
Diana kemudian segera masuk dan memukul seorang pria yang berusaha melecehkan caca sahabat diana. Dia kemudian melepaskan ikatan caca dan memeluknya.
" Ca, kamu baik-baik aja kan?" tanya diana khawatir.
" Aku baik na" sahutnya yang masih berderai air mata. Saat melihat wajah pria tersebut, diana seakan mengenalinya. Pria tersebut segera bangun dan menarik tangan diana. Caca segera menolong diana dan mereka segera kabur dari club tersebut.
" Ca, kamu ngapain kesini sih? ini tempat berbahaya ca. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana ha?" ujar diana sembari mereka berlari.
" Maafin aku na, nanti aku jelasin semuanya. Kita lari dulu dari dia ya" sahut caca. Mereka tampak dikepung oleh anak buahnya pria tadi.
" Na, gimana ini?" seru caca panik.
" Tenang ca, kamu jangan panik ya. Kita cari jalan keluarnya " sahut diana pelan.
" Mau kemana kalian ha? berani-beraninya kabur dari bos kami. Kalian kira kalian hebat apa?" ujar salah seorang bawahan pria tadi.
" Kalian mau apa ha? jangan macam-macam atau kami bakalan teriak" seru diana.
" Teriak aja cantik, kamu kira bakalan ada yang dengar ha dengan musik sekeras itu. Dasar gadis bodoh kalian, dilembutin sama bos malah membangkang"
Aduh, gimana ya? aku gak bisa ditangkap sama mereka begitupun caca. Kami pasti bakalan habis kalau ketangkep sama mereka batin diana. Diana kemudian melihat celah untuk mereka bisa berlari. Dia kemudian memberikan kode pada caca lalu mereka segera berlari karena tak tau jalan keluar mereka kemudian memasuki salah satu ruangan yang mereka sendiri tidak tahu ruangan apa itu.
Mereka segera mengunci ruangan tersebut agar tidak tertangkap.
" Na, gimana ini?"
" Ca, udah jangan panik ya. Jangan berisik karena kalau mereka denger kita disini bisa bahaya" bisik diana. Caca segera membungkam mulutnya dan badannya masih terlihat gemetar.
Diana dan caca kemudian melirik dalam ruangan tersebut yang terlihat sangat indah dan sangat rapi.
" Baru tau kalau di club ada ruangan kayak gini na" ujar caca pelan dan ia sudah lumayan tenang.
" Emang kamu udah berapa kali ke club ca?"
__ADS_1
" Baru sekali ini kok na, cuma kalau yang aku lihat di internet gak ada ruangan kayak gini"
" Iya sih, nuansanya beda banget. Bahkan suara berisik diluar gak kedengaran kesini lho"
Tiba-tiba dari kamar mandi, seorang pria tampak keluar dengan menggunakan handuk yang membuat diana dan caca terkejut. Diana segera menutup matanya sementara caca tampak begitu dalam menatap kearah pria itu.
" Siapa kalian ha? mau apa kemari?" pekiknya yang terlihat keheranan.
" Maafin kita, kita kesini cuma numpang ngumpet aja kok" jawab diana.
" Ngumpet, apa kalian pikir saya percaya? kalian pasti wanita-wanita bayaran kan. Lebih baik kalian pergi karena saya sama sekali tidak tertarik dengan kalian berdua" ujarnya yang membuat caca menjadi kesal.
" Heh! kalau mau ngomong itu mulutnya disaring dulu ngapa sih biar gak asal ngomong gitu. Kita bukan wanita yang ada dipikiran kamu ya" tegas ocha tak terima.
" alah, gak usah ngeles deh kalian. Kalau emang bukan pelac*r mau ngapain kalian kesini ha. Kalau udah sekalinya pelac*r tetap pelac*r jadi gak usah munafik"
" Kamu!" ujar ocha geram hendak menghampiri pria tersebut tetapi diana melarangnya.
