
Diana menatap Reyhan dengan tajam.
" Kamu kenapa sih Rey? Aku kan udah bilang lupain masalalu kita! Kenapa kamu selalu aja bahas masalalu kelam itu. Aku mau pulang sekarang" ujar Diana sambil pergi menuju mobil
Reyhan pun mengikuti Diana dan mengantarnya pulang. Diana hanya diam menatap kearah kaca mobil.
" Na, maafin aku" seru Reyhan
" Maksud kamu apa?" Jawab Diana dengan wajah datar
" Aku banyak salah ke kamu Na. Makasih buat hari ini, aku udah berusaha keras seharian ini buat kamu bahagia dan senang didekat aku tapi kayaknya aku malah buat kamu semakin kesal dan gak senang. Aku sadar kok Na kesalahan aku dimasalalu itu pasti nyakitin banget sehingga kamu kayak gini sama aku, tapi aku bakalan terus berusaha na biar kamu bisa maafin aku" jelas Reyhan dengan nada serius
Diana hanya mendengarkan perkataan reyhan tanpa menjawabnya. Suasana di dalam mobil kembali hening.
Tak lama Diana pun sampai didepan rumahnya. Diana langsung turun tanpa berkata sepatah kata pun. Ia segera berlari masuk kedalam rumahnya. Reyhan pergi meninggalkan halaman rumah Diana.
Didalam rumah tampak Zahra dan ibunya sedang menunggunya.
" Bunda, kok lama banget pulangnya" ujar Zahra sambil berlari kearah Diana
" Maaf ya sayang bunda tadi banyak kerjaan makanya telat pulang" Sahut Diana sambil mencium pipi Zahra dan menggendongnya
" Zahra sayang, ayo sini sama Oma kasihan bunda pasti capek habis kerja" seru Bu Ratmi
" Gak mau Oma. Zahra mau digendong bunda" tolak Zahra yang langsung memeluk Diana erat
" Udah Bu, biarin aja Zahra aku gendong" balas Diana pada Bu Ratmi
" Yasudah kalau begitu. Oh ya, tadi ibu nelpon kamu tapi kok ibu malah denger suara cowok sih yang jawab?" Tanya Bu Ratmi penasaran
" Ohh itu Bu.. itu tadi ponsel Diana tinggal di ruangan Bu mungkin teman Diana yang ngangkat" ujar Diana
" Oh begitu. Yasudah kamu mandi dulu sana habis itu langsung makan malam" pinta Bu Ratmi
Diana tampak menganggukan kepalanya. Lalu pergi menuju kamarnya sambil menggendong Zahra.
" Zahra kok belum bobo sih sayang, inikan udah malam banget" ujar Diana sambil meletakkan Zahra diatas tempat tidur
" Zahra gak bisa tidur bunda kalau gak dengerin dongeng bunda" balas Zahra
" Kan Oma ada sayang, kenapa gak minta diceritain sama Oma aja?" Seru Diana
" Gak mau bunda. Zahra maunya bunda yang ceritain. Zahra pengen tidur sama bunda boleh gak?" Ucap Zahra
" Yaudah malam ini Zahra bobo sama bunda ya" sahut Diana tersenyum
Zahra terlihat sangat bahagia dan melompat-lompat diatas tempat tidur.
" Hati-hati jatuh sayang" pekik Diana
__ADS_1
Zahra pun berhenti melompat dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Diana membacakan dongeng pada Zahra hingga Zahra tertidur.
Bu Ratmi datang menghampiri mereka.
" Zahra udah tidur?" Tanya Bu Ratmi
"Sssttt Zahra baru tidur Bu" sahut Diana pelan
Diana dan Bu Ratmi bergegas keluar.
" Kamu belum mandi na?" Tanya Bu Ratmi
" Belum Bu, Diana bacain dongeng dulu tadi buat Zahra" sahut Diana sambil memakan makanan yang sudah disiapkan Bu Ratmi
" Diana apa kamu benar-benar ada dirumah sakit tadi?" Tanya Bu Ratmi lagi
Diana tampak tersedak, dia langsung meminum air yang ada dihadapannya.
