
Sementara itu reyhan baru saja tiba di kediaman maya. Dia terkejut melihat mamanya ada disana bersama seorang pria yang menghadap kearah rumah maya dan seorang wanita lagi yang berdiri disebelahnya.
Mama ngapain dia disini? batin reyhan bertanya-tanya. Dia kemudian turun dari mobil bersama radit lalu menghampiri mereka.
"Arsen" ujar reyhan saat melihat wajah sