Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 42


__ADS_3

Ocha kemudian segera menyusul jason ke ruang tamu. ia pun duduk disebelah jason.


" Pa, sebenarnya ada apa pa? kenapa papa tiba-tiba panggil aku sama ocha kesini?" tanya jason penasaran.


" Jason, papa sama mama udah rencanain tentang honey moon kalian. Kamu kan tau papa sama mama pengen banget punya cucu. Selama ini kakak kamu masih belum memberikan papa cucu nak makanya papa sangat berharap dari kalian berdua" jelas herman yang membuat ocha dan jason terbelalak terkejut.


" Apa? tapi pa kami baru aja menikah lho pa masa iya mau langsung punya anak pa. Jason sama ocha bahkan berencana nunda punya anak dulu pa untuk beberapa tahun ini" seru jason.


" Kenapa nak? bukankah lebih cepat punya anak lebih baik nak. Untuk apa menunda-nunda sayang. Kalau kalian punya anak nanti pasti akan jadi kabar yang sangat membahagiakan kan dan bukan hanya itu nak, cinta diantara kalian juga akan bertambah kan" timpal ibunya jason.


Cinta? apaan cinta yang ada lama-lama dekat dia enek banget dah. Permintaan orang tua jason nih ada-ada aja deh, gak mungkin kan gue punya anak sama dia. Gue aja sampai sekarang masih mikirin adam batin ocha.


" Ma, aku sama ocha pengen jalan-jalan dulu ma menikmati masa muda kami berdua ma makanya kita belum mau punya anak dulu ma" ujar jason memberikan alasan.


" Jason, kalian juga bisa kok habisin waktu berdua setelah punya anak. Kalian tenang aja kalau kalian gak mau diganggu nanti papa sama mama bisa ngerawat anak kalian kok"


" Tapi ma mengandung itu kan 9 bulan tuh ma, otomatis ocha gak bisa kemana-mana dong ma dan harus jaga kehamilan kan "


" Jason, cuma sembilan bulan aja kok. Apasalahnya nak untuk membahagiakan mama sama papa" pinta ibu jason terlihat begitu berharap. Jason yang tak bisa menjawab lagi kemudian menatap ocha.


Nih cewek kenapa diam aja sih? seharusnya dia bantu gue jawab atau apa gitu? malah diam aja kayak patung. Mama sama papa ada-ada, masa minta cucu ngebet gini sih. Udah nikah disuruh cepat-cepat sekarang disuruh punya anak lagi batin jason kesal.


" Ma, pa. Hal ini bisa ocha sama jason bicarain berdua dulu gak"


" Tentu nak tapi mama sangat berharap kalian bisa menyetujui permintaan mama sama papa ya. Mama selama ini sangat menginginkan keberadaan anak kecil disini" sahut ibu jason. Ocha hanya tersenyum sambil membawa jason kedalam kamar.


" Ngapain malah bawa kesini sih ocha? seharusnya kamu bisa nolak keinginan mereka bukan malah ngajak saya kesini"


" Mulut kamu bisa diam dulu gak? aku bawa kamu kesini biar kita bisa pikirin sama- sama cara buat nolak mereka jason. Kita harus biaa nolak mereka tapi gak bikin mereka sedih"


" Gimana caranya coba?"


" Ya kamu bantu mikir dong jangan mau instan aja" pekik ocha kesal. Mereka kemudian sama-sama berpikir.


Gimana caranya ya? ocha ayo dong berpikir keras batin ocha.

__ADS_1


" Aku ada ide" seru ocha tiba-tiba.


" Apaan?"


" Kita pergi aja buat honeymoon"


" Kamu gila ya! kamu kira aku mau ha!" tolak jason dengan keras.


" Jangan negatif thinking dulu bego! maksud aku itu kita tetap pergi tapi kita gak akan ngelakuin apa yang mereka inginkan. Ya kita kesana cuma buat ngeyakinin mereka kalau kita beneran honeymoon. Gimana?" jelas ocha.


" Bagus juga ide kamu, tumben tuh otak guna"


" Jadi kamu pikir selama ini otak aku gak guna ha!"


