Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 144


__ADS_3

Vira menjelaskan semuanya pada tika yang membuat tika begitu terkejut karena arsen dan ayahnya memang sejak dulu tidak akur. Dia merasa begitu bersalah karena membuat arsen dan ayahnya semakin menjauh tetapi vira menyemangati tika dan mengatakan bahwa tika harus membantu dirinya untuk membuat arsen dan ayahnya baikan.


" Tika, mama sangat yakin keras kepala mereka berdua pasti lama-kelamaan akan berhenti juga. Kita hanya membutuhkan waktu untuk itu nak"


" Iya ma, tika janji bakalan bantuin arsen biar bisa akur sama papa ma"


" Makasih ya sayang, kamu memang menantu terbaik mama" seru vira sambil memeluk tika.


Sementara itu dikediaman diana, tiba-tiba saja reyhan datang dan menyuruh para pelayan untuk keluar. Diana tampak masih tertidur pulas. Reyhan kemudian duduk disebelahnya dan mencium kening diana.


" Na, aku bakalan jagain kamu sayang. Aku gak akan biarin siapapun buat nyakitin kamu " lirih reyhan pelan. Saat reyhan mengelus lembut kepala diana membuat diana terjaga. Diana menatap samar kearah reyhan.


Diana mengira dirinya sedang bermimpi karena reyhan seharusnya beberapa hari lagi baru pulang. Dia kemudian mengelus lembut wajah reyhan sambil menutup matanya kembali.


" Rey, kayaknya aku kangen berat sama kamu sampai-sampai kamu masuk ke mimpi aku. Aku sayang kamu rey, cepat pulang ya" ujar diana perlahan.


Reyhan hanya diam menahan tawa melihat tingkah diana. Diana terus meraba-raba wajah reyhan dan dia merasa heran kenapa mimpinya ini seperti nyata akhirnya dia membuka matanya kembali dan menatap reyhan dengan wajah penuh kebingungan. Dia begitu terkejut karena yang disebelahnya kini benar-benar reyhan.


" Rey" pekiknya.


" Iya sayang" jawab reyhan sambil tersenyum.


" Kamu kok bisa disini. Bukannya kamu seharusnya masih diluar kota ya?" tanya diana yang merasa bingung.


" Iya aku sengaja cepat pulang karena aku tau kamu itu pasti udah kangen banget sama aku" sahut reyhan.


" Apaan sih? Kamu kepedean. Siapa juga yang kangen?"


" Beneran nih, yaudah aku balik lagi deh kalau gitu" seru reyhan yang hendak berdiri tetapi diana langsung menarik tangannya " Bukannya kamu gak kangen ya? Kenapa narik tangan aku"


" Reyhan, udah deh. Aku lagi gak mau becanda. Kamu kenapa cepat pulang? Apa masalah disana udah selesai"


" Kamu tenang aja ya sayang masalah disana udah mulai berkurang kok dan aku juga ninggalin radit sama clarisa disana buat nanganin masalah disana"


" Oh gitu. Kenapa kamu gak ngabarin aku sih mau pulang?"


" Ya aku pengen buat surprise aja buat kamu sayang, gimana kamu senang gak? Oh ya aku punya sesuatu" seru reyhan sambil mengeluarkan tiket dari dalam jasnya.


" Itu apa rey?"


" Ini tiket keluar negeri sayang"


" Buat apa?"


" Aku rencananya mau ngajak kamu, zahra dan ibu liburan. Menurut kamu gimana?"

__ADS_1


" Sayang, aku kan masih sakit dan zahra juga masih sekolah jadi kayaknya gak mungkin kalau liburan sekarang"


Gimana lagi ya caranya biar bisa bawa diana jauh dari hanum? Disini pasti sangat berbahaya buat diana, zahra dan ibu. Aku harus segera membawa mereka pergi dari sini sebelum hanum menemukan mereka batin reyhan.


" Tapi aku udah pesan tiketnya dan sayang banget kan kalau kita gak pergi"


" Iya tapi kan kamu tau sendiri kondisi sekarang sayang. Lagian kenapa sih kamu mendadak banget ngajak liburannya. Seharusnya kamu tu bilang dulu atau diskusi dulu sama aku dan ibu kan. Jangan langsung beli tiket begini rey"


" Ya mau gimana lagi sayang, aku kan niatnya mau ngasih surprise tadi tapi kalau gak bisa gak apa-apa kok"


" Terus tiketnya gimana?"


