Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 92


__ADS_3

Ya ampun udah jam segini tapi sarapannya belum juga di makan batin diana.


Diana mendekati reyhan dengan langkah yang begitu perlahan agar tidak membangunkan reyhan. Dia kemudian memegang jidat reyhan dengan telapak tangannya.


Panas banget badannya, kayaknya dia demam deh batin diana. Tiba-tiba saja reyhan menggenggam tangan diana erat dengan mata yang masih terpejam. Reyhan menarik dan memeluk tangan diana dengan erat. Hal itu membuat diana terkejut dan merasa cemas.


" Diana, aku sayang sama kamu. Kenapa kamu masih belum ingat sama aku? Aku sayang kamu" ujar reyhan dengan mata yang masih terpejam.


Hadeuh syukur deh dia cuma ngigau doang batin diana merasa sedikit lega.


Diana kemudian menarik tangannya perlahan tetapi reyhan malah makin menggenggamnya erat. Diana kemudian duduk disebelah reyhan sambil menatap wajah reyhan.


Cepat sembuh ya cowok mesum, gak tau kenapa kalau kamu sakit gini aku jadi sedih. Aku emang belum bisa ingat sepenuhnya tentang kamu tapi perasaan aku bilang kalau ada sesuatu diantara kita batin diana.


Diana kemudian tertidur sambil menyenderkan kepalanya pada tangan reyhan. Tidur diana semalam memang kurang nyenyak karena ia merasa begitu kesal pada reyhan yang membuatnya susah untuk tidur.


Sementara itu sovia yang kini berada dirumahnya hanya diam melamun sambil menatap beberapa foto dirinya bersama arsen. Ketika dia menatap foto itu entah mengapa membuatnya meneteskan air matanya kembali. Hatinya masih tak rela arsen dimiliki oleh orang lain tetapi dia juga tak ingin melihat arsen bersedih.


Ya Tuhan, kenapa ujian yang kau berikan kepadaku begitu berat. Aku memang sudah bertekad untuk melupakan dia tetapi mengapa hatiku masih tak ikhlas melihat dia bersama orang lain. Aku mohon tolong aku dan berikan aku kekuatan untuk bisa menerima ini dengan ikhlas batin sovia sedih.


Dia mengumpulkan semua foto dirinya bersama arsen dan membawanya keluar. Tak lupa dia juga membawa korek api. Dia kemudian membakar foto tersebut satu persatu.


Ayahnya merasa begitu sedih melihat kondisi putrinya kini. Dia kemudian datang menghampiri sovia.


" Sovia" panggil ayahnya dengan lembut. Sovia yang mengetahui ayahnya berada dibelakangnya segera menghapus air matanya dan menyembunyikan beberapa foto yang belum terbakar.


" Papa udah pulang?" seru sovia dengan mengulas sebuah senyuman palsu dihadapan ayahnya.


" Iya sayang. Papa baru aja pulang, kamu sedang apa?"


" Itu pa, sovia lagi bakar sampah" ujar sovia berbohong. Sovia tak pernah menceritakan semua masalahnya pada ayahnya karena ia tak ingin ayahnya bersedih.

__ADS_1


" Apa kamu menangis lagi nak?" Ucap ayahnya yang menatap sovia pekat.


" Enggak pa. Ngapain sovia nangis pa?" jawab sovia sambil memainkan jari kelingkingnya. Setiap kali berbohong didepan ayahnya entah kenapa dia selalu refleks memainkan jari kelingkingnya.


" Jangan bohong sama papa sayang. Papa tau kamu pasti habis nangis kan. Apa ini karena arsen lagi?". Sovia kemudian menatap ayahnya lalu menurunkan pandangannya lagi.


" Enggak pa, Sovia gak bohong sama papa. Lagian ngapain sovia harus nangis karena arsen sih pa. Sovia sama arsen cuma sahabat doang kok pa gak lebih" jelas sovia sambil membelakangi ayahnya.


" Sovia, apa kamu gak mau jujur lagi sama papa? Papa tau kalau kamu sedang berbohong sayang. Kamu tidak pernah bisa berbohong dengan baik didepan papa"


" Maksud papa apa?"


" Lihat tangan kamu. Kamu selalu memainkan jari kelingking kamu kalau kamu sedang berbohong nak. Kamu selalu melakukan itu sejak kecil"


Sovia kemudian memindahkan tangannya kebelakang.


" Sovia... Sovia... Gak bohong kok pa"


" Papa ya papa aku lah. Emang kenapa pa?"


