Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 115


__ADS_3

Dikantor reyhan terlihat cemas karena diana tak dapat dihubungi. Dia terus saja mencoba menghubungi nomor diana tapi tak dapat terhubung. Radit segera datang menemui reyhan.


" Pak bos, ada apa?"


" Dit, segera siapkan mobil saya akan menyusul diana sekarang"


" Bukannya pak bos akan menyusulnya besok pak bos"


" Tadinya iya tetapi nomor diana tidak dapat dihubungi sejak tadi dit. Saya takut dia kenapa-kenapa disana"


" Pak bos, tolong tenang dulu. Saya tau kenapa nona diana belum menghubungi pak bos?"


" Kenapa?"


" Karena ditempat nona diana kini berada itu diketahui memang tidak ada sinyal sama sekali pak bos karena disana merupakan tempat terpencil pak bos"


" Tidak ada jaringan sama sekali! Bagaimana bisa begitu"


" Ya karena perekonomian disana begitu rendah pak bos "


" Baiklah kalau begitu. Terimakasih informasinya tetapi saya tetap ingin kesana sekarang"


" Baik pak bos" ujar radit yang segera menuruti apa yang dikatakan oleh reyhan.


Setelah radit pergi tampak clarisa memasuki ruangan reyhan tanpa meminta izin.


" Pak bos"


" Kamu. Ngapain kamu disini? Keluar sekarang juga! Saya tidak ingin diganggu"


" Saya kesini ingin meminta hak adik saya pak bos"


" Apa maksud kamu?"


" Ini surat pengunduran diri saya dan juga surat panggilan pengadilan untuk diana mengenai hak asuh zahra"


" Maksud kamu apa ha! Masalah ini sudah lama kenapa masih kamu ungkit-ungkit juga"


" Masalah baru ataupun lama saya tetap akan mendapatkan hak asuh zahra karena adik saya berhak atas itu"


" Kamu! Keluar sekarang juga!" Pekik reyhan yang terlihat murka. Clarisa segera bergegas keluar untuk mengambil barang-barangnya yang sudah dia rapikan diruangannya.


Ini langkah terakhir aku buat bisa dapatin reyhan sesuai keinginan papa kalau cara ini gagal juga aku gak tau apa yang bakalan terjadi batin clarisa.

__ADS_1


Ketika sedang beres-beres, radit tampak menghampiri clarisa.


" Cla, mau kemana?"


" Bukan urusan kamu"


" Cla, maksud kamu beresin ini semua apa ha! apa kamu lagi marah sama aku?"


" Bukan urusan kamu dit, udah deh jangan ganggu aku"


Radit kemudian menarik clarisa ke dalam pelukannya. Clarisa terlihat memberontak ingin melepaskan dirinya.


" Radit, lepasin! "


" Aku gak akan pernah lepasin kamu cla"


Mata mereka kemudian saling beradu pandang. Dari tatapan radit, clarisa dapat melihat perasaan cinta yang begitu dalam dari radit untuknya.


" Cla, aku tau kamu masih memiliki perasaan yang sama seperti aku kan. Kamu harus jujur sama diri kamu sendiri cla, jangan memaksakan diri lagi sama pak bos reyhan"


Clarisa menatap radit dengan tatapan yang begitu tajam lalu ia memalingkan wajahnya.


" Aku udah jujur sama diri aku sendiri dit. Aku cuma mau reyhan aja dan hanya reyhan"


Clarisa diam membisu, dia tak tau harus mengatakan apa. Dalam lubuk hatinya ia masih menyayangi radit tetapi seketika ia juga ingat akan kata-kata ayahnya yang membuat dirinya dalam dilema besar.


Aku harus jawab apa dit? Aku sayang sama kamu! Aku sayang banget tapi aku gak bisa nolak perintah papa karena konsekuensinya bakalan berbahaya banget buat aku dit. Maafin aku dit, maafin aku batin clarisa.


" Buat apa aku nurutin perintah kamu ha! Udha deh lepasin aku sekarang juga. Kamu harus ingat posisi kamu itu cuma masalalu aku dan gak akan pernah jadi masa depan aku. Kamu itu gak sepadan sama aku dit, yang cocok buat aku cuma reyhan bukan kamu" tegas clarisa yang membuat radit melepaskan pelukannya.


Maaf dit, aku tau kata-kata aku nyakitin kamu tapi aku rasa ini yang terbaik untuk saat ini batin clarisa yang merasa bersalah.


