Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 133


__ADS_3

Keesokan paginya diana tampak baru saja terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Saat melihat ke samping tempat tidurnya dia terkejut karena sudah ada beberapa pelayan yang siap melayaninya.


" Selamat pagi nona diana"


" Pagi, kalian ngapain disini?"


" Kami disuruh tuan reyhan untuk melayani nona karena nona masih sakit"


Reyhan lebay banget sih, cuma begini doang harus nyewa pelayanan segini banyak. Memang ya kalau orang kaya kerjaannya cuma buang-buang uang doang padahal nyari uang susah banget batin diana.


" Apa nona butuh sesuatu? Kami akan segera menyiapkannya nona"


" Saya gak butuh apa-apa kok, lebih baik kalian bantu-bantu bibik aja"


" Tapi nona tuan reyhan menyuruh kami untuk menjaga nona selama tuan tidak ada disini"


" Reyhan kemana?"


" Tuan mengatakan bahwa beberapa hari ini tuan mungkin tidak akan pulang nona karena tuan ada rapat diluar kota. Tadi tuan kemari tapi melihat nona tidur pulas tuan tidak tega membangunkan nona"


Reyhan rapat keluar kota kok gak bilang-bilang ke aku ya? Mungkin ada masalah yang mendadak kali ya makanya dia gak ngasih tau aku batin diana.


" Kalau ibu sama zahra mana?"


" Nyonya besar sedang mengantar nona kecil kesekolah nona. Nyonya besar bilang dia mungkin akan telat pulang karena hari ini nona kecil ada acara disekolahnya"

__ADS_1


" Oh begitu, Yasudah kalian keluar saja dulu ya karena aku lagi pengen sendiri nanti kalau aku perlu sesuatu aku bakalan panggil kalian"


" Baik nona"


Para pelayan tersebut pun keluar. Diana melihat bunga dan juga sebuah pesan yang terselip dibunga tersebut.


Diana sayang, maafkan aku ya karena gak sempat memberitahu kamu bahwa aku akan keluar kota sekarang. Ada masalah dengan perusahaan ku yang sangat urgent pagi ini. Aku tak tega membangunkan kamu makanya aku titip pesan lewat bunga ini. Mungkin ponsel ku juga tidak akan aktif beberapa hari ini sayang. Kamu jangan nakal ya disana dan selalu jaga kesehatan sayang. I Love youuu sayang, Orang yang selalu merindukanmu reyhan.


Setelah membaca surat reyhan, diana senyum-senyum sendiri. Dia begitu senang mendapat perhatian dan kasih sayang yang begitu besar dari reyhan.


Diana kemudian mengambil ponselnya untuk melihat pukul berapa sekarang.


" Astaga, gak biasanya aku bangun jam segini " lirih diana pelan. Dia kemudian bergerak perlahan untuk menuruni tempat tidur. Dia mengambil tongkatnya lalu berusaha untuk membersihkan tubuhnya karena dia merasa begitu lengket.


Dilain sisi reyhan yang baru saja turun dari pesawat. Dia ditemani oleh radit dan juga clarisa. Mereka segera menuju ke perusahaan reyhan yang sedang mengalami masalah.


" Bagaimana masalah sebesar ini bisa terjadi ha!" Pekik reyhan kesal.


" Maafkan kami pak bos"


" Apa kata maaf kalian bisa menyelesaikan semua kekacauan ini ha! Kalian tau kan kita sangat rugi besar akibat kecerobohan kalian!"


" Reyhan! Akhirnya kita ketemu juga ya" ujar seseorang dari belakang reyhan.


Hanum, bagaimana dia bisa disini? batin reyhan.

__ADS_1


" Kenapa rey? Kaget lihat saya ada disini ha! Kamu tau, ini baru permulaan kecil yang saya lakukan ke kamu rey" seru hanum.


" Mau apa kamu ha? Bukankah tidak ada masalah lagi diantara kita. Kenapa kamu masih saja mengganggu hidupku?"


