Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 151


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Diana terlihat sudah pulih dan bisa berjalan seperti biasa lagi. Dia begitu bahagia begitupun reyhan, zahra dan ibunya.


" Akhirnya na kaki kamu sembuh juga nak" ujar ratmi dengan perasaan bahagia.


" Iya bu"


" Yaudah na, sepertinya reyhan ingin mengatakan sesuatu sama kamu. Ratmi dan zahra segera keluar dari kamar diana. Kini hanya ada reyhan dan diana didalam ruangan tersebut.


Reyhan pun mendekati diana dan memeluknya.


" Sayang, aku senang banget akhirnya kamu bisa pulih lagi"


" Iya rey, makasih ya kamu selalu ada buat aku"


" Pasti dong, aku janji aku akan selalu ada buat kamu"


" Oh ya, tadi kata ibu kamu mau bilang sesuatu. Mau ngomong apa rey?"


" Kamu masih ingat janji kamu sama aku gak"


" Janji. Janji apa ya rey?" tanya diana sambil berusaha mengingat.


" Tuh kan kamu selalu aja lupa. Pokoknya aku gak mau kasih tau sekarang, kamu harus ingat sendiri" jawab reyhan sedikit kesal. Diana kemudian tersenyum sambil melingkarkan tangannya pada leher reyhan.


" Beneran nih kamu gak mau kasih tau aku"


" Iya, pokoknya sekarang kamu harus ingat sendiri apa yang udah kamu janjiin sama aku"


Kayaknya reyhan serius gak akan kasih tau aku deh. Aku janji apa ya sama dia? Kenapa aku gak ingat sama janji yang aku ucapin sendiri batin diana yang terus berusaha berpikir keras.


" Rey sayang, gini lho. Aku kan baru aja pulih tu jadi aku gak ingat sama apa yang aku janjiin ke kamu. Kalau kamu kasih tau aja gimana?" Bujuk diana dengan sikap manjanya pada reyhan.


" Diana sayang, yang sakit kaki kamu lho. Gak ada hubungan sama sekali"


" Ada sayang, kaki aku kan sakit tuh jadi otomatis otak aku juga berpikir tentang kaki aku yang sakit aja makanya gak ingat sama janji yang aku ucapin ke kamu"


" Wah... Sayang, kayaknya kamu udah hebat ngeles ya sekarang. Belajar dari mana? Kamu yang ucapin janjinya, kamu juga yang lupa"


" Rey, aku gak lupa "


" Terus apa?"


" Ya cuma gak ingat aja"


" Apa bedanya diana"


" Ya beda dong, dari kata-kata aja udah beda dan pasti maknanya juga beda" ujar diana tak mau kalah.


" Kamu ya, udah salah bukannya minta maaf tapi malah terus aja membenarkan diri"

__ADS_1


" Ya kan aku bener rey"


Mereka terus saja berdebat hingga akhirnya reyhan mengalah karena diana selalu saja menjawabnya.


" Kamu janji bakalan nikahin aku kan setelah pulang dari tempat bencana itu"


" Oh janji itu, terus kenapa" seru diana sambil menyeruput susu yang ada diatas meja.


" Kok malah nanya kenapa sih? Diana kamu tau aku selalu nunggu kapan pernikahan kita berlangsung. Kamu tau sepertinya selalu saja ada halangan saat kita berdua akan bersama. Makanya aku gak akan nunda-nunda pernikahan kita sayang. Kita nikah lusa" jelas reyhan yang membuat diana terkejut dan spontan mengeluarkan kembali susu yang ia minum.


" Rey, kamu nih ya sembarangan ngomong aja. Kamu kan seharusnya tau pernikahan itu sakral rey. Sekali seumur hidup kita, kamu tau aku pengen pernikahan kita itu jadi momen yang gak akan pernah terlupakan rey. Seharusnya kita mikirin dulu secara matang dan gak ngambil keputusan secara tergesa-gesa kayak gini rey" sahut diana.


