
Ocha yang ketakutan segera menendang tubuh jason hingga terpental.
" Ocha! gila kamu ya!" pekiknya sambil memegangi pinggulnya yang terasa sakit.
" Siapa suruh kamu dekat-dekat sama aku? kamu itu harus ingat kita ini bukan suami istri sah tapi cuma pura-pura aja jadi kamu gak boleh macam-macam sama aku" sahut ocha yang kemudian pergi meninggalkan jason. Ketika hendak membuka pintu kamar, ia tak menemukan kartu untuk membuka pintu. Jason tampak tersenyum karena kartu itu ada padanya.
" Mau kemana ocha? keluar ha" ujarnya sambil tersenyum.
" Jason mana kartunya? aku mau keluar sekarang"
" Mau ketemu mantan kamu ha! kamu itu harus ingat perjanjian kita ya, aku udah sabar sama semua sikap kamu tapi kalau kamu begini terus jangan salahin aku yang akan bertindak tegas sama kamu"
" Maksud kamu apa?"
" Selama disini kamu gak akan boleh keluar kalau gak sama aku sampai mantan kamu itu pergi"
" Itu gak adil jason!"
" Ini adil ocha karena ini demi kebaikan kita berdua jadi aku harap kamu bisa mengerti"
" Enggak jason! aku gak mau nurutin kata-kata kamu. Siapa kamu berani merintah aku ha? kamu jangan lupa aku punya hak atas diri aku sendiri"
" Aku tau itu dan aku gak akan ambil hak itu dari kamu tapi selama mantan kamu disini kamu harus menuruti aku"
Kalau aku makin melawan sama setan satu ini bisa-bisa makin panjang masalahnya tapi masa iya aku harus ngikutin apa kemauan dia sih batin ocha yang masih tidak terima.
" Oke aku terima dengan syarat kamu harus balikin boneka itu ke aku"
" Enggak"
" Yaudah aku gak akan mau nurutin kemauan kamu"
Nih cewek keras kepala banget sih tapi demi keamanan bersama kayaknya gue memang harus ngalah dikit sama dia biar gue bisa merintah dia lebih leluasa kan batin jason.
" Yaudah nih boneka kamu" ujar jason sambil memberikan boneka tersebut. Ocha mengambilnya dengan perasaan yang sangat senang.
" Makasih ya" balas ocha lalu meletakkan boneka tersebut diatas ranjang dengan hati-hati. Dia sangat menyayangi setiap boneka katak yang ia terima.
Jason yang melihat tingkah ocha tampak tersenyum. Dia kemudian mendekati ocha.
" Mau ngapain kamu?" tanya ocha kaget.
" Aku cuma mau ngobrol aja"
" Ngobrol apa?"
" Apa bener ini hari ulang tahun kamu?"
__ADS_1
" Enggak"
" Tapi tadi adam bilang"
" Ini hari penting aku sama dia dulu "
" Tanggal jadian kalian?"
" Yups"
" Kenapa dia bilang ulang tahun kamu?"
" Dia selalu nganggap tanggal itu seperti ulang tahun aku, aku juga gak tau kenapa. Adam berbeda banget sama orang lain, dia memiliki keunikannya sendiri"
" Kalau masih sayang, kenapa kamu putus sama dia?"
" Masalah pribadi"
" Cerita aja "
" Kamu kenapa jadi kepo gini sih?"
" Ya pengen tau aja"
" Sekarang gantian aku nanya ya, kenapa kamu maunya rebut diana dari reyhan ha?"
" Karena cewek sebaik dia gak pantes buat reyhan dan aku rasa diana akan lebih bahagia sama aku"
" Kenapa kamu seyakin ini? emang kamu lebih tau mereka ha!"
" Gak banyak sih, aku tau dari galang tentang kisah mereka. Kamu tau dulu galang juga pernah suka sama diana"
" Apa? galang pacar ririn itu"
" Iya"
" Terus?"
" Dia akhirnya sadar sendiri kenapa diana begitu sayang sama reyhan setelah melihat sama matanya sendiri. Awalnya dia juga kayak kamu nih yakin banget kalau diana juga suka dia karena diana perhatian sama dia tapi lama-kelamaan dia tau bahwa gak baik mengejar sesuatu yang hatinya sudah dikunci oleh orang lain makanya dia sekarang sama ririn dan bahagia juga kan" jelas ocha.
