Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 70


__ADS_3

Diana dan reyhan segera bergegas menuju rumah sakit. Saat sedang menunggu tiba-tiba ririn datang menghampirinya.


" Diana!" panggilnya yang membuat diana spontan melirik kesumber suara yang memanggilnya.


" Ririn"


" Kamu disini na, ada apa?"


" Ni bawa suami aku berobat"


" Kamu kan dokter juga na, kenapa gak periksa sendiri aja"


" Aku udah periksa dan kayaknya keadaan dia baik-baik aja rin, gak ada yang salah makanya aku bawa kesini kan alat-alatnya lebih lengkap"


" Iya juga sih, ikut aku bentar yuk"


" Mau kemana? aku gak bisa ninggalin reyhan sendiri aja rin. Dia lagi sakit lho"


" Sebentar aja plissss"


" Na, pergi aja dulu. Lagian disini juga ada pengawal yang ngawasin aku kok"


" Tuh kan, Reyhan aja bolehin. Hayuk na"


" Iya deh"


Ririn kemudian menarik tangan diana masuk kedalam ruangannya.


" Rin, mau ngapain kesini?"


" Mau ngobrol"


" Astaga! cuma mau ngobrol doang kenapa harus kesini segala sih rin"


" Ini soal caca"


" Caca kenapa?" tanyanya dengan wajah cemas.


" Dia baik-baik aja diana"


" Terus?"


" Sebenarnya caca kenapa sih na? terus nih ya aku penasaran siapa sebenarnya yang ngejar-ngejar kalian berdua di club"


" Kamu tau dari mana rin?"


" Caca kan nginap dirumah aku na, dia cerita semuanya sama aku na. Kasihan banget ya dia na, udah jauh dari orang tua, orang yang dia suka gak pernah ngiyain dia dan baru aja mau move on eh ternyata cowoknya brengsek"


" Aku juga sebenarnya kasihan lihat kondisi caca sekarang rin. Masalah satu persatu datang menghampiri dia rin, belum lagi sekarang dia juga kehilangan pekerjaan kan karena mencoba move on dari bosnya yang gak tau diri itu"


" Kayaknya kita harus bantuin dia cari cowok deh"

__ADS_1


" Maksud kamu apa rin?"


" Iya biar dia gak salah pilih lagi na. Kalau kita yang ngenalin cowoknya otomatis yang kita kenalin ke dia cowok baik-baik kan bukan brengsek"


" Iya sih tapi sama siapa rin?


" Aku sih ada na"


" Siapa?"


" Gimana kalau adam aja?"


" Selebriti itu, yakali dia mau rin"


" Iya juga sih tapi cowok yang baik yang aku kenal dari galang itu cuma dia na. Gini ya na kalau seseorang yang tersakiti digabung sama seseorang yang tersakiti juga kan cocok na"


" Definisi dari mana itu rin? ngasal aja kamu ya"


" Ih emang beneran diana. Mereka kan udah tau rasanya gimana sama-sama disakiti sama seseorang jadi mereka pasti gak akan mau nyakitin satu sama lain lagi"


Diana kemudian menyentil kepala ririn pelan.


" Gak ada ya definisi begituan. Mereka juga belum kenal satu sama lain kan masa iya main kita jodoh-jodohin aja sih. Btw si adam emang kenapa bisa jadi sadboy?"


" Kamu tau ocha kan"


" Tau"


" Bukannya dia baru kenal sama jason ya kenapa nikahnya ngebet gitu?"


" Gak tau juga na, mungkin cinta pandangan pertama kali. Soalnya aku pernah baca kata-kata yang bilang gini na, yang pacaran selama apapun bakalan kalah sama yang ngelamar duluan jadi menurut pendapat aku jason kan langsung ngelamar ocha makanya mereka langsung nikah" jelas ririn.


" Wah gak nyangka ya rin otak kamu nih isinya kata-kata google aja. By the way, kamu sama galang gimana? jangan lama-lama ntar ada yang ngelamar kamu gimana lho?"


