Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 134


__ADS_3

Tika kemudian keluar dari kamarnya mencari arsen disetiap sudut rumahnya tetapi bukannya bertemu arsen dia malah bertemu dengan seorang wanita paruh baya.


" Kamu siapa? Ngapain dirumah saya?"


" Perkenalkan non saya tini pembantu yang dipesan khusus oleh tuan arsen untuk menolong dan menemani non dirumah"


Oh ini pembantu yang dicari arsen. Kalau dilihat dari fisiknya sih kayaknya udah nikah dan punya anak. Bagus deh dia gak cari yang seksi lagi seperti sekretarisnya itu batin tika. Tika memperhatikan pembantu tersebut dari atas hingga bawah.


" Arsen dimana?"


" Aku disini sayang" jawab arsen yang tiba-tiba muncul dari arah dapur. Arsen membawa sepiring makanan ditangannya. Dia juga memakai celemek yang membuatnya seperti seorang koki handal.


Tika tertawa melihat arsen dengan gaya seperti itu. Dia melihat arsen dengan seksama. Dia masih tidak percaya bahwa lelaki dihadapannya ini adalah suaminya.


" Kamu ngapain dandan begini sih ar? Lucu banget " ujar tika yang merasa gemess pada arsen. Dia kemudian mencubit pipi arsen pelan. Arsen hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya.


Dia kemudian meletakkan sepiring makanan yang ia bawa tadi diatas meja makan. Lalu ia mempersilakan tika untuk duduk.


" Sayang, ini ada apaan sih? Kok kamu tumben romantis gini" tanya tika.


" Ya aku kepikiran aja tadi pas bangun tidur pengen masakin kamu sesuatu. Kamu kayaknya nyenyak banget tidur makanya aku gak mau bangunin kamu sayang lagian hari ini aku gak kekantor" jelas arsen.


" Kenapa gak kekantor sayang?"


" Karena kemarin aku udah selesaiin rapat buat hari ini sayang. Dikantor juga ada gadis yang bakalan ngurusin kantor. Aku seharian ini pengen sama kamu sayang"


" Jadi seharian ini kamu bakalan sama aku dong"


" Iya sayang"


" Yey..." Pekik tika terlihat begitu bahagia. Dia memeluk arsen dengan erat" I love you sayang"


" Love you too sayang"


Arsen kemudian melepaskan pelukannya dan tika duduk kembali. Arsen terlihat duduk disebelah tika. Dia kemudian menyuapi tika dengan penuh kasih sayang.


Saat sedang asyik saling suap-suapan makanan tiba-tiba ponsel arsen berdering. Tika langsung mengambil ponsel arsen dari sakunya. Tika langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.


' Halo'


' Halo nak'


Tika kemudian melihat layar ponsel arsen dan tertera nama mama. Tika segera memberikan ponselnya kepada arsen.


" Mama nelpon" lirih tika sedikit berbisik.


" Yaudah ngomong aja"

__ADS_1


" Aku harus ngomong apa ar?"


" Terserah kamu sayang, anggap aja mama seperti mami kamu sendiri"


Tika terlihat menarik napas dalam lalu berbicara kembali. Dia meloud speaker panggilan tersebut.


' Halo ma'


' Ini tika ya'


' Iya ma'


' Bagaimana kabar kamu dan arsen nak? Apakah arsen menyusahkan kamu '


' Alhamdulillah baik ma, mama sama papa gimana kabarnya? Mama tenang aja arsen gak nyusahin tika kok malahan kayaknya tika yang selalu nyusahin arsen'


' Syukurlah kalau kalian berdua baik-baik saja nak. Mama dan papa juga baik-baik saja disini sayang. Kamu bisa saja membela arsen nak tapi mama tau dia, dia selalu saja menyusahkan orang disekitarnya'


" Ma, arsen denger lho. Mama jangan buka rahasia dong ma" ujar arsen.


' Hahaha kamu tenang saja arsen, mama tidak akan membuka rahasia kamu'


' Rahasia apa ma?'


' Nanti kamu bisa tanyakan ke dia ya nak. Oh ya, mama menelpon kalian karena mama mau mengundang kalian berdua untuk makan malam dirumah nak'


' Makan malam, bagaimana dengan papa? Apakah dia memperbolehkan kami kesana ma'


' Mama serius?'


