Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 116


__ADS_3

Diana begitu senang bisa berbaur bersama mereka.


" Kalian cuma bertiga aja datang kesini"


" Sebenarnya kami ada beberapa orang lagi cuma yang lainnya lagi berpencar buat nolongin orang yang belum ketemu sampai sekarang gara-gara bukit longsor itu"


" Apa? Memangnya masih ada orang yang belum ketemu"


" Iya na, beberapa keluarga melaporkan bahwa sanak saudaranya belum ada yang ketemu. Kemungkinan besar masih ada yang tertimbun longsor atau pohon-pohon disana"


" Kenapa kalian disini dan tidak ikut menolongnya?"


" Kami sudah sejak beberapa hari lalu membantu mencari orang itu na dan sekarang kami disuruh untuk istirahat serta merawat pasien yang disini dulu sementara yang lainnya mencari disana"


" Lalu kenapa kami tidak dikerahkan untuk mencari kesana?"


" Aku juga kurang tau na, mungkin karena kalian baru sampai makanya disuruh istirahat terlebih dahulu na"


" Enggak bisa gitu dong. Diluar sana masih banyak yang butuh pertolongan aku harus segera kesana" ujar diana yang bergegas menemui galang ditendanya.


" Galang!" panggil diana yang membuat galang terkejut. Galang terlihat sedang bersiap-siap sambil membawa tas.


" Diana, kenapa kamu bisa disini?"


" Kenapa kamu gak bilang dirapat tadi kalau masih ada orang yang belum ditemukan?"


" Ya karena tugas kita hanya merawat pasien yang sudah ditemukan saja na"


" Lang, pokoknya aku bakalan ikut kesana untuk mencari korban yang belum ditemukan"


" Diana, disana terlalu berbahaya. Kamu lebih baik disini saja karena disini juga banyak pasien yang butuh pertolongan kamu"


" Galang, apa kamu tau? Kalau semakin banyak orang yang membantu mencari korban itu kemungkinan besar kita juga bisa lebih cepat menemukan mereka. Pokoknya aku gak mau dengar penolakan dari kamu. Aku bakalan ikut cari mereka" ujar diana yang terlihat hendak pergi.


" Tunggu na! " Seru galang yang membuat diana menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah galang.

__ADS_1


" Ada apa lagi?"


" Aku sebenarnya juga ingin mengajak kamu mencari pasien na tetapi direktur melarang hal itu karena sangat berbahaya. Kamu kan tau sendiri jika kamu sampai terluka sedikit saja reyhan pasti akan marah besar dan itu dampaknya pada rumah sakit kita na" jelas galang.


Reyhan! Kenapa kamu harus begini sih? Aku gak mau dibeda-bedakan seperti ini rey, aku ingin sama seperti mereka tapi kenapa kamu sepertinya malah makin mempersulit pekerjaan ku disini batin diana.


" Aku bakalan tanggung jawab lang. kalian tenang aja kalau terjadi apapun sama aku, reyhan gak akan pernah ngelakuin hal yang merugikan bagi rumah sakit. Itu janji aku lang" ujar diana yang kemudian kembali ke tendanya untuk bersiap-siap.


Dia berjalan dengan begitu tergesa-gesa yang membuat ririn heran.


" Na, mau kemana?ini udah malam lho. Kamu gak istirahat" seru ririn.


" Aku mau pergi cari korban yang belum ketemu rin"


" Apa? Bukannya dalam rapat tadi galang bilang korbannya udah ketemu semua"


" Dia bilang begitu biar aku gak ikut mencari korban itu rin. Ini semua atas perintah direktur. Dia gak mau aku terluka karena kalau aku sampai kenapa-kenapa reyhan pasti akan merah besar"


" Kalau kamu udah tau begitu kenapa kamu masih ingin pergi na? Kamu kan tau kalau reyhan marah besar bisa-bisa rumah sakit itu hancur nanti na"


" Kamu percaya sama aku deh rin, aku jamin reyhan gak akan berani macam-macam. Kita harus segera menolong para korban itu rin bukannya malah santai-santai disini. Kamu harus ingat dong tujuan kita kesini buat nolong para korban bukan untuk santai-santai" tegas diana yang kini telah siap. Dia membawa tas yang berisi beberapa obat yang mungkin bisa diberikan pada pasien untuk pertolongan pertama.


