
Dilain sisi tika tampak menghampiri perawat dan menanyakan dimana keberadaan pasien yang kecelakaan dijurang. Perawat tersebut segera mengantar tika menuju ruang jenazah. Disana ia melihat reyhan yang begitu terpukul akan kepergian diana. Dia segera mendekati reyhan.
" Rey" panggil tika yang membuat ratmi, karin dan reyhan melirik kearahnya bersamaan. Ekspresi wajah reyhan berubah seketika menjadi penuh amarah melihat tika berada disitu. Reyhan segera mendekati tika.
" Mau ngapain kamu disini? Pergi!"
" Rey, aku kesini mau lihat kamu rey. Aku tau kamu pasti sedih banget sekarang karena kehilangan diana" Ujar tika mencoba memberikan perhatiannya pada reyhan. Reyhan segera menarik tangan tika dan membawanya dengan paksa keluar dari rumah sakit tersebut. Melihat reyhan begitu kasar dengan tika membuat emosi arsen melunjak dan segera menonjok pipi reyhan.
" Arsen, kamu apa-apaan sih? " Pekik tika.
Sovia segera menghampiri mereka dan memegangi arsen yang hendak menonjok reyhan lagi.
" Cukup arsen!" Tegas sovia.
" Tapi dia kasar sama tika sov. Dia itu gak pantas tau gak buat tika"
" Kamu ngomong apa sih ar? Reyhan gak kasar sama aku cuma tadi akunya aja yang salah" balas tika membela reyhan.
" Belain aja terus tik! Mau sampai kapan kamu begini tik. Aku gak mau kamu itu menderita sama dia tik" sahut arsen.
" Udah siap drama-dramaannya. Arsen, lo dengerin gue ya! Gue gak pernah hianatin lho sedikit pun dan asal lo tau gue gak pernah punya perasaan apa-apa sama tika. Lagian hubungan pertunangan itu karena permintaan almarhum papa gue makanya gue gak bisa nolak. Gue terpaksa tunangan sama dia, yang buat gue jadi nyakitin lo dan seseorang yang gue sayang. Gue tau gue salah disitu tapi gue sama sekali gak ada niatan buat ngerebut tika dari lo. Satu hal lagi silahkan lo ambil tika lo ini karena gue sama dia gak punya hubungan apa-apa lagi " jelas reyhan lalu pergi meninggalkan mereka.
" Merebut. Maksudnya apa ar?" tanya tika.
" Tika lo gak usah pura-pura bego deh. Lo tau kan selama ini arsen suka sama lo tapi"
" Cukup sov!" Ujar arsen menyela.
" Kenapa? Kenapa arsen? Lo harus kasih tau dia semuanya. Cuma gara-gara dia persahabatan kita semua rusak tau gak" seru sovia lalu pergi meninggalkan arsen dan tika.
__ADS_1
" Arsen, kamu harus jelasin semuanya. Kenapa reyhan bilang kayak gitu? Dan kenapa sovia bilang kalau aku yang buat persahabatan kita semua hancur?"
Gimana cara gue jelasin ke lo tik? Gue sayang banget sama lo batin arsen.
Arsen hanya diam membisu tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh tika.
" Arsen! Kenapa kamu diam aja sih? Jelasin semuanya ar!" Pekik tika.
" Gue gak tau harus ngomong dari mana tik? Perkataan mereka gak usah lo dengerin"
" Arsen, pliss... Kasih tau aku semuanya. Kenapa kamu sama reyhan gak akrab lagi sejak pertunangan aku sama dia? Kenapa kamu seakan benci sama dia?"
" Karena gue sayang sama lo tik. Gue terlalu takut buat ngakuin semuanya, gue gak mau ngerusak pertemanan kita karena gue tau lo itu punya perasaan sama reyhan dan hal yang buat gue semakin terlihat bodoh gue masih tetap sayang sama lo sampai sekarang walaupun gue tau perasaan itu gak akan pernah dibalas" jelas arsen spontan.
Tika begitu terkejut mendengar pengakuan arsen.
" Gue tau setelah denger pengakuan gue lo bakalan benci sama gue tik. Gue udah berusaha buat ikhlasin lo sama dia tik tapi hati gue masih gak bisa terima. Gue terlalu sayang sama lo tik" jelas arsen lagi.
Perkataan arsen membuat tika terdiam sejenak dan berfikir.
Selama ini ada yang mencintai aku sampai sedalam ini tapi aku malah mengejar cinta orang yang sama sekali gak pernah nganggap aku ada batin tika.
Tika perlahan mendekati arsen dan memeluknya yang membuat arsen terkejut. Dari kejauhan sovia yang melihat hal tersebut hanya bisa meneteskan air matanya karena rasa cemburunya yang begitu dalam.
" Arsen, kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu suka sama aku?"
" Karena gue udah tau jawabannya tik makanya gue gak berani"
" Arsen! Gimana kamu mau tau jawabannya kalau kamu aja gak pernah berani buat ngungkapin perasaan kamu?" Pekik tika kesal.
__ADS_1
Aku tau mau gimana pun aku mengejar reyhan, dia gak akan pernah membuka hatinya buat aku karena yang ada dihatinya hanya diana seorang sementara disini ada arsen yang dari dulu selalu memberikan aku kebahagiaan. Dia gak pernah buat aku sedih walaupun sedikit saja. Semoga pilihan ku ini tepat ya tuhan batin tika.
" Maksud lo apa tik? Gue gak paham"
Tika pun melepaskan pelukannya dan mengajak arsen duduk terlebih dahulu.
" Aku cuma kepikiran aja Ar, selama ini aku yang selalu mencoba pertahanin hubungan pertunangan itu sama reyhan karena aku sayang sama dia. Tapi setelah mendengar perkataan aku sadar ar, kalau kita mencintai sesuatu itu bukan tentang kita harus selalu bersama dan memiliki dia tetapi lebih mengikhlaskan dia bahagia walaupun bukan dengan kita. Kamu tau Ar, saat kita masih kuliah dulu kamu yang selalu buat aku bahagia dan jagain aku. Awalnya aku berharap reyhan juga bisa bersikap begitu sama aku tapi selama aku jadi tunangan dia, dia gak pernah buat aku sebahagia saat aku sama kamu dulu ar. Jadi aku mutusin sekarang aku bakalan berusaha buat buka hati aku buat kamu arsen " jelas tika yang membuat arsen begitu bahagia.
" Lo serius tik! Lo lagi gak becanda kan"
" Aku serius arsen"
Arsen memeluk tika begitu erat dengan perasaan begitu bahagia. Sementara itu sovia yang melihat kejadian tersebut hanya bisa merasakan patah hati.
Semoga lo bahagia sama dia arsen batin sovia lalu pergi.
" Lo gak tau tik, gimana senangnya gue saat lo bilang begitu. Gue janji bakalan jadiin lo cewek paling bahagia di dunia ini " ujar arsen.
Dilain sisi jenazah yang dianggap reyhan adalah diana akan segera dibawa pulang untuk dimakamkan. Ratmi sebenarnya tak tega melihat kondisi reyhan yang seperti itu tapi dia juga tak ingin putrinya dalam bahaya lagi.
Karin mencoba mendekati putranya tersebut dan merangkulnya tetapi dengan cepat reyhan mengelak.
" Jangan pernah dekatin aku!" Pekik reyhan.
Ratmi segera mendekati karin yang terlihat sedih.
" Sabar rin, reyhan lagi sedih banget sekarang jadi alangkah baiknya kita kasih dia waktu buat sendiri dulu" seru ratmi.
Karin hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1