" Biarin aja sayang"


" Tiket kamu gak akan sia-sia sayang"


" Maksud kamu apa sayang?"


" Tunggu bentar ya"


Diana kemudian mengambil ponselnya dan menelpon nomor irma.


' Halo '


' Ir, bukannya kamu kemarin bilang mau liburan ke negara A '


' Iya terus kenapa na?'


' Gini ir, reyhan beli tiket buat kesana tapi kita gak bisa pake gara-gara kondisi aku dan zahra juga lagi sekolah kan jadi kamu mau gak tiketnya'


' Beneran na'


' Iya lah ir, masa aku bohong sih'


' Wah kebetulan banget suami aku lagi dirumah nih. Nanti aku tanya kedua dulu ya, kalau dia setuju aku bakalan kesana sama suami dan anak aku buat jemput tiketnya'


' Oke ir'


' Yaudah aku tanya dia dulu ya, ntar aku telpon lagi'


' iya Irma, bye'


' bye'


Irma kemudian memutuskan telponnya dan segera menghampiri suaminya yang berada diruang kerjanya.

__ADS_1


" Mas" panggilnya sambil memeluk hanum dari belakang.


" Iya sayang, ada apa? Tumben kamu bangun jam segini biasanya juga siang" jawab hanum yang membereskan mejanya karena saat dia bersama irma, dia selalu mendahului irma dibandingkan pekerjaannya.


Irma kemudian menjelaskan semuanya pada hanum. Hanum terlihat berpikir sejenak karena ia kini masih memikirkan tentang reyhan tapi jika dia menolak keinginan irma hal itu pasti akan membuat irma sedih.


" Mas, kenapa diam? Mas gak mau ya"


" Kamu siapin aja semuanya ya sayang"


" Berarti mas mau dong"


Hanum menganggukkan kepalanya yang membuat irma bersorak begitu bahagia. Dia menciumi pipi suaminya tersebut sangking senangnya. Tiba-tiba dave datang menghampiri mereka.


" Jagoan papa sudah bangun nak?" ujar hanum sambil menggendong putra kesayangannya tersebut.


" Iya pa, tadi dave cari papa sama mama dikamar gak ada makanya dave kesini"


" Ada apa sayang? Tumben cari papa sama mama pagi-pagi begini"


" Dave, mau kita sarapan paginya diluar aja ya pa"


" Kenapa diluar sayang? Mama kan bisa masak buat kamu" timpal irma menghampiri dave dan hanum.


" Iya sayang, masakan mama juga gak kalah jauh rasanya sama koki-koki restoran bintang lima"


" Tapi dave pengennya hari ini makan diluar pa"


Hanum dan irma memang selalu memanjakan dave. Mereka selalu menuruti keinginan putra kesayangannya itu.


" Yaudah kita makan diluar. Sekarang dave siap-siap dulu ya sayang. Hari ini kita akan pergi kemanapun yang kamu mau sayang" seru irma.


" Makasih papa dan mama, Dave sayang papa dan mama" ujar dave sambil mencium pipi ayah dan ibunya. Lalu ia pergi bersiap-siap bersama pengasuhnya.


" Kita juga harus siap-siap mas" seru irma yang hendak pergi tapi hanum menarik tangannya yang membuat irma jatuh kedalam pelukannya.


" Ya ampun mas, jangan nakal gini dong. Ayo siap-siap sekarang"


" Bentar lagi aja siap-siapnya sayang, aku masih kangen sama kamu"


" Makanya jangan pergi kerja jauh-jauh terus dari aku"


" Ya mau gimana lagi sayang, kamu kan tau sendiri pekerjaan aku apa"


Hanum terlihat begitu manja dan lembut pada irma. Hal itu sangat berbanding terbalik dengan sikapnya kepada orang luar termasuk pengawalnya. Dia merupakan sosok yang kejam dan dingin.

__ADS_1


__ADS_2