
Sore harinya clarisa terlihat sedang bersiap-siap untuk acara resepsi pernikahannya. Dia didandani khusus oleh make up profesional pilihan radit. Dia terlihat begitu bahagia hari ini.
Akhirnya semuanya berakhir dan aku sekarang bisa bersama kembali dengan radit batin clarisa girang.
Disisi lain radit terlihat berkumpul bersama teman-temannya. Reyhan dan ratmi pun ada diacara tersebut. Ratmi yang melihat zahra berlari kearahnya merasa begitu senang.
" Oma!" panggil zahra yang berlari kearah ratmi. Ratmi segera menangkap dan menggendong zahra dengan penuh haru.
" Zahra, kamu baik-baik aja kan sayang"
" Iya Oma, papa dion baik banget sama zahra tapi zahra sedih karena disana gak ada oma, ayah dan bunda " sahut zahra yang memeluk ratmi dengan erat.
" Zahra sekarang tenang aja ya sayang karena mulai hari ini zahra akan balik lagi kerumah sama oma" seru reyhan sambil mengelus lembut kepala zahra.
" Yang bener yah! Yeyyy akhirnya zahra bakalan tinggal sama oma, ayah dan bunda lagi" jawab zahra kegirangan. Ratmi menatap reyhan tajam karena masih tak percaya dengan apa yang dikatakan reyhan.
Dion kemudian datang menghampiri mereka. Ratmi makin mengeratkan pelukannya pada zahra karena tak ingin dion mengambil zahra darinya.
" Ibu tenang aja ya bu, saya gak akan ambil zahra lagi kok dari ibu"
" Maksud kamu apa?"
" Saya tau kalau ibu dan kak diana sangat menyayangi zahra bahkan melebihi saya. Saya juga yakin zahra akan lebih baik jika ibu yang mengasuhnya. Sebelumnya saya ingin meminta maaf bu karena mencoba mengambil zahra, saya sebenarnya tidak berniat melakukan itu tapi saya tidak punya pilihan lain lagi bu. Kak cla yang meminta saya melakukannya karena itu demi kebaikan bersama " jelas dion. Reyhan juga membantu menjelaskan semuanya yang membuat ratmi mengerti.
" Dion, ibu harap kamu bisa memegang kata-kata kamu itu. Ibu gak mau dilain hari kamu akan kembali merebut paksa zahra dari ibu dan diana"
" Ibu tenang saja ya, kalau perlu saya akan membuat surat perjanjian bahwa hak asuh zahra atas nama kak diana. Tapi saya masih boleh kan bu bertemu dan mengajak jalan-jalan zahra"
Ratmi hanya menganggukkan kepalanya. Perasaannya sekarang antara percaya atau tidak pada perkataan dion.
Tak lama clarisa tampak keluar dengan menggunakan gaun pengantin yang membuat radit dan beberapa tamu undangan lainnya pangling. Dia kemudian berjalan menuju kearah radit sambil tersenyum bahagia. Begitupun radit wajahnya terlihat berseri-seri sejak tadi.
Mereka pun duduk dibangku pelaminan dan menyambut para undangan yang datang. Arsen dan tika terlihat baru saja datang diikuti oleh sovia dan david yang juga baru sampai.
Melihat semuanya berpasangan mengingatkan reyhan pada diana yang kini tidak ada disampingnya. Dia begitu merindukan diana walaupun baru berpisah sebentar saja.
Diana, kamu dimana sih? Seharusnya kamu udah sampai kan sekarang batin reyhan. Dia kemudian mencoba menghubungi nomor diana tetapi nomornya tidak aktif, reyhan kemudian menelpon direktur rumah sakit dan hasilnya nihil karena nomornya tidak aktif. Kemudian dia menyuruh pengawalnya untuk menghubungi pengawal yang diatur untuk menjemput diana tetapi nomor mereka juga tidak aktif.
__ADS_1
" Mohon maaf pak bos, nomor mereka tidak aktif pak bos. Sepertinya mereka masih dalam perjalanan" ujar salah seorang pengawal.
" Baiklah kalau begitu, silahkan pergi" seru reyhan. Dia begitu tak sabar ingin bertemu dengan diana.
Sementara itu diana ternyata telah sampai dirumahnya. Dia sengaja menyuruh semua orang yang membawanya pulang untuk mematikan ponselnya agar reyhan tidak mengetahui bahwa ia telah sampai. Dia ingin memberikan pelajaran pada reyhan.