' Iya sayang. Makanya kalian jangan lupa ya, kalau begitu mama tutup dulu telponnya soalnya mama mau beli bahan masakan buat makan malam nanti'


' Iya ma'


Tika kemudian memutuskan telponnya. Wajahnya terlihat berseri-seri bahagia karena dia berpikir bahwa ayah arsen sudah mulai menerimanya.


Bukannya bahagia arsen malah terlihat melamun, dia tampak sedang berpikir keras.


" Sayang, kamu kok gak bahagia sih papa ngundang kita makan malam kerumah"


" Sayang, kamu ngerasa ada yang aneh gak sih. Kenapa tiba-tiba papa mau ngundang kita makan malam kerumah padahal dia selalu nentang pernikahan kita"


" Arsen, jangan mikir yang aneh-aneh ya. Seharusnya kamu seneng dong karena mungkin papa udah mulai bisa nerima aku sayang"


" Iya sayang aku seneng banget kalau memang seperti itu sayang" sahut arsen yang memeluk tika.


Kenapa papa tiba-tiba ngundang makan malam? Pasti ada yang gak beres. Aku harus cari tau batin arsen yang merasa masih ada yang janggal.

__ADS_1


Mereka melanjutkan melahap makanan. Setelah selesai, tika membawa piring tersebut ke dapur. Dia mencoba untuk mencuci piring tetapi ia merasa bingung bagaimana caranya. Arsen pun membantunya dari belakang yang menciptakan suasana romantis diantara mereka.


Setelah selesai mencuci, tika kemudian menghadap arsen. Dia melingkarkan tangannya pada leher arsen.


" Sayang, aku bakalan belajar masak dan lainnya mulai sekarang. Masa aku kalah sih sama kamu"


" Gak apa-apa sayang. Aku gak mau kamu kecapekan "


" Aku gak capek kok, aku kan strong woman"


" Haha iya deh strong woman aku. Sekarang kamu harus buktiin kalau kamu strong woman" seru arsen sambil menggendong tika. Arsen membawanya ke dalam kamar lalu menjatuhkan tika keatas ranjang.


" Arsen, kamu mau apa sih? Ini masih pagi lho"


" Emang kenapa kalau pagi? Kamu udah selesai kan"


" Maksudnya?"


" Selesai itu"


Tika pun berpikir keras apa yang dimaksud oleh arsen. Kemudian dia tertawa karena arsen membahas tentang tamu bulanannya.


" Iya aku udah selesai kok" jawab tika sedikit tertawa.


" Berarti bisa dong ya"


" Apaan sih arsen? Aku gak mau sekarang"


" Sayang, pliss... Aku udah nahan lho beberapa hari ini jadi sekarang kamu harus nurut ya gak boleh nolak"


" Tapi sayang"


Arsen memasang wajah iba yang membuat tika tidak tega menolaknya. Tika menganggukkan kepalanya dan arsen terlihat begitu senang. Dia kemudian membuka celemek yang ia pakai serta baju kaos yang ia pakai. Tika terlihat masih begitu takjub melihat tubuh kekar arsen walaupun ia sudah sering melihatnya. Mereka kemudian saling bercumbu dan melakukan hubungan layaknya suami istri.


Sementara itu diana baru selesai membersihkan dirinya walaupun dengan bersusah payah. Dia memang terbiasa melakukan semuanya sendiri makanya dia menyuruh para pelayan tadi keluar. Saat keluar dari kamar mandi diana terlihat agak sedikit kesusahan karena licin. Dia mencoba berjalan perlahan. Lalu ia segera memakai pakaiannya.


Setelah itu dia membuka pintu kamarnya dan begitu terkejut melihat pelayan berdiri didepan pintu.


" Kalian sedang apa?"


" Menjaga nona"


" Aduh gak perlu sampai seperti ini kan. Saya bisa sendiri kok"


" Nona ingin kemana?"


" Saya ingin kebawah untuk sarapan"

__ADS_1


" Nona lebih baik menunggu didalam kamar karena tuan reyhan melarang nona untuk naik turun tangga"


Reyhan! Kenapa kamu selalu membuat aku kesal batin diana.


__ADS_2