" Kalau kamu emang nganggap papa sebagai papa kamu seharusnya kamu bisa jujur apapun itu sama papa nak. Kamu tau sejak mama mu meninggalkan kita papa hanya punya kamu sayang. Papa selama ini selalu berusaha untuk menjadi ayah dan ibu yang baik buat kamu sayang. Papa hanya mau melihat putri papa yang jujur dan bahagia, bukan seperti sekarang yang selalu bersedih dan juga tidak jujur pada papa" seru ayahnya yang membuat sovia kemudian memeluk ayahnya.


" Papa, maafin sovia karena udah jadi anak yang cengeng pa. Sovia pengen cerita semuanya sama papa tapi sovia gak mau lihat papa sedih pa" jelas sovia.


" Kamu gak salah sayang. Papa tau kamu gak pernah mau melihat siapapun bersedih nak. Papa juga tau kalau kamu pasti belum siap untuk menceritakan semuanya sayang jadi kalau kamu nanti merasa sudah memiliki keberanian untuk mengatakannya papa akan menjadi pendengar terbaik kamu nak"


" Makasih ya pa, papa selalu ngertiin sovia selama ini" ujar sovia lalu ia segera melepaskan pelukannya"Sovia janji sama papa, sovia akan jadi orang yang kuat mulai sekarang pa dan akan jujur sama papa tentang apapun itu"


" Iya sayang. Oh ya, hari ini papa dapat undangan untuk acara pesta pernikahan sahabat papa. Apa kamu mau ikut nak?"


Dari pada aku sedih terus mikirin arsen lebih baik aku ikut papa ke acara itu aja batin sovia.

__ADS_1


" Iya pa"


" Yasudah kamu siap-siap dulu sana papa tunggu dibawah ya"


" Iya pa" jawab sovia yang segera bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Dia tak tau bahwa ayahnya ternyata sudah menyiapkan sebuah kejutan untuknya dipesta tersebut.


Dilain sisi yuda tampak baru pulang dari kantor. Saat masuk kedalam rumah, wajahnya seketika berubah menjadi datar. Dia segera menghampiri tika dan arsen yang sedang asyik mengobrol.


" Siapa dia?" tanya yuda yang membuat tika terkejut karena mendapat tatapan tajam darinya.


" Dia calon istri arsen pa" jawab arsen dengan santainya.


" Calon istri! Bukankah papa sudah pernah bilang sama kamu kalau papa lebih suka kalau sovia yang jadi menantu papa. Papa juga sudah janji dengan pak bagas akan menikahkan kalian" tegas yuda dengan wajah penuh emosi.


" Pa, arsen udah gede pa! Arsen bisa pilih yang mana yang baik buat diri arsen sendiri. Papa kan tau kalah arsen sama sovia itu cuma sahabatan pa jadi kami gak mungkin nikah pa. Arsen udah mutusin kalau arsen akan segera menikah dengan tika pa" jawab arsen.


" Arsen! Kenapa kamu selalu membangkang ha! Papa ngelakuin semuanya untuk kebaikan kamu! Kamu selalu aja ngambil keputusan sendiri seperti ini, sekarang kamu juga harus dengar keputusan papa! Papa gak akan pernah ngerestuin hubungan kalian berdua!" Jelas yuda dengan tegas. Perkataan yuda menjadi tamparan keras bagi tika karena yuda sepertinya tidak menyukainya.


Ibunya arsen yang mendengar keributan dari luar segera menuju keluar. Dia segera menghampiri suaminya yang terlihat begitu emosi.


" Mas, kamu udah pulang" seru ibunya arsen dengan wajah cemas karena apa yang dia takutkan terjadi. Keributan pasti akan terjadi saat yuda pulang dari kantor.


" Kalau itu keputusan papa, sekarang papa juga harus dengar keputusan arsen! Arsen bakalan tetap menikahi tika dengan atau tanpa restu dari papa!" Tegas arsen yang membuat yuda semakin murka tetapi istrinya segera menenangkannya karena dia tak ingin keluar kata-kata kasar lainnya dari mulut suaminya tersebut.


" Mas, udah. Ayo kita bicara didalam"


" Tapi vir"


" Udah mas, ayo ikut aku" paksa vira yang menarik tangan suaminya menuju ke kamar.


Tika hanya bisa diam mendengar perdebatan antara ayah dan anak itu.

__ADS_1


" Tika, kamu kenapa sayang? Kamu gak usah dengerin papa ya. Apapun keputusan papa aku gak peduli sayang, aku bakalan tetap nikahin kamu" ujar arsen sambil menggenggam kedua tangan tika. Tika kemudian menatap arsen dengan seksama.


__ADS_2