" Ih apaan sih na? aku beda ya sama ocha. Aku gak akan nerima lamaran kecuali itu galang kan kamu juga tau kalau aku sayang banget sama galang"


" Percuma ngomong-ngomong sayang kalau gak nikah rin"


" Ih kok jadi ngomongin aku sama galang sih, kita fokus ke masalah caca dong"


" Terus maunya gimana?"


" Kita kenalin aja mereka dulu ntar cocok gak cocoknya itu jadi urusan mereka"


" Hmm yaudah deh terserah kamu aja"


" Oke"


" Yaudah aku balik ke tempat reyhan dulu ya kasihan dia aku tinggalin"


" Ya ampun bini satu ini, baru ditinggal bentar aja"

__ADS_1


" Kamu kan tau sendiri seganteng apa reyhan, takutnya ntar digangguin orang" ujar diana sambil sedikit tertawa lalu pergi meninggalkan ririn. Ririn kembali mengerjakan pekerjaannya.


Sesampainya, diana langsung mengikuti reyhan masuk kedalam ruangan pemeriksaan.


" Gimana dok? saya sakit apa?"


" Aneh"


" Ada apa dok? apa penyakit reyhan parah?"


" Bukan begitu diana, reyhan sepertinya baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda penyakit"


" Tuh kan aku bener, kamu baik-baik aja rey"


" Ya kalau aku baik-baik aja kenapa bisa mual-mual pas bangun tidur tadi coba, makan gak mau" sahut reyhan. Dokter tersebut kemudian melirik kearah diana.


" Kalian sudah menikah kan"


" Sudah dok, memangnya kenapa?"


" Tidak salah lagi"


" Apanya yang tidak salah dok?" tanya diana penasaran.


" Suami kamu mengalami morning sickness. Suami yang mengalami morning sickness ini merasakan mual sepanjang hari mulai dari pagi atau siang hari, dan paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri. Mual yang dirasakan suami ini bisa disertai dengan muntah, tapi bisa juga tidak. Suami akan mengalami perasaan tidak nyaman di perut atau adanya keinginan untuk muntah dan bisa juga mengurangi nafsu makannya" jelas dokter tersebut yang membuat reyhan dan diana tampak senang.


" Jadi istri saya sedang hamil dok?" tanya reyhan dengan wajah berseri-seri.


" Kemungkinan iya tapi anda perlu memeriksakannya dulu menggunakan testpack atau kedokter kandungan langsung"


" Baik dok, terimakasih. Kami harus segera pergi" ujar reyhan yang segera bangkit dari tempat tidur dan membawa diana menuju keruangan dokter kandungan.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya reyhan yang melihat diana gemetar.


" Aku takut kalau apa yang dikatakan dokter tadi tidak akan sama dengan hasil yang akan kita terima rey"


" Sayang, jangan bicara gitu dong. Percaya aja ya, kita udah berusaha semampu kita kalau kamu memang bener-bener hamil berarti itu rezeki kita dari Allah dan kalau pun enggak, kita kan masih bisa berusaha lagi" seru reyhan mencoba menenangkan diana.


" Tapi aneh ya rey, kalau emang bener aku hamil kok jadi kamu ya yang kena imbasnya"


" Gak apa-apa sayang, aku malah senang bisa berbagi saat-saat begini sama kamu"


Mereka kemudian berpelukan satu sama lainnya. Diana dan reyhan kemudian masuk kedalam ruangan dokter kandungan. Dokter tersebut mulai memeriksa diana lalu kembali ke mejanya.


" Bagaimana dok?" tanya reyhan penasaran.


" Mohon maaf pak reyhan, mungkin kabar ini tak ingin kalian dengar tapi saya harus menyampaikan bahwa istri anda tidak sedang hamil" jelas dokter tersebut yang membuat senyuman reyhan memudar seketika. Diana yang mendengarnya pun terlihat sangat sedih tetapi dia mencoba untuk tidak menangis dihadapan reyhan.


" Baiklah dok, terimakasih" ujar reyhan. Lalu mereka segera pergi menuju keluar. Melihat raut wajah sedih pada diana membuat reyhan menjadi tak senang.


Setelah kepergian mereka, tampak seorang wanita juga keluar dari ruangan tersebut sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2