Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 86


__ADS_3

Maya hanya berkacak pinggang lalu duduk diatas sofa. Dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja dan menelpon security-nya untuk mengusir arsen, sovia dan karin.


' Halo pak, kenapa biarin sembarangan orang masuk rumah saya sih! Masih niat kerja apa enggak kamu! segera kesini sekarang!' seru maya dengan wajah kesalnya.


Sementara mata sovia seperti mencari-cari dimana keberadaan tika. Dia begitu tak tega melihat kondisi arsen yang sangat menyedihkan. Sovia segera memaksa diri untuk mencari keberadaan tika.


" Hey! Gadis nakal mau kemana kamu?" Ujar maya yang segera berdiri menghalangi langkah sovia.


" Tante, tolong biarin saya ketemu sama tika. Tante gak kasihan apa lihat arsen begitu, tante arsen sangat menyayangi tika. Aku yakin mereka bakalan bahagia hidup bersama. Tolong jangan pisahin mereka tante" jelas sovia.


" Sudah selesai bicaranya. Lebih baik kamu segera keluar dari sini ya karena saya gak peduli sama sekali sama hubungan yang seharusnya gak ada dari awal. Saya tau mana yang terbaik untuk anak saya jadi kamu gak perlu ngajarin saya" tegas maya dengan mata menyala.


Tak lama security-nya pun datang bersama beberapa pengawal untuk menyeret mereka keluar. Arsen tidak ingin keluar meskipun beberapa pengawal telah menariknya karena geram maya terus memaksa agar para pengawal tersebut menyeret arsen bahkan ia juga menyuruh dengan menggunakan kekerasan.


" Mami, arsen mohon. Arsen harus bicara sama tika mi, arsen sayang banget sama dia mi. Tolong kasih arsen kesempatan" pekik arsen yang terus mengelak dari para pengawal yang ingin menyeretnya.


" Gak ada kesempatan lagi buat kamu! Cepat bawa dia keluar sekarang!" Tegas maya. Para pengawal tersebut terpaksa melakukan kekerasan pada arsen lalu menyeretnya keluar. Kemudian security mengunci pagar rumah mereka.


Melihat kondisi arsen yang babak belur karena dihajar oleh para pengawal maya membuat sovia begitu sedih.


" Arsen, udah dong. Gue tau lo sayang banget sama dia tapi gue gak tahan kalau lo harus begini terus ar. Lebih baik lo relain dia aja sekarang, toh dia juga gak mau keluar dari kamar setelah lo manggil-manggil dia" ujar sovia karena ia tak tahan melihat penderitaan yang dialami oleh orang yang dia cintai.


" Gak bisa sov! Gue sayang banget sama dia. Gue gak bisa nyerah semudah itu sama dia sov. Gimana pun caranya gue harus ketemu sama dia sov" tegas arsen yang kekeh pada pendiriannya. Arsen memang sangat keras kepala dan selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang dia mau.

__ADS_1


Sovia tampak begitu kesal dengan jawaban yang diberikan oleh arsen. Dia kemudian menatap wajah arsen yang kini dipenuhi lebam.


Arsen kenapa lo gak ngerti sih? Gue lakuin ini semua demi lo Ar! Tapi kenapa lo gak ngerti sih batin sovia kesal.


Arsen yang tubuhnya kini dipenuhi lebam tampak masih berusaha memanggil-manggil nama tika dengan lantang. Karin kemudian mendekati arsen dan mencoba menasehatinya atas permintaan sovia.


" Arsen, Apa yang dikatakan oleh sovia itu benar nak. Sangat susah untuk meluluhkan hati maminya tika nak. Bukannya tante ingin mematahkan semangat kamu tapi lihat kondisi kamu sekarang nak. Kita harus mengobati luka-luka kamu dulu nak. Tante tau kamu sangat mencintai tika, tapi kamu juga harus menjaga kesehatan kamu kan"


" Tapi tante kalau arsen gak jelasin sekarang, kapan lagi arsen jelasinnya sedangkan besok tika udah berangkat keluar negeri tante" balas arsen yang masih menatap kearah rumah tika.


