
Keesokan harinya, saat dimeja makan zahra terlihat cemberut sambil menatap makanan yang ada dihadapannya.
" Zahra sayang, kok makanannya cuma diliatin aja?" tanya diana.
" Zahra gak laper bunda" jawab zahra.
" Sayang, kamu jangan kesal-kesal lagi ya. Bunda sama ayah janji bakalan datang keacara pentas seni sekolah kamu" seru diana. Wajah zahra berubah seketika menjadi gembira.
" Beneran bunda?" Tanya zahra memastikannya.
" Iya sayang"
" Yeyy...." pekik zahra yang kegirangan" Yaudah zahra mau makan bunda, mau itu ya bunda"
" Iya sayang" jawab diana yang juga terlihat senang melihat putrinya senang. Dia kemudian mengambilkan makanan yang ditunjuk oleh zahra dan memberikannya.
Ponsel reyhan pun berdering dan ia segera mengangkatnya.
' Halo dit, ada apa?'
' Pak bos, mohon maaf mengganggu pak bos pagi-pagi begini. Ada yang harus saya sampaikan pak bos'
' Ada apa dit?'
' Nanti kita ada pertemuan dengan klien penting pak bos'
' Oh begitu, kenapa harus panik begini radit? kamu handle saja dia ya. Saya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan dit'
' Tapi pak bos bukannya pak bos sendiri yang berjanji dengan klien tersebut akan menemuinya secara langsung pak bos '
Astaga! Bagaimana aku bisa lupa dengan klien ini? Dia kan sangat susah sekali diajak bekerja sama. Kalau aku tidak datang pasti dia akan membatalkan kerjasama kami. Bagaimana ini? aku sudah berjanji dengan diana akan datang ke acara zahra nanti tapi bagaimana dengan klien ini? batin reyhan.
' Yasudah dit, nanti saja kita bicarakan ya. Kamu siapkan saja segala sesuatunya'
' Baik pak bos'
Reyhan kemudian memutuskan telponnya dan wajahnya terlihat bimbang. Dia tidak ingin mengecewakan zahra. Zahra terlihat begitu senang jika ia dan diana datang ke acara tersebut.
" Rey, ada apa?" tanya diana yang heran melihat wajah reyhan bimbang.
" Gak apa-apa na"
" Rey, jangan bohong. Aku tau pasti ada sesuatu kan, kamu kan janji gak akan bohong sama aku"
" Iya na, nanti aku jelasin ya. Kita makan dulu ya"
__ADS_1
" Beneran?"
" Iya na"
Mereka kemudian melanjutkan melahap makanan yang ada dihadapannya.
Setelah selesai makan zahra berangkat terlebih dahulu bersama ratmi karena dia akan gladeresik terlebih dahulu. Kini hanya ada diana dan reyhan dimeja makan.
" Rey, ada apa?"
" Kamu nih ya emang gak sabaran banget"
" Ih gak usah belit-belit rey, ada apa?"
" Gini na jadi tadi radit ngingetin aku kalau ada jadwal pertemuan sama klien dan kamu tau klien itu cuma mau meeting kalau sama aku langsung. Aku selama ini susah banget ngajak dia kerjasama na dan akhirnya setelah sekian lama dia mau tapi disisi lain ada zahra na. Kita harus datang ke acara dia kan. Kamu juga udah buat janji sama dia na makanya aku ngerasa agak bimbang tadi. Tapi aku udah mutusin kalau aku bakalan tetep datang keacara zahra kok na, aku gak mau dia sedih" jelas reyhan.
" Rey, klien itu kan penting banget buat kamu jadi kamu datangin aja dulu pertemuan itu. Lagian acaranya zahra kan mulainya siang jadi aku yakin pasti masih ke kejar kok"
" Iya juga ya sayang. Kok aku gak kepikiran ya"
" Yaiyalah dipikiran kamu itu kan adanya cuma aku " goda diana yang membuat reyhan tertawa.