Setelah mereka siap, mereka segera menghampiri galang dan pergi bersama-sama relawan lainnya kesana. Galang terlihat memandangi diana yang begitu bersemangat untuk menolong pasien. Sementara ririn begitu senang karena merasa galang sedang memperhatikannya.


Aduh kayaknya Galang makin suka deh sama aku karena aku ikut nyari korban yang belum ditemuin. Ya ampun! Aku harus fokus buat nyari pasien sekarang baru setelah itu sama galang batin ririn.


Tak lama mereka sampai ketempat tujuan. Terlihat begitu berantakan dan beberapa bangunan juga hancur akibat bencana gempa bumi dan longsor yang menimpa kampung tersebut. Terlihat juga beberapa orang yang membawa beberapa pasien yang telah ditemukan.


Galang pun memberikan arahan lalu mereka segera berpencar untuk mencari pasien. Mereka dibagi dalam kelompok. Satu kelompok berisikan tiga orang. Untuk keamanan diana akhirnya galang memutuskan untuk satu kelompok dengan diana dan ririn. Lalu mereka segera mencari korban.


Ririn terlihat begitu bahagia karena satu kelompok dengan galang. Mereka mulai mencari dititik-titik yang diyakini adanya korban disana. Mereka juga mencari kesebuah bangunan tua yang sudah runtuh sebagian. Itu merupakan sebuah pabrik usaha milik seorang pengusaha. Bangunan tersebut terlihat begitu rapuh.


" Diana, sebaiknya biarkan tim sar saja yang mencari kedalam bangunan itu karena terlalu bahaya bagi kita untuk kesana na" seru galang.


" Iya na, sepertinya bangunan ini akan runtuh semua na. Aku takut kalau terjadi gempa susulan akan membuat kita dalam bahaya" timpal ririn.

__ADS_1


Dia pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam tetapi ketika ia ingin pergi ia seperti mendengar suara dari dalam.


Sepertinya ada orang disana, aku harus masuk batin diana. Dia segera masuk kedalam tanpa berpikir panjang lagi yang membuat ririn dan galang terkejut. Benar saja apa yang mereka takutkan gempa susulan pun terjadi. Mereka terlihat panik karena diana berada didalam gedung tersebut.


" Galang, bagaimana ini?"


" Kamu segera cari bantuan, aku akan membawa diana keluar"


" Tapi terlalu bahaya didalam galang"


" Ririn! Lebih baik segera cari bantuan ya dari pada hal yang tidak kamu inginkan terjadi" perintah galang yang ikut masuk kedalam gedung menyusul diana. Ririn pun segera mencari bantuan.


Galang berjalan dengan begitu hati-hati karena beberapa puing-puing bangunan terlihat sudah mulai berjatuhan.


Beberapa menit kemudian akhirnya dia menemukan diana yang sedang bersembunyi bersama dua orang lansia. Galang pun menghampirinya.


" Diana, kamu baik-baik aja kan. Apa kamu terluka?" seru galang yang terlihat cemas.


" Kamu tenang aja lang, aku baik-baik aja kok. Kita harus segera bawa kakek dan nenek ini keluar galang. Aku udah memberikan pertolongan pertama pada mereka tapi mereka harus segera dibawa keluar dari sini" jelas diana.


" Yaudah ayo kita perlahan keluar dari sini. Ikuti aku ya"


Diana menganggukkan kepalanya dan mereka segera berjalan perlahan menuju keluar. Galang membopong salah satu lansia tersebut sementara diana membopong yang lainnya. Mereka terlihat begitu hati-hati karena puing-puing masih berjatuhan.


Ditengah perjalanan diana melihat sebuah puing besar akan menimpa galang. Dengan cepat dia mendorong galang dan akhirnya bongkahan tersebut menimpa kakinya.


" Akhhhhhhhhhh" pekik diana kuat. Galang terlihat panik dan mencoba untuk menolong diana.


" Gak usah peduliin aku galang cepat bawa kakek sama nenek ini keluar!" Perintah diana.


" Tapi kamu gimana na?"


" Aku baik-baik aja. Cepat bawa mereka keluar galang!"


" Na, aku gak bisa ninggalin kamu disini"

__ADS_1


" Galang aku mohon! Kita gak ada waktu lagi buat berdebat cepat bawa mereka keluar! " seru diana sambil menahan rasa sakit " Cepat keluar galang!"


Galang pun segera membopong kedua lansia tersebut keluar.


__ADS_2