
Sementara itu dikediaman diana, ia terlihat sedang bersantai sambil menonton film. Dia sebenarnya merasa sangat bosan karena biasanya jam segini ia sudah bekerja dan berinteraksi bersama pasien. Diana kemudian memakan cemilan yang ada dihadapannya dengan perlahan sambil menonton film dengan serius.
" Diana" panggil ratmi yang membuat diana spontan melirik ibunya.
" Ada apa bu?"
" Ada yang ingin ibu tanyakan sama kamu?"
" Tanya apa bu?"
" Akhir-akhir ini sepertinya ibu jarang melihat reyhan dan kamu bersama nak. Apa kalian sedang bertengkar?"
" Tidak Bu"
" Lalu kenapa kalian jarang bersama akhir-akhir ini nak? "
" Reyhan kan sibuk kerja bu dan sepertinya akhir-akhir ini dia pulang larut dan berangkat pagi bu makanya ibu jarang melihat kami bersama. Ibu tenang aja ya hubungan diana sama reyhan baik kok"
" Bagaimana bisa tenang nak?"
" Maksud ibu apa?"
Ratmi tampak terdiam tak menjawab sepatah katapun. Hal itu menimbulkan pertanyaan dalam benak diana.
" Ibu, ada apa sebenarnya bu? apa ada masalah Bu?"
" Tidak ada na, ibu senang kalau kamu dan reyhan baik-baik saja nak. Yasudah ibu kembali kedapur dulu ya membantu bibik" ujar ratmi segera pergi dengan wajah gelisah.
Ibu kenapa aneh ya? kayak ada sesuatu yang dia sembunyikan tapi apa? ah mungkin hanya perasaan aku aja batin diana lalu ia melanjutkan menonton filmnya tadi.
Tiba-tiba seorang pengawal datang menghadap pada diana.
" Permisi nona"
" Ada apa pak?"
" Ada yang ingin bertemu nona? dia bilang penting"
" Siapa pak?"
__ADS_1
" Saya juga kurang tau nona"
Diana yang merasa penasaran kemudian segera keluar bersama pengawal tersebut. Saat ia keluar, ia terkejut melihat seseorang yang menunggu dirinya diluar.
Indah batinnya gemetar karena melihat seorang wanita yang begitu mirip dengan adiknya yang sudah lama meninggal.
" Kak diana" ujar wanita tersebut yang membuat diana terkejut.
" Kamu siapa ha? kenapa kamu manggil saya kakak?"
" Ini aku indah kak, apa kakak udah gak ingat aku?" ujarnya sambil memegang tangan diana.
" Gak mungkin! adik aku udah lama meninggal jadi kamu gak usah ngaku-ngaku ya. Jangan kira karena wajah kamu mirip dengan adik saya, saya akan percaya begitu saja kalau kamu itu indah" serunya sambil melepaskan pegangan wanita tersebut.
Ratmi kemudian keluar karena mendengar suara kebisingan dari dalam.
" Ada apa ini na?" ujarnya yang kemudian menoleh pada wanita itu. Ia kemudian terkejut karena seperti melihat putrinya kembali hidup.
" Indah" ucapnya spontan.
" Ibu, jangan ketipu sama dia bu. Dia gak mungkin indah bu, ibu kan lihat sendiri gimana kita nguburin indah bu. Aku yakin dia pasti mau menipu kita bu" jelas diana.
" Apa maksud kamu?"
" Coba kakak tanya sama wanita disebelah kakak"
" Kamu ngomong apa sih? dasar wanita gak jelas. Pak usir dia dari sini sekarang" perintah diana yang terlihat emosi.
" Jangan na" pinta ibunya yang membuat diana heran.
" Kenapa jangan bu, wanita ini udah berani ngaku-ngaku jadi indah lho bu. Aku yakin dia cuma mau manfaatin wajah dia aja bu"
" Karena dia adik kamu na"
Diana tampak menatap tajam pada ibunya dan merasa tak percaya akan perkataan ibunya.
" Ibu ngomong apa sih Bu? dia gak mungkin indah bu. Indah udah meninggal bu" seru diana berusaha meyakinkan ibunya.
