yang ada dirumah sayang"


" Papa kamu kemana?"


" Mama sama papa udah cerai waktu aku kecil. Papa pergi ninggalin aku dan mama, dia ninggalin kita cuma gara-gara janda kaya"


" Maaf ya sayang"


" Gak apa-apa kok sayang, lagian kamu kan bentar lagi jadi istri aku dan kamu juga harus tau semuanya dong"


" Iya sih sayang tapi aku kan gak enak sayang"


" Gak apa-apa sayang. Kamu tau demi harta papa bahkan rela menikahi janda anak 1 itu sayang. Dia ninggalin mama disaat mama benar-benar sangat membutuhkan dia. Sumpah nih ya aku benci banget sama dia apalagi wanita itu"


" Sabar ya sayang, aku yakin kehidupan wanita itu pasti gak bahagia sayang"


" Iya sayang"


Ririn kemudian menggandeng tangan galang dan menyandarkan kepalanya dilengan galang.

__ADS_1


" Kalau papa dan mama kamu gimana sayang?" Tanya galang.


" Papa dan mama selalu sibuk diluar negeri sayang. Aku dari smp dititipin sama mama kak david. Mama sama papa palingan sekali dalam setahun datang jenguk aku kesini itupun kalau ada waktu"


" Kenapa mereka gak tinggal disini aja sayang"


" Aku gak tau sayang. Aku udah beberapa kali minta papa dan mama tinggal disini tapi mereka ada aja alasan untuk menolaknya makanya aku udah males aja nanya-nanya ke mereka lagi"


" Yaudah kamu juga sabar ya sayang ku, positif thinking aja sayang"


" Iya sayang"


Akhirnya mereka sampai dirumah galang. Ririn terlihat begitu cemas saat akan turun. Galang kemudian menggenggam tangannya.


" Ayo sayang, gak usah takut ya. Mama aku gak makan orang kok"


" Iya sayang"


Mereka kemudian masuk kedalam rumah tersebut. Tampak seorang wanita datang menyambut mereka.


" Galang, akhirnya kamu pulang nak. Ini siapa?"


" Ini ririn ma yang sering aku ceritain ke mama"


" Oh jadi ini calon menantunya mama nak. Cantik ya" seru mamanya galang memuji ririn.


Mereka kemudian duduk diruang tamu. Ririn dan mamanya galang tampak berbincang-bincang, mereka baru bertemu tapi sudah begitu akrab.


" Ririn mau minum apa? "


" Air putih aja tante"


" Yaudah tunggu sebentar ya, Tante juga mau bikinin makan malam. Ririn makan malam disini aja ya tante"


" Aduh jadi gak enak ngerepotin tante"


" Gak apa-apa sayang, sekali-kali kamu kesini kan sayang jadi apasalahnya kalau kita makan bareng"


" Yaudah ririn bantuin ya tante"


" Gak usah sayang, kamu disini aja ya. Tante bakalan buatin makanan enak buat kalian, kalian pasti capek kan pulang kerja. Istirahat aja disini ya"


" Tapi tante"


" Gak ada tapi-tapi sayang"


Ririn kemudian duduk kembali dan tersenyum tipis pada mamanya galang.


Setelah mamanya galang pergi kedapur galang tampak menarik tangan ririn dan membawanya kedalam kamarnya.


" Galang, kamu ngapain sih? Nanti kalau mama lihat gimana"


" Udah gak apa-apa sayang, aku cuma mau lihatin kamar aku aja sama kamu"


Ririn kemudian menatap setiap sudut kamar galang yang bernuansa begitu damai. Kamarnya juga sangat rapi. Disana juga terpajang beberapa foto dirinya dan galang.


" Lang, ini wajah aku kok begini banget sih. Pokoknya aku mau foto ini diambil aja ya, jelek banget"


" Gak boleh sayang, ini semua merupakan foto kesukaan aku jadi kamu gak boleh main ambil-ambil sembarangan"

__ADS_1


" Ih galang, ini aku jelek banget lho. Ganti foto lain ya"


" Enggak sayang"


__ADS_2