Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 14


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Diana selalu bangun pagi dan menolong ibunya di dapur. Setelah selesai menolong ibunya, Diana segera bersiap-siap kesekolah.


Dimeja makan Bu Ratmi dan indah sudah duduk menunggu Diana. Diana datang dan duduk, Bu Ratmi tampak hanya diam dan melahap makanan yang ada dihadapannya. Suasana dimeja makan hening tak seperti biasanya.


Apa ibu masih marah ya sama aku? Ujar Diana dalam hatinya sambil melirik kearah ibunya


" Kak Diana, nanti beliin indah siomay dekat sekolah kakak ya soalnya indah lagi pengen makan itu kak" ujar indah membuka pembicaraan


" Iya ndah. Cuma itu aja kan" sahut Indah


" Iya itu aja kak" balas Indah


Setelah selesai makan Diana pun berpamitan pada Bu Ratmi dan Indah. Bu Ratmi masih tampak acuh tak acuh pada Diana.


Sepanjang jalan menuju tempat Reyhan menjemputnya Diana terus saja memikirkan ibunya. Hingga Diana sampai di simpang dan tidak melihat mobil Reyhan disana.


" Reyhan dimana ya? biasanya udah datang jam segini tapi kok gak ada ya" Guman Diana


Diana menunggu Reyhan disitu tapi tak kunjung datang. Diana pun menghubungi Reyhan.


" Halo Rey kamu dimana?" Tanya Diana


" Halo, maaf Reyhannya baru aja berangkat soalnya dia bangun telat tadi" ujar seorang wanita


" Maaf ini siapa ya kok ponsel Reyhan ada sama kamu?" Tanya Diana


Dari kejauhan tampak mobil Reyhan datang dan menghampiri Diana. Telponnya pun terputus


" Maaf sayang aku telat" ujar Reyhan


" Ponsel kamu mana?" Tanya Diana


" Astaghfirullah, kayaknya ponsel aku tinggal dirumah deh sayang. Kita berangkat sekarang ya sayang" jelas Reyhan

__ADS_1


Reyhan dan Diana segera bergegas menuju ke sekolah.


" Rey, tadi aku nelpon kamu tapi cewek yang angkat. Itu siapa ya Rey?" Tanya Diana penasaran dengan orang yang mengangkat telpon Reyhan tadi


" Oh itu, mungkin pembantu dirumah aku sayang" jawab Reyhan


" Oh, pembantu ya." Ucap Diana


" Iya sayang" sahut Reyhan sambil mengacak-acak rambut Diana


" Reyhan, jangan diberantakin dong rambut aku" ujar Diana sambil menghindari tangan Reyhan yang nakal


Reyhan hanya tersenyum melihat Diana.


" Oh ya sayang. Kamu serius gak apa-apa semalam?" Tanya Reyhan


Diana tampak diam sejenak lalu menjawab Reyhan dengan senyuman dan berkata


" Sayang, kamu harus janji ya sama aku. Kalau ada masalah apapun kamu harus selalu terbuka sama aku. Aku bakalan selalu ada buat kamu sayang" seru Reyhan


" Iya sayang, aku bakalan cerita sama kamu kok kalau aku ada masalah apapun itu sayang" jawab Diana sambil menyenderkan kepalanya di lengan Reyhan


Reyhan pun mencium kepala Diana dengan lembut.


Sesampainya di sekolah Diana dan Reyhan segera turun dan menuju ke kelasnya masing-masing. Tampak Caca, Ririn dan Irma menghampiri Diana.


" Diana, kamu tau ga aku ada masalah besar sekarang" ujar Caca


" Masalah apa Ca?" Tanya Diana sambil meletakkan tasnya


" Hari ini ada ulangan matematika dadakan Diana " seru Caca sambil memegang pundak Diana


" Ya Ampun Caca aku kira ada masalah apaan taunya cuma ulangan doang" balas Diana

__ADS_1


" Iya ini masalah besar buat aku Na, kamu kan tau aku tu lemah banget di matematika. Sedangkan menghapal aja nilai aku dapat pas-pasan doang apalagi dadakan gini bisa nol nilai aku Na " jelas Caca


" Caca sayang jam pelajaran Bu Nini kan sebentar lagi lebih baik kamu menghapal sekarang dari pada gak bisa jawab ulangan nanti" ujar Diana memberi saran


Caca langsung patuh saja pada perkataan Diana. Ia langsung mencari buku matematika dan menghapalnya. Ririn, Irma dan Diana hanya bisa tertawa melihat tingkah Caca yang selalu panik setiap ada ulangan dadakan.