" Pelan-pelan dong na makannya" seru Bu Ratmi sambil mengelus punggung Diana
" Iya Bu. Diana emang ada dirumah sakit kok seharian ini Bu kalau ibu gak percaya tanya Ririn aja Bu" jelas Diana
" Ibu percaya kamu kok Na, cuma tadi salah satu perawat yang kerja dirumah sakit yang sama dengan kamu datang kesini. Dia bilang dia gak liat kamu dari pagi dirumah sakit makanya dia kemari" jelas Bu Ratmi
" Mungkin dia nyari nya gak teliti Bu. Diana dari tadi ada diruangan kok " balas Diana
" Hmm mungkin juga na, yaudah kalau gitu kamu cepat makannya ya habis itu mandi dan langsung istirahat" ujar Bu Ratmi
" Rey, kamu lama banget sih pulangnya. Ini aku sama mama udah buatin kue kesukaan kamu Rey, ayo dicobain" ujar tika sambil menyodorkan potongan kue pada Reyhan
" Aku udah kenyang" jawab Reyhan dingin dan langsung pergi menuju kamarnya
Tika dan Bu Karin tampak kecewa dengan perlakuan Reyhan. Mereka pun segera duduk di sofa ruang tamu dan menyantap kue buatan mereka.
" Ma, kapan sih Reyhan bisa gak bersikap kayak gitu ke kita" ucap Tika
" Sabar ya sayang, mama yakin Reyhan pasti akan berubah suatu saat nanti" sahut Bu Karin
" Tapi kapan ma? Tika udah berusaha selama beberapa tahun ini mendekati Reyhan dan terus bersabar sama sikap Reyhan tapi apa ma dia selalu bersikap seperti itu sama Tika ma" seru Tika sambil memeluk Bu Karin
Bu Karin membelai lembut rambut Tika.
***
Pagi harinya Diana dan Zahra tampak masih tertidur pulas. Bu Ratmi tidak membangunkan nya karena hari ini merupakan hari libur. Bu Ratmi dengan keahliannya memasak makanan yang terlihat begitu lezat. Diana terbangun karena suara pesan ponselnya.
'Halo na, ini aku David sepupunya Ririn'
'Iya kak, ada apa?' Balas Diana
__ADS_1
David langsung menelpon Diana saat menerima balasan Diana.
" Halo Na, apa kamu sibuk gak hari ini?" Tanya David
" Gak kak. Emangnya kenapa kak?" Jawab Diana
" Kita jalan yuk itupun kalau kamu mau" ajak David
" Jalan kemana kak?" Balas Diana
" Kemana aja asal kamu bahagia" ucap David
" Jam berapa kak" tanya Diana to the point
" Kamu bisanya jam berapa?" Balas Andre
" Hmm kalau sore aja gimana kak soalnya pagi ini Diana kayaknya gak bisa kak" ujar Diana
" Yaudah gak apa-apa. Sampai jumpa nanti sore" seru David
" Iya kak" balas Diana lalu menutup telponnya
Zahra datang menghampiri Diana.
" Bunda nelpon siapa?" Tanya Zahra yang ternyata sudah bangun sejak tadi
" Bunda telpon temen bunda sayang" ujar Diana sambil mengelus rambut Zahra
" Oh temen bunda. Bunda ayah kapan pulang sih?" Ucap Zahra
Pertanyaan itu selalu membuat Diana bingung bagaimana cara menjawabnya.
" Memangnya kenapa sayang?" Ujar Diana yang tampak panik
" Zahra pengen ketemu ayah bunda. Di sekolah temen-temen Zahra pada ditemenin ayahnya, Zahra kan juga mau ditemenin sama ayah bunda" jelas Zahra yang terlihat sedih
" Zahra sayang, kamu kan tau ayah lagi kerja sekarang jadi..." Belum selesai Diana berbicara, Zahra lalu memotongnya
" Iya bunda Zahra tau dari dulu Bunda juga bilang gitu tapi ayah gak datang-datang juga bunda. Apa ayah gak sayang sama Zahra?" Ujar Zahra menangis dan berlari ke tempat Bu Ratmi
Diana langsung mengejarnya dan melihat Zahra memeluk Bu Ratmi. Bu Ratmi memberi kode pada Diana agar dia tak mendekati Zahra dulu.
Diana pun kembali kekamar nya. Diana selama ini memang membohongi Zahra bahwa ayahnya sedang bekerja karena dia tak ingin melihat Zahra sedih. Diana juga tidak memberi tau Zahra bahwa indah adalah ibu kandungnya. Diana selama ini dianggap ibu kandung oleh Zahra. Sebenarnya Bu Ratmi tak setuju dengan keinginan Diana akan tetapi demi kebaikan Zahra Bu Ratmi pun menurutinya.
cast pemeran Zahra
cast pemeran David
__ADS_1