
Reyhan terus menjauhi diana dan ia mencoba berlari tetapi diana langsung mengunci pintu kamar dan mendekati reyhan perlahan.
Sesekali aku jailin gak apa-apa juga kali ya batin diana girang.
Ia terus melangkah mendekati reyhan yang ekspresi wajahnya kini terlihat cemas.
" Diana, kamu ngapain sih? Jangan main-main sama itu na!" Tegas reyhan tetapi diana tak mendengarkan dan terus saja mendekati reyhan.
" Diana, sekali lagi aku peringatin ya jangan main-main sama itu"
" Kenapa rey? Kamu takut ya sama jarum suntik"
" Enggak, aku gak takut sama suntik"
" Yaudah sini dekat aku kalau gak takut"
Reyhan terdiam dengan wajah cemasnya yang menandakan bahwa ia memang takut pada jarum suntik. Diana tertawa melihat ekspresi yang ada diwajah reyhan kini. Tawa diana membuat reyhan juga ikut bahagia melihatnya.
Tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar dan diana segera membuka pintu dengan jarum suntik yang masih ditangannya. Ratmi terkejut melihat diana bersama reyhan berdua didalam kamar.
" Kalian ngapain?" tanya ratmi.
" Gak ada bu cuma ngobrol aja" balas diana sambil menyembunyikan jarum suntik dibelakangnya.
" Kamu megang apa Na?"
" Gak ada bu. Oh ya, ibu ada apa kemari?" ujar diana mengganti topik pembicaraan.
" Oh iya itu diluar ada seseorang yang ingin bertemu dengan reyhan"
" Siapa bu?"
" Kata dia namanya sovia"
Sovia! Bagaimana dia bisa tau aku disini? Dan mau apa sovia disini batin reyhan.
" Yaudah bu, reyhan ke bawah dulu " balas reyhan yang langsung bergegas kebawah.
Ratmi menatap tajam pada diana yang membuat diana terkejut.
" Ibu perlu bicara sama kamu na"
Aduh pasti mau dimarahin nih, cari alasan apa ya biar bisa menghindar dari ibu batin diana.
" Ibu kalau bicaranya nanti aja gimana? Soalnya diana mau mandi" ujar diana yang hendak pergi.
" Diana!" panggil ratmi yang membuat diana tak jadi pergi dan berbalik melihat ibunya. Diana segera bersimpuh dikaki ibunya.
__ADS_1
" Ibu, maafin Diana ya. Diana tau diana salah karena udah keluar rumah gak bilang-bilang ibu dan diana juga pergi nemuin reyhan. Ibu diana cuma penasaran sama reyhan makannya diana coba selidiki sendiri karena kalau diana izin sama ibu pasti gak dibolehin. Lagian diana udah coba biar gak ketahuan sama reyhan kok bu cuma reyhan nya aja yang indranya ketajaman makanya diana ketahuan. Ibu jangan marah ya sama diana" ujar diana yang memohon pada ibunya. Ratmi hanya tersenyum melihat putrinya tersebut lalu membantu diana berdiri.
" Kok ibu malah senyum sih"
" Seharusnya ibu yang minta maaf sama kamu sayang, ibu terlalu egois karena ibu takut putri ibu kenapa-napa. Kamu tau reyhan itu orang yang baik nak dan dia juga sayang sama kamu seperti kamu sayang sama dia. Seharusnya ibu memberitahu reyhan bahwa kamu masih hidup na bukannya malah memisahkan kalian. Maafin ibu ya"
" Ibu salah makan ya"
" Sembarangan kamu, ibu makannya baik kok"
" Tapi kok ibu bisa langsung suka sama dia Bu. Ibu gak takut aku nanti kenapa-kenapa sama dia. Dia pemabuk dan tukang marah lho Bu"
Ratmi menyentil pelan kepala putrinya tersebut.
" Aww.. sakit bu" lirih diana sambil memegangi kepalanya.
" Reyhan seperti itu karena kamu na"
" Apa? Karena aku?"
" Kamu tau na, reyhan sangat menyayangi kamu melebihi keluarganya dan dirinya sendiri. Dia merusak dirinya saat tau kamu meninggal na. Dia jadi pemarah dan minum alkohol untuk menenangkan dirinya jadi kamu jangan asal ngomong tentang dia ya"
" Kok ibu jadi belain dan muji dia sih"
" Ya karena itu kenyataannya na. Yaudah kamu mandi dulu sana, ibu sama bibik mau nyiapin makanan"
Sementara itu reyhan dan sovia tampak duduk diruang tamu.