" Menurut kamu?"


" Dasar cowok ngeselin ya kamu! kamu tuh yang gak ada otak, punya rencana gak jelas dan buat aku kejebak disini"


" Tapi sama-sama untung kan"


" Untung apaan? buntung iya" balas ocha kesal.


Malam harinya diana tampak menunggu kedatangan zahra tetapi tak kunjung tiba.


" Sayang, kamu ngapain berdiri diluar sih?" tanya reyhan yang datang sambil membawa jaket untuk diana.


" Aku nungguin zahra rey, ini udah malam tapi kok dia belum pulang ya"


" Mungkin bentar lagi na, sabar aja ya. Kita tunggu didalam ya"


" Gak rey, aku mau nunggu dia disini. Kalau kamu mau masuk, ya masuk aja duluan"


" Disini dingin lho na, kita tunggu didalam aja ya"


" Enggak rey"

__ADS_1


Tiba-tiba mobil berwarna hitam tampak masuk kedalam halaman rumah mereka. Itu adalah dion bersama zahra yang baru saja sampai. Zahra tampak keluar dari mobil sambil membawa banyak mainan. Dion pun mengikutinya sambil membawa beberapa kantong mainan juga.


" Kak diana maaf ya, aku nganterin zahra kemaleman banget"


" Dion, seharusnya kamu tau dong kalau zahra besok ada sekolah kenapa malam-malam gini baru pulang" seru diana agak emosi.


" Maaf kak, aku janji gak bakalan ngulangin lagi kok" sahut dion.


" Bunda kenapa sih? kenapa marahin papa dion? bunda tau papa dion yang selalu ada waktu buat zahra. Papa dion yang selalu bawa zahra untuk jalan-jalan sama main. Kalau bunda apa? bunda selalu aja sibuk kan. Apa karena zahra bukan anak kandung bunda makanya bunda gak pernah ada waktu buat zahra? bunda juga selalu ingkar janji kan sama zahra" jelas zahra yang membuat diana terkejut. Bagaimana bisa zahra mengetahui semuanya padahal ia sudah menyembunyikannya dengan baik.


" Zahra, kamu ngomong apa sayang? bunda minta maaf karena selalu sibuk bekerja sayang. Bunda sayang sama zahra, sayang banget. Zahra itu anak bunda sayang " sahut diana.


Zahra tak menghiraukannya dan malah pergi masuk kedalam kamarnya. Diana kemudian menatap tajam pada dion.


" Dion! kenapa kamu ngasih tau semuanya sama zahra ha? kamu sengaja ya mau buat zahra benci sama aku ha biar kamu bisa ngambil dia" pekik diana.


" Kak, aku sama sekali gak pernah cerita tentang itu ke zahra malahan aku heran tadi kenapa zahra tiba-tiba nanya ibu kandungnya sama aku kak"


" Jadi bukan kamu yang ngasih tau dia?" timpal reyhan.


" Bukan kak rey, aku berani bersumpah kak kalau memang bukan aku yang ngasih tau dia tentang itu"


" Na, mungkin memang bukan dion sayang" ujar reyhan berusaha meyakinkan istrinya.


" Kalau bukan dia siapa rey? yang selama ini tau tentang ini hanya keluarga aku sama dia kan"


" Iya na, aku ngerti kamu lagi emosi sekarang tapi jangan kebawa emosi ya sayang" seru reyhan menenangkan diana" Dion, kamu pulang aja ya? masalah ini besok aja kita bahas"


" Iya kak, aku pamit dulu kak" ujar dion segera pergi meninggalkan rumah diana.


Diana dan reyhan kemudian masuk kedalam rumah. Mereka duduk diruang tamu, tiba-tiba ratmi datang menghampiri mereka.


" Diana, kenapa rey?"


" Bu, apa reyhan boleh nanya sesuatu?"

__ADS_1


" Ada apa?"


" Apa ibu yang kasih tau zahra kalau diana bukan ibu kandungnya" mendengar perkataan reyhan membuat ratmi terkejut.


__ADS_2