Tika, kamu dimana? Tolong kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya tik. Aku gak bisa kehilangan kamu Tika batin arsen.


Dilain sisi tika yang hendak membereskan barang-barangnya yang ada didekat jendela pun tak sengaja melihat arsen diluar pagar bersama karin dan sovia.


" Lho ngapain mereka ada diluar ya? Mama juga ada disitu. Aku harus kesana sekarang" lirih tika pelan sambil melepaskan earphone yang dipakainya. Dia bergegas kebawah dan bertemu dengan maya yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton televisi.


" Itu mi, diluar ada mama. Tika mau ketemu sama mama"


" Kamu gak boleh keluar tik!"


" Kenapa mi? Tika cuma ketemu mama sebentar aja kok"


" Diluar juga ada arsen. Apa kamu ingin menemuinya juga setelah apa yang dia lakukan sama kamu"

__ADS_1


" Tapi mi, tika cuma mau ketemu mama doang kok"


Astaga! Anak ini susah sekali dibilangin. Aku harus cari cara agar dia tidak keluar karena kalau dia sampai mengetahui segalanya itu akan jadi bahaya besar buat aku batin maya mulai cemas.


" Tika, sebenarnya mami gak ingin bilang ini tapi..." ujar maya dengan wajah yang menunduk sedih.


" Tapi apa mi?" jawab tika penasaran lalu duduk disebelah maminya.


" Mamanya reyhan bekerja sama dengan arsen nak, kamu kan tau bahwa mamanya reyhan tidak menyukai mami. Dia datang bersama arsen dan sovia kesini untuk mengatakan bahwa semuanya adalah kesalahan mami nak"


" Maksud mami apa? tika gak ngerti mi"


" Maafin mami karena harus bilang ini nak. Mami juga baru tau bahwa sebenarnya arsen tidak pernah menyukai kamu nak, mamanya reyhan lah yang menyuruhnya untuk mendekati kamu lalu ketika kamu telah menyukainya. Dia akan meninggalkan kamu nak"


" Apa? Itu gak mungkin mi. Mama gak mungkin ngelakuin semua itu mi. Mama gak mungkin setega itu sama tika mi"


" Mami gak bohong nak, kamu kan tau sendiri mami gak pernah bohong sama kamu nak. Mami berani bersumpah nak, mami juga sangat terkejut saat mengetahui hal ini. Mami tidak tau bagaimana cara memberitahukannya sama kamu nak? Mami tau satu-satunya kesalahan mami adalah karena mami tidak memberitahu kamu yang sebenarnya sejak awal" jelas maya yang berusaha meyakinkan tika dengan segala kebohongan yang ia buat.


Tika terlihat diam dan lemas saat mendengar ucapan maya. Dia sangat menyayangi karin seperti dia menyayangi maminya tetapi kenapa mama yang sayang dia percaya bisa berbuat seperti ini. Tika memang selalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh maminya karena selama ini maminya tak pernah membohongi dirinya dan selalu jujur padanya.


" Tika masih gak percaya mama begitu mi, padahal baru aja tadi tika ketemu sama mama tapi ternyata mama" ujar tika tak meneruskan perkataannya dan hanya bisa pasrah menerima luka baru lagi dalam dirinya.


" Sayang, mami tau ini pasti sangat sulit kamu terima nak. Kamu tau alasan mama tidak ingin membiarkan kamu lama-lama disana karena mami takut dia akan melakukan hal yang tidak baik sama kamu nak. Kamu kan tau kalau mami sangat menyayangi kamu" seru maya sambil memeluk putrinya tersebut.

__ADS_1


Maya kemudian tersenyum tipis karena kebohongannya kali ini pun dipercaya oleh tika.


Akhirnya dia percaya juga. Aku gak akan pernah biarin anak ku dekat-dekat lagi dengan mereka. Sekarang benih-benih kebencian yang kutanamkan dalam diri tika pada mereka akan mulai berkembang batin maya bahagia.


__ADS_2