" Cih.... Kamu tanya kenapa? Kamu memang laki-laki yang tak punya hati rey. Karena ulah kamu adik ku mengakhiri hidupnya. Seharusnya kamu tau kenapa saya melakukan ini, seandainya kamu tidak bersikap begitu dingin pada adikku dan tidak menolak dia didepan umum pasti adikku masih hidup sampai sekarang" jelas hanum dengan mata menyala.


" Hanum, aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kematian adik kamu. Aku sudah berapa kali mengatakan kepadanya agar menjauh tapi dialah yang selalu mengejar ku. Bukankah polisi sudah mengatakan bahwa dia kecelakaan. Seharusnya kamu mengerti itu hanum"


" Kecelakaan apa ha? Jika saja malam itu kamu datang menemuinya sekali saja rey pasti adikku masih hidup sampai sekarang"


" Hanum, aku tidak tau bahwa dia masih menungguku malam itu. Bukankah aku sudah mengatakan kepadanya aku tidak bisa datang kenapa dia malah masih pergi kesana. Seharusnya kamu bisa mencegahnya pergi bukan. Kenapa kamu melimpahkan semua kesalahan kepadaku ha!" Tegas reyhan yang tak terima selalu disalahkan oleh hanum.


Mereka memang selalu selalu bermusuhan sejak masih kuliah. Hanum memiliki adik perempuan yang begitu cantik bernama jia. Dia sangat menyukai reyhan saat pertama kali bertemu reyhan tetapi reyhan tak membalas perasaannya tersebut. Jia merupakan anak yang keras kepala dan dia selalu ingin mendapatkan apa yang dia mau. Mendapatkan reyhan merupakan sebuah tantangan baginya hingga hari itu tiba. Hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya dia sangat ingin reyhan menemaninya tetapi pada saat bersamaan reyhan tidak bisa menemui jia karena dia punya urusan pribadi dengan ayahnya. Reyhan telah mengabarkan hal itu sebelumnya pada hanum dan hanum juga telah mengatakannya pada jia tetapi jia yang keras kepala tetap saja menunggu reyhan ditaman.


Dia terus saja menunggu reyhan hingga hari mulai gelap. Karena reyhan tak kunjung tiba dan hari sudah semakin gelap akhirnya jia memutuskan untuk pulang. Dia begitu sedih, kecewa karena reyhan tak menemuinya. Dia berjalan sambil melamun hingga ia tak tau bahwa dirinya kini berada ditengah jalan. Hanum yang melihatnya dari kejauhan berpikir bahwa adiknya ingin bunuh diri karena reyhan yang tak kunjung tiba. Saat ingin menolong adiknya semuanya sudah terlambat karena jia terpental begitu jauh karena ditabrak mobil.


Kejadian itu masih teringat jelas dalam pikiran hanum. Dia tidak bisa melupakan kejadian tersebut sampai sekarang walaupun kejadian itu sudah lama berlalu.


Hanum kini menjadi seorang anggota mafia yang terkenal dikotanya. Dia selalu membenci reyhan setiap waktunya yang membuatnya berfikir akan menghancurkan kehidupan reyhan seperti reyhan menghancurkan hidupnya.


Beberapa pengawal langsung dikerahkan oleh radit untuk melindungi reyhan saat melihat anak buah hanum datang memasuki kantor.


" Rey, lihat saja apa yang akan aku lakukan sama kamu. Ini adalah awal dari kehancuran kamu rey, bersiaplah" tegas hanum yang tersenyum sinis lalu pergi bersama anak buahnya keluar.


Reyhan terlihat begitu kesal dengan ancaman yang diberikan oleh hanum. Dia kemudian memberikan arahan pada radit untuk mengadakan rapat.

__ADS_1


Sementara itu tika yang masih setengah sadar, dia meraba-raba kesebelahnya tetapi tak menemukan arsen. Dia kemudian membuka matanya dan melihat kesebelahnya.


" Arsen, dimana?" lirih tika sambil mencari keberadaan arsen. Dia beranjak dari tempat tidur dan mulai mencari arsen ke kamar mandi tetapi tak menemukan arsen. Dia jadi panik sendiri karena arsen selalu membangunkannya ketika ingin berangkat ke kantor.


__ADS_2