" Dia benar-benar adik kamu na"
__ADS_1
" Maksud ibu apa?"
" Sebenarnya ibu udah lama pengen cerita ini ke kamu na"
" Cerita apa bu?"
" Kita kedalam dulu ya nak, ibu akan jelasin semuanya sama kamu na"
Mereka segera masuk kedalam dan duduk diruang tamu. Wanita tersebut duduk disebelah ratmi dan diana dihadapannya.
" Ibu, ini sebenarnya ada apa?"
Ratmi kemudian menceritakan segalanya kepada diana tentang adiknya tersebut. Dia merupakan saudara kembar dari Indah yang dulu ia berikan kepada orang kaya karena tak mampu untuk membayar persalinan dan biaya hidup mereka. Mereka merupakan keluarga yang sangat sulit dalam perekonomian dahulu dan mereka sangat beruntung ada orang kaya yang ingin mengasuh salah satu putri mereka. Ratmi terpaksa dengan berat hati memberikan salah satu putrinya karena ini demi kebaikan bersama.
Dia sesekali datang menjenguk saudara kembar indah tersebut yang juga ternyata diberikan nama Indah oleh keluarga barunya. Indah sudah mengetahui lama bahwa dirinya adalah putri ratmi tetapi karena permintaan ibu angkat indah, dia menginginan indah untuk merawatnya hingga ia tiada lalu ia akan dikembalikan kepada ibu kandungnya.
" Jadi dia kembaran indah bu?"
" Iya nak, ibu terpaksa selama ini tidak memberi tau kamu karena ibu menunggu waktu yang tepat nak. Maafin ibu ya sayang" seru ratmi merasa bersalah. Diana terlihat masih diam tak percaya sambil melirik kearah wanita tersebut.
Jadi dia adik kandung aku? tapi kenapa selama ini ibu gak pernah cerita sama aku tentang dia. Ibu gak pernah sekalipun bohong tentang ini semua tapi kenapa ini batin diana. Banyak hal yang membuatnya bertanya-tanya tentang kedatangan indah yang tiba-tiba.
" Diana, ibu harap kamu bisa menerima dia ya nak. Dia sudah sangat lama terpisah dengan kita nak dan ibu juga berencana akan mengajak indah untuk tinggal bersama kita nak. Boleh kan na?" jelasnya.
" Terserah ibu aja, diana kekamar dulu ya" ujar diana yang segera pergi menuju kamarnya. Dia terlihat masih tak percaya dengan semua ini.
" Kenapa batin aku bilang kalau dia bukan adik aku ya dan kenapa sepertinya ada yang aneh sama ibu sekarang. Wajahnya terlihat begitu gelisah seperti ada sesuatu yang ia tutupi" lirihnya pada dirinya sendiri.
Dilain sisi indah tampak tersenyum jahat sambil menatap kearah ratmi.
" Bagus bu. Ibu membuktikan kalau ibu sangat menyayangi anak kandung ibu dibandingkan anak angkat ibu" bisiknya pelan.
" Diam kamu indah, kamu dengerin ibu baik-baik ya. Selama ini diana hanya mengetahui bahwa ibu adalah ibu kandungnya jadi kamu jangan macam-macam kalau tidak.."
" Kalau tidak apa bu? apa ibu mau aku memberi tau kebenaran kehidupan diana ha. Dia anak dari seseorang yang ibu sayang kan. Ibu menukar dan menculiknya ketika masih bayi dari tangan kedua orangtuanya hingga saingan ibu kini menjadi gila bukan"
" Tutup mulut kamu indah! kamu harus tau bahwa semua itu tidak benar"
" Ibu... ibu... jangan coba-coba membodohi aku seperti putri ibu yang lain. Aku mengetahui segalanya ibu karena bibi menceritakan semuanya padaku sebelum ibu mengambil nyawanya. Apakah ibu setakut itu sampai harus menghabisi semua yang mengetahui rahasia besar ibu ha!"
__ADS_1
" Diam kamu! jangan sembarangan bicara disini. Ayo ikut ibu" ajak ratmi membawa indah menuju kamar tamu.