" Tapi na, mulut ni anak harus diajarin biar gak sembarangan bicara"
" Caca, kita juga salah tau main masuk sembarangan ruangan aja jadi udah ya jangan bikin masalah makin ribet. Lebih baik sekarang diam aja dulu, setelah orang yang ngejar kita pergi baru deh kita keluar dari sini"
" Ini cuma karena kata-kata kamu aja ya na aku bakalan coba nahan buat gak emosi"
" Iya ca"
" Kalian bisik-bisik apa ha? " pekik pria tersebut.
" Maaf ya, kami memang salah karena sudah masuk ruangan kamu sembarangan tapi kami juga punya sebab kok kenapa kami masuk kesini"
" Sebab apa ha? kalian berdua sama aja, sama-sama murahan. Sekarang juga keluar dari sini!" usir pria tersebut yang membuat caca tak dapat menahan emosi lagi. Dia kemudian menghampiri pria tersebut dan menamparnya.
" Caca, kamu ngapain sih?" ujar diana terkejut dengan sikap sahabatnya itu.
__ADS_1
" Kamu!" seru pria tersebut yang terlihat emosi.
" Apa ha? makanya punya mulut itu dijaga jangan sembarang ngomong. Saya gak peduli anda siapa ya? kami kan juga udah bicara baik-baik sama anda kenapa anda malah nyolot gak jelas dan ngata-ngatain kami cewek gak bener ha. Asal kamu tau kalau gak kepepet kami juga gak akan mau masuk kesini" jelas caca.
Pria tersebut tampak maju mendekati caca yang membuat caca mundur perlahan.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
" Tuan bima, apa tuan sudah selesai? klien kita sudah menunggu tuan" ujar seseorang dari luar.
" Kamu lihat aja ya saya akan panggil pengawal buat nyeret kamu keluar dari sini" ujar pria itu pada caca yang membuat diana dan caca panik.
Gawat! kalau sampai ketahuan sama anak buah tadi bisa bahaya bukan buat aku tapi diana juga. Aku gak seharusnya panggil diana kesini yang buat dia juga ikut dalam bahaya. Aku gak bisa biarin ini, satu-satunya cara cuma harus membungkam pria ini tapi gimana? batin caca. Caca kemudian melihat kearah handuk pria tersebut dan tersenyum. Dia kemudian menariknya yang membuat diana menutup kedua matanya sementara pria itu segera berlari ke kamar mandi.
" Tuan! tuan" panggil orang itu lagi dari luar. Mendengar tidak ada jawaban mereka segera pergi. Saat diana dan caca merasa kondisi cukup aman, mereka segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian mengikuti seorang pelayan yang tampaknya akan keluar.
Bima yang yang selesai memakai pakaian dan hendak menceramahi caca tampak heran karena mereka berdua tidak ada lagi diruangan itu.
" Kemana mereka? mereka tidak boleh sampai lolos dari sini! berani-beraninya melawanku" pekiknya lalu ia menelpon anak buahnya untuk mencari mereka.
Diana dan caca yang kini berada diluar tampak memanggil taksi dan segera pergi.
" Ca, sebenarnya ada apa? kenapa kamu kesana ha?"
" Na, sebenarnya aku mau coba move on dari bos aku dan aku juga udah resign dari pekerjaan. Pria yang kamu lihat tadi jordan, dia awalnya baik na tapi tiba-tiba aja hari ini dia mengajak aku ke club kata dia cuma nemanin minta tanda tangan klien tapi dia malah mau macam-macam sama aku na. Ponsel aku lowbat na makanya aku cari bantuan lewat ponsel dia dan kebetulan nomor kamu yang aku ingat na makanya aku ngirim pesan itu terus-menerus na. Maafin aku ya buat kamu dalam bahaya juga" jelas caca sambil menangis.
Pantesan aku seperti mengenali pria itu, dia kan pria yang datang bersama karmila kerumah. Berani-beraninya dia mengganggu sahabat ku batin diana. Dia kemudian memeluk sahabatnya tersebut.
" Udah ya ca, yang penting sekarang kita baik-baik aja kan. Lain kali kalau mau kenalan sama cowok kamu seharusnya kenali dia dulu Caca jangan mau-mau aja diajak ketempat gak bener gitu"
" Iya na, makasih ya kamu udah nyelamatin aku"
" Sama-sama ca"
__ADS_1