" Alah, itu dianya aja yang gak gentleman dan mudah terpengaruh makanya langsung berpaling"
" Kamu nih ya emang keras kepala banget, kamu tau diana sama reyhan udah kenal sejak mereka masih SMA dan kamu tau mereka juga menjalin cinta selama itu jadi aku yakin reyhan pasti udah kekunci banget tuh dihati diana" jelas ocha.
" Jangan sok tau kamu"
" Bukan sok tau jason tapi emang kenyataannya. Ririn sama diana kan satu sekolahan dulu "
__ADS_1
Jason terlihat begitu geram dan sangat kesal karena perkataan ocha. Ocha kemudian menepuk pundak jason.
" Aku yakin banyak wanita diluar sana yang bisa jadi pengganti diana buat kamu jason, kuncinya ya kamu harus sabar" ujar ocha menasehati jason. Dia menatap jason begitupun jason menatapnya hingga mata mereka saling beradu pandang.
Jason menatap wajah ocha dengan begitu seksama. Dia melihat wajah yang begitu menggemaskan sehingga dia tanpa sadar memajukan wajahnya semakin mendekati ocha. Jantungnya juga berpacu dengan cepat seperti akan meninggalkan tubuhnya.
Kenapa nih anak? kok makin maju aja sih. Perasaan aku kok mulai gak enak ya batin ocha begitu cemas. Jason kemudian menangkup bibir mungil milik ocha dengan lembut. Dia merasa sangat nyaman sementara ocha sangat terkejut dan memelototi jason. Ocha kemudian menggigit bibir jason yang membuat jason menjauhinya.
" Sakit bego!" pekiknya. Ocha tak menjawab dan langsung berlari kedalam kamar mandi. Dia menatap dirinya dicermin dan melihat ada bekas darah jason dibibirnya. Dia segera mencucinya dan menggosoknya dengan kuat
Apa yang aku lakuin sih? kenapa aku malah ciuman sama dia? ocha kenapa kamu jadi begini sekarang? ada apa sebenarnya sama aku batin ocha bertanya-tanya.Dia memukul pelan kepalanya sendiri.
sementara jason tampak juga merasa ada yang aneh pada dirinya, jelas-jelas dia sangat membenci wanita itu tapi kenapa dia malah menciumnya.
Gue emang gila deh kayaknya, Kenapa gue nyium cewek aneh itu sih. Ada apa sama lo jason? gimana sekarang gue harus hadepin dia batin jason merasa geram sendiri.
***
Malam harinya jason dan ocha sama sekali tak berbicara dan saling menjauhi satu sama lain. Tiba-tiba jason mendekati ocha yang membuatnya segera menodongkan catokan pada jason.
" Mau apa kamu ha?"
" Aku gak mau apa-apa kok, aku cuma mau pergi keluar"
" Kemana?"
" Ada janji sama teman, kamu dikamar aja gak usah keluar"
" Oke"
Jason kemudian bersiap lalu segera pergi menuju tempat yang telah dikatakan oleh temannya. Sesampainya disana tampak temannya sudah menunggu bersama beberapa wanita.
" Hey yo bro, udah datang lo?" ujarnya.
" Iya, lu masih sama aja ya kayak dulu padahak udah beranak juga masih aja suka sama wanita bar"
" Hahaha biasa bro ngilangin suntuk gue soalnya kerjaan banyak banget pas disini nih baru bisa hilangin suntuk"
" Alah... alesan doang kan lu. Bilang aja suka"
" Tau aja lu, mau minum apa nih? bir, vodka, atau apa?"
" Jus aja deh"
" Lu gak asik nih masak tiap ke bar minuman jus mulu, sekali-kali berubah ngapa sih?"
" Sorry gue gak minat"
__ADS_1
" Yaudah deh"
Temannya tersebut tampak pergi memesannkan minuman untuk jason sementara jason menikmati musik bar. Jason juga masih memikirkan tentang ciuman dirinya bersama ocha tadi.