Begitulah hari demi hari Diana tetap menjalani hubungan nya dengan diam-diam dan secara hati-hati dengan Reyhan. Hingga beberapa bulan kemudian ayah Reyhan ternyata mengetahui hubungan Reyhan dengan Diana.


Saat sedang asyik bersantai dikamarnya ayah Reyhan tiba-tiba datang menghampirinya sambil melemparkan beberapa foto ke hadapan Reyhan.


" Apa-apaan ini Rey?" Bentak ayahnya Reyhan


Reyhan pun melihat foto-foto yang dilemparkan ayahnya dan melihat foto dia bersama Diana.


" Papa dapat ini darimana?" Tanya Reyhan tampak sedikit panik


" Kamu gak perlu tau. Papa minta kamu segera putusin hubungan kamu sama gadis itu" seru ayahnya Reyhan dengan wajah emosi


" Tapi kenapa pa? Pa Reyhan sayang sama Diana pa. Reyhan gak bisa hidup tanpa Diana pa jadi Reyhan mohon sama papa tolong restuin hubungan Reyhan sama Diana pa" pinta Reyhan sambil memohon pada ayahnya


" Reyhan papa gak Sudi punya menantu dari kelas bawah kayak dia dan kamu juga taukan reputasi keluarga dia itu buruk dimasyarakat. Papa gak akan pernah mau terima dia jadi menantu dari keluarga kita. Reyhan emang kurang apa yang papa berikan sama kamu selama ini, papa cuma minta satu kamu harus mencari pasangan yang sederajat dengan kita dan punya reputasi baik dimasyarakat tapi apa kamu malah diam-diam menjalin hubungan dengan gadis gak jelas kayak gitu!" Jelas ayahnya Reyhan


" Pa, Diana itu gadis baik-baik pa. Memangnya kenapa pa kalau dia dari keluarga kelas bawah pa. Lagian dia juga gak mau pa kayak gitu tapi memang takdir yang dikasih Allah kayak gitu jadi dia harus terima pa. Lagian pa kenapa keluarga kita harus selalu memperhatikan reputasi dan derajat seseorang pa. Allah aja gak pernah beda-bedain umatnya tapi kenapa papa kayak gini pa. Papa dengerin Reyhan, Reyhan gak akan pernah ngelepasin Diana pa karena Reyhan sayang sama Diana pa dan sampai kapan pun Reyhan cuma mau Diana" balas Reyhan dengan tegas


" Jadi itu keputusan kamu Rey! Sekarang dengerin keputusan papa kalau kamu gak putusin Diana sekarang juga maka jangan salahin papa kalau papa bakalan buat keluarga itu menderita!" tegas ayahnya Reyhan


" Pa, papa gak bisa gitu dong pa." Bantah Reyhan


" Siapa bilang papa gak bisa, kamu dengerin papa ya Rey. Ibunya gadis gak jelas itu cuma salah satu cleaning servis di perusahaan papa dan kamu taukan satu-satunya pencari nafkah mereka hanya ibunya itu. Jadi kalau kamu gak nurutin perkataan papa jangan salahin papa kalau keluarga itu bakalan lebih menderita dari keadaannya sekarang!" Tegas ayahnya Reyhan lalu ia berkata lagi" kamu pikirkan itu baik-baik Rey"


Ayahnya Reyhan pun pergi meninggalkan Reyhan. Reyhan hanya bisa diam terpaku mendengar perkataan ayahnya. Ia sangat sedih karena pilihan yang diberikan ayahnya.


Ya Tuhan, aku harus pilih yang mana. Disatu sisi aku sayang banget dan udah janji ke Diana gak akan pernah ninggalin dia dan disisi lain kalau aku gak nurutin permintaan papa ini pasti akan jadi masalah besar buat Diana. Papa pasti bakalan buat keluarga Diana menderita tanpa henti. Ujar Reyhan dalam batinnya sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2