" Hahaha kamu bener banget sayang. Yaudah aku bakalan ke kantor dulu ya nanti kamu aku jemput dirumah"
" Iya rey"
" Hati-hati dijalan sayang, jangan kebut-kebut bawa mobilnya"
" Iya sayang"
Diana pun melambaikan tangannya pada reyhan. Setelah reyhan tak tampak lagi ia segera masuk kedalam rumahnya.
Dilain sisi ternyata karmila dan jordan mengikuti zahra dan ratmi. Karmila terlihat sangat senang mendapat informasi bahwa zahra bukan anak kandung reyhan dan diana.
" Kar, kita ngapain malah ngikutin anak sama nenek tua itu sih?" tanya jordan penasaran.
" Aku punya rencana bagus dan"
" Rencana apa? jangan bilang kamu mau ngabisin mereka berdua"
" Ya enggaklah dan, aku masih punya hati juga kali. Aku cuma mau membantu anak tersebut mengetahui kebenaran tentang dia aja"
" Maksud kamu?"
Hadeuh, emang susah banget ngobrol sama orang bego kaya jordan. Untung aku butuh dia kalau enggak ya kali aku mau dekat-dekat dia batin karmila.
__ADS_1
" Jordan sayang, kamu kan tau kalau zahra itu bukan anak kandung diana dan reyhan"
" Terus?"
" Menurut kamu kalau zahra tau semua kebenarannya gimana?"
" Dia pasti gak percaya lah"
" Kamu nih ya, belum dicoba malah mau matahin semangat aku"
" Ya bukan gitu kar tapi kamu tau sendiri kan kalau zahra itu percaya banget sama diana dan reyhan. Mana mungkin dia bakalan percaya sama kita"
" Aku yang bakalan buat dia percaya"
" Gimana caranya coba?"
" Udah deh, kamu ikutin aja rencana aku nanti"
Mereka terus memperhatikan gerak gerik zahra.
Aku tau kalau hari ini zahra ada acara penting dan dia pasti sangat berharap kedua orang tua angkatnya itu bakalan datang tapi aku bakalan pastiin kalau diana sama reyhan gak akan bisa datang. Dia pasti kecewa dan sedih, aku bakalan masuk dan mencoba jadi orang baik lalu menghancurkan diana dan reyhan lewat gadis kecil itu batin karmila.
Sementara itu jason terlihat kesal karena diana tidak dapat menjaga dirinya saat ini.
Sialan! kenapa aku sial banget sih? udah kemarin seharian lihat diana sama reyhan mesra-mesraan sekarang mau ganggu diana malah dia gak bisa datang kesini batin jason kesal.
Ririn terlihat memasuki ruangan jason bersama seorang perempuan. Jason menatapnya dan merasa mengenali wanita tersebut.
" Ini bukannya cowok yang kemarin datang ke rumah kamu rin, kenapa bisa disini? dia kayaknya kelihatan baik-baik aja kok" ujar wanita tersebut.
" Sssttt... gak boleh asal bicara cha. Dia itu pasien VVIP disini. Dia sebenarnya udah sembuh cuma kayaknya lagi caper aja sama diana" bisik ririn.
" Apa? jadi dia mau jadi perebut bini orang" sahut ocha pelan yang membuat ririn tertawa. Melihat mereka berdua berbisik membuat jason merasa terganggu.
" Kalian ngomong apaan ha?" tegas jason.
" Gak ada jason, kami cuma cerita lucu-lucuan aja" sahut ririn.
" Kenapa dia ada disini rin? kan yang boleh masuk sini cuma kamu sama diana dan dokter ilham aja"
" Dia kesini cuma bentaran doang kok jason. Dia cuma mau ambil barang aja kesini" jawab ririn.
" Oh"
Ririn mempersilahkan ocha duduk disofa sementara ririn mengambil barang ditasnya. Tiba-tiba ponsel ocha menunjukkan panggilan video dari adam.
__ADS_1
Hadeuh gawat nih! Ngapain adam pakai nelpon segala sih batin ocha panik. Lalu ia menatap kearah jason yang membuatnya memiliki sebuah ide.