Dia kemudian masuk kedalam rumah dengan menggunakan tongkat. Para pengawal kemudian membawa barang-barang diana masuk kedalam.
" Eh non diana, sudah pulang non"
" Iya bik"
" Astaghfirullah! Non kaki non kenapa?" tanya pembantunya yang begitu terkejut saat melihat kaki diana terbalut perban.
" Gak apa-apa kok bik, cuma insiden kecil aja waktu disana. Oh ya, ibu sama zahra mana bik"
" Itu non, anu... Itu non zahra dia..."
" Zahra kenapa bik? Dia sakit? Atau apa buk?" tanya diana yang begitu khawatir.
" Terus kenapa bik?"
" Non zahra mulai sekarang tinggal bersama ayah kandungnya non karena disidang kemarin hak asuh non zahra jatuh kepada ayah kandungnya"
" Apa? Gimana bisa bik? Itu gak mungkin kan bik! Dan sidang apa? Kenapa saya gak diberitahu bik?" seru diana yang terlihat kesal.
" Bibik juga kurang tau non, yang bibik tau sekarang non zahra tinggal dengan ayah kandungnya"
Ini gak bisa dibiarin! Aku harus segera menjemput zahra pulang batin diana.
" Reyhan dimana buk?"
" Tadi pergi keluar bersama ibu non"
" Kemana?"
" Sepertinya ada acara pernikahan non"
__ADS_1
" Pernikahan siapa bik?"
" Sekretarisnya tuan reyhan yang namanya clarisa kalau tidak salah non"
" Apa? Dimana alamatnya bik?"
Pembantunya segera memberikan alamat dan diana pun pergi menyusul kesana. Raut wajahnya terlihat begitu kesal sekaligus khawatir.
Apa reyhan yang akan menikah dengan sekretaris itu? Apa jangan-jangan reyhan nikah sama dia agar hak asuh zahra jatuh ke tangan aku. Gak! Aku gak boleh biarin pernikahan itu berlangsung. Aku gak mau kehilangan reyhan lagi batin diana.
" Pak, bisa lebih cepat menyetir mobilnya. Saya sekarang sedang buru-buru pak"
" Ini sudah kecepatan penuh non"
Sementara reyhan terlihat bermain bersama zahra dipesta tersebut. David kemudian menarik tangan sovia ke atas panggung yang membuat sovia terkejut.
" David, kamu apa-apaan sih?" Lirih sovia pelan.
" Sovia, aku tau kita memang dijodohkan oleh orang tua kita. Aku juga tau awalnya memang diantara kita tidak ada perasaan apa-apa tapi akhir-akhir ini aku merasa kamu itu something special dihidupku. Sovia will you marry me?" seru david dengan suara lantang sambil bersimpuh memegang tangan sovia.
Sovia begitu terkejut mendengar perkataan david yang begitu tiba-tiba melamarnya. Para tamu undangan tampak bersorak agar sovia menerimanya.
David! Kenapa lo buat gue dalam situasi aneh gini sih? Kalau gue terima lo, gue takut itu bakalan nyakitin lo gara-gara gue belum memiliki perasaan apa-apa sama lo tapi kalau gue nolak lo itu bakalan jadi masalah buat hubungan tika dan arsen batin sovia bingung. Dia tak tau harus menjawab apa.
Dia kemudian menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Lalu ia menjawab pertanyaan david.
" Yes, i will" ujar sovia yang membuat david begitu gembira. Ia segera menggendong sovia dengan perasaan bahagia.
" David, turunin gue. Malu ih diliatin orang" lirih sovia pelan. David pun menuruti keinginan sovia lalu ia memasang cincin pada jari manis sovia.
" Makasih ya sov, gue janji bakalan ngasih semua kebahagiaan buat lo" seru david.
David, maafin gue. Gue gak tau harus jawab apa lagi. Kalau lo tau yang sebenarnya gue harap lo gak akan benci sama gue dav, gue seneng jadi sahabat lo tapi kalau untuk lebih dari itu gue masih takut dav. Gue masih trauma karena perasaan gue yang gak dibales sama arsen jadi semoga lo nanti bakalan ngerti ya batin sovia. Dia sebenarnya merasa bersalah tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti dan diana terlihat keluar dari mobil tersebut yang masih memakai celana jeans dan juga baju kaos.
" Hentikan pernikahan ini!" Teriak diana sambil berjalan dengan tongkat.
__ADS_1