" Cla, kenapa kamu harus berubah se drastis ini sih? Dulu kamu bahkan gak pernah peduli sama harta dan juga jabatan tapi kenapa sekarang begini? Awalnya aku ngira kamu cuma mau buat aku panas makanya kamu mengincar pak bos tapi setelah mendengar perkataan kamu ini sekarang aku tau kalau clarisa yang kini ada dihadapan aku bukan lagi clarisa yang dulu pernah jadi seseorang yang spesial dihidup aku. Kamu bukan clarisa yang dulu lagi, aku kecewa sama kamu cla" jelas radit kemudian pergi meninggalkan ruangan clarisa.


Clarisa hanya bisa menatap kepergian radit walau sebenarnya ia sangat ingin menahan kepergian radit.


" Maafin aku dit, aku memang egois. Aku gak pantas buat cowok baik kayak kamu dit, semoga kamu bakalan dapat yang lebih baik dari aku dit" lirih clarisa pelan lalu dia kembali membereskan barang-barangnya.


Radit terlihat begitu emosi hingga membuat dirinya meninju meja kerjanya yang membuat tangannya terluka.


" Clarisa! Kenapa kamu harus begini sih? Aku udah berjuang hingga titik ini demi kamu tapi apa, kamu malah begini" ujar radit kesal.


Setelah selesai membereskan barang-barangnya clarisa segera pergi meninggalkan kantor reyhan. Dia menatap kantor tersebut terlebih dahulu sebelum ia berangkat. Begitu banyak kenangan yang telah dia alami selama bekerja disana.

__ADS_1


***


Malam harinya ditempat camp bencana tampak para tim medis telah selesai melakukan rapat. Mereka segera kembali ke tenda masing-masing kecuali diana karena galang memintanya untuk tinggal.


" Ada apa galang? "


" Begini na, ada satu orang pasien yang ditemukan kritis na dan dokter relawan dari rumah sakit lain mengatakan tak mampu untuk melakukan operasi jadi aku harap kamu bisa melakukannya na. Aku percaya sama kamu na dan mengatakan pada mereka pasien tersebut akan diambil alih sama kamu na" jelas galang.


" Kenapa gak bilang dari tadi lang? Ayo sekarang kesana karena kalau semakin lama operasi dilaksanakan bisa berbahaya bagi pasien itu" sahut diana.


Galang begitu bahagia melihat semangat dari diana. Walaupun badannya letih karena baru sampai tak menyurutkan semangatnya untuk membantu orang. Itu adalah salah satu nilai plus yang membuat galang begitu mengaguminya.


Mereka segera bersiap-siap untuk melakukan operasi. Diana terlebih dahulu memeriksa kondisi pasien tersebut baru melakukan operasi. Dia melakukannya dengan hati-hati karena dan cermat.


Beberapa jam kemudian dia pun keluar dari tempat operasi. Keluarga pasien tampak menunggu diluar.


" Bagaimana kondisi putri kami dok?"


" Operasinya berjalan lancar bu tapi anak ibu kini masih dalam masa kritis jadi kita harus bersabar menunggu anak ibu siuman ya bu"


" Terimakasih dok karena telah menolong anak saya. Saya sangat takut karena dokter mengatakan resikonya sangat tinggi sekali jika anak saya melakukan operasi ini tapi ketika anda meyakinkan saya, saya mengerti bahwa putri saya akan baik-baik saja. Sekali lagi terimakasih dokter"


" Iya sama-sama bu, kalau begitu saya permisi dulu ya bu" seru diana yang kemudian pergi ketenda untuk khusus mengganti pakaian operasi. Disitu juga ada beberapa dokter lainnya dari rumah sakit yang berbeda-beda.


" Anda dokter baru disini"


" Iya saya rombongan yang tadi baru sampai"


" Wah... Kemampuan dan skill kamu sangat hebat ya. Oh ya, perkenalkan saya dona relawan dari rumah sakit F dan ini dua rekan saya lainnya. Yang ini dokter lila dan ini dokter pia" ujar salah seorang wanita yang juga sedang berganti pakaian disitu. Dia pun berkenalan dengan mereka dan menjadi akrab karena diana memang orang yang mudah bergaul.


Ketika melihat layar ponsel dari salah satu dokter tersebut, diana terkejut melihat wallpapernya adalah foto reyhan.


" Wallpaper kamu itu" ujar diana.


" Diana, kamu tau si lila ini salah satu fans berat reyhan karena dia seorang pengusaha sukses dan terkenal" jelas pia.


" Bukan cuma itu dia juga sangat tampan dan baik hati, aku sangat ingin bertemu dengannya" tambah lila.


Dona segera mendorong pelan kepala lila.


" Mimpi kamu! Mana mau seorang bos besar dari perusahaan terkenal ketemu sama kamu"


Mereka terlihat tertawa bersama.

__ADS_1


Andai kalian tau seperti apa reyhan aslinya, kalian akan kesal setiap hari karena dia batin diana.


__ADS_2