" Aku turut berdukacita ya atas kepergian diana"
" Iya sov. Ngomong-ngomong kamu tau dari mana aku disini?"
" Aku tadi nyari kamu ke kantor tapi kamu gak ada. Terus aku cari kerumah tante karin bilang kamu mungkin dirumahnya diana makanya aku minta alamatnya dan langsung kesini"
" Oh gitu. Ada apa sov? Gak biasanya nyariin aku kayak gini"
Sovia memeluk reyhan tiba-tiba yang membuat reyhan kaget. Sovia tampak menangis dipelukan reyhan.
" Aku gak tau mau curhat ke siapa lagi rey"
" Maksud kamu sov? Emang ada apa?" ujar reyhan melepaskan pelukannya.
" Arsen rey, dia udah jadian sama tika. Aku tau seharusnya aku bahagia tapi entah kenapa hati aku terasa sakit banget kalau ngeliat mereka berdua Rey"
" Sov, udah ya jangan nangis lagi. Cowok diluar sana masih banyak yang melebihi dia sov. Kamu kan juga tau kalau dari dulu arsen emang sukanya sama tika, kenapa kamu masih naruh perasaan buat dia sov?"
" Karena dia perhatian sama aku rey dan kedua orang tua kami juga udah nyiapin perjodohan buat kami"
__ADS_1
" Apa? Perjodohan!"
"Iya rey, orang tuanya arsen berharap banyak sama aku rey. Mereka pengen aku jadi pendamping anak mereka. Apalagi arsen sekarang suka minggat gak jelas gara-gara papanya mau kerjasama dengan perusahaan kamu, mereka berharap banget aku bisa ngerubah sifat arsen dan jaga dia. Aku juga berharap begitu rey tapi Ketika tika datang semuanya kacau rey, impian aku hancur seketika rey" jelas sovia sembari menangis.
Ketika reyhan dan sovia sedang mengobrol ternyata diana bukannya mandi malah diam-diam mendengarkannya karena ia penasaran dengan sovia.
Cewek itu siapa sih? Kenapa dekat banget kayaknya sama reyhan. Bukannya reyhan calon suami aku kenapa dia masih dekat sama cewek itu sih malah ceweknya cantik lagi batin diana kesal.
Seseorang kemudian menepuk pundak diana yang tak lain adalah ratmi.
" Bentar, aku masih dengerin mereka ngobrol apaan" ujar diana yang masih menatap kearah reyhan dan sovia.
Ratmi kembali menepuk pundak diana, dengan wajah kesalnya diana melirik kearah ratmi.
" Ibu" lirih diana sambil tersenyum tipis.
" Ngapain?"
" Gak ada bu"
" Bukannya kamu mau mandi kok malah disini sih. Nguping ya"
" Enggak bu, diana tadi lagi nyari ibu"
" Nyari ibu kok kesini"
Diana tak tau harus menjawab apa lagi karena ia telah tertangkap basah mendengarkan pembicaraan reyhan dan sovia.
" Diana penasaran sama perempuan itu bu"
" Maksudnya?"
" Ibu lihat deh, reyhan kayaknya dekat banget sama perempuan itu bu. Apa jangan-jangan dia selingkuhan reyhan bu yang hamil dan minta tanggung jawab reyhan. Ibu lihat deh perempuan itu nangis"
Ratmi kembali menyentil kepala diana.
" Ibu sakittt..."
" Kamu kenapa ngomong sembarangan na? Perempuan itu cuma sahabatnya reyhan bukan selingkuhannya"
" Ibu tau dari mana?"
" Dari perempuan itulah, tadi ibu ngobrol sebentar sama dia. Dia juga kenal sama kamu katanya"
" Kenal sama aku? Tapi diana gak kenal dia Bu"
" Kamu kan masih belum pulih seutuhnya sayang jadi coba ingat perlahan aja ya jangan dipaksain"
__ADS_1
Kenapa aku gak ingat dia ya? Walaupun cuma sahabatnya reyhan kenapa aku kurang suka ngeliat dia dekat begitu sama Reyhan batin Diana.