" Diana, aku gak bisa nunggu lagi na. Ini udah lama banget lho dan aku juga gak enak dong tinggal dirumah kamu terus padahal kita belum ada ikatan apa-apa. Makanya aku pengen cepat-cepat nikah biar gak ada omongan-omongan buruk lagi dari tetangga na"


" Tumben kamu peduli sama omongan mereka rey, biasanya kamu acuh tak acuh aja"


" Diana sayang, pliss ya aku mohon kali ini tolong nurut sama aku ya. Aku janji aku bakalan urus semuanya seperti yang kamu mau na"


" Iya aku bakalan nikah sama kamu asalkan kamu turuti satu syarat aku"


" Apa Na?"


" Kamu harus baikan sama tante karin"


Reyhan terlihat diam sejenak dan wajahnya terlihat berubah.


" Gak ada syarat lain apa na?"


" Tapi na"


" Gak ada tapi-tapi lagi rey, pokoknya kalau kamu gak baikan sama tante karin aku juga gak akan pernah terima lamaran kamu"


Reyhan terlihat begitu bimbang dengan pilihan yang diberikan oleh diana.


Setelah berpikir panjang akhirnya reyhan mengambil ponselnya dan menelpon nomor karin.


' Halo, reyhan. Kamu apa kabar nak? Kamu kenapa baru nelpon mama nak. Kamu tau mama begitu khawatir dengan kondisi kamu rey'


' Halo ma, reyhan mau mama datang kerumah diana. Ada yang mau reyhan sampaiin sama mama'


' Iya sayang, mama bakalan berangkat sekarang ya'


' Iya ma'


Reyhan kemudian memutuskan telponnya. Dia menatap diana yang tampak begitu senang karena reyhan sudah berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan ibunya.


Semoga ini langkah baru yang indah untuk keluarga kita rey batin diana.


Sementara itu yuda terlihat begitu kesepian karena tak ada vira disampingnya. Dia begitu merindukan istrinya dan saat keluarganya berkumpul bersama.


Dia terlihat begitu sedih saat melihat album foto keluarganya. Dia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon vira.

__ADS_1


' Halo'


' Halo mas'


' Vir, kamu apa kabar? Gimana makan kamu teratur kan'


' Aku baik mas, kamu gimana?'


' Aku juga baik vir, aku mau minta maaf sama kamu. Maafin aku karena selalu keras kepala dan juga egois vir. Aku rindu sama kamu sayang'


' Aku juga rindu sama kamu, mas. Aku janji bakalan pulang kalau kamu minta maaf sama tika dan mau terima dia jadi menantu kita mas'


' Oke, kalau itu mau kamu. Aku bakalan turutin semua keinginan kamu sayang. Aku sadar ternyata sendiri itu begitu hampa dan sepi sayang. Aku bakalan segera kesana dan jemput kalian'


' Kamu serius mas?'


' Iya sayang, kamu tunggu aku ya'


' Iya mas'


Vira kemudian menutup telpon tersebut dengan hati yang begitu gembira. Dia segera keluar untuk memberitahukan kabar gembira itu pada tika dan arsen. Saat keluar kamar, vira hanya menemukan arsen diruang tamu.


" Arsen, Tika mana?"


" Dia lagi dikamar ma, ada apa ma?"


" Mama punya kabar baik sayang"


" Kabar baik apa ma?"


" Papa bakalan datang kesini"


Arsen terlihat begitu tak senang karena perlakuan yuda pada tika sebelumnya.


" Ngapain papa kesini ma?"


" Arsen, kamu jangan emosi dulu ya sayang. Papa kesini buat jemput kita"


" Maksudnya ma?"


Vira menjelaskan segalanya pada arsen yang membuat arsen mengerti tetapi dia masih tak percaya bahwa ayahnya bisa menerima tika. Vira terus meyakinkan arsen. Tiba-tiba saja mereka mendengar suara teriakan tika yang membuat arsen dan vira terkejut.


" Arsen, itu suaranya tika kan"


" Iya ma"


Mereka segera masuk kedalam kamar dan melihat tika sedang duduk diatas ranjang. Mereka segera menghampirinya.


" Tika, kamu kenapa nak?" tanya vira dengan wajah khawatir.


" Kamu kenapa sayang?"timpal arsen.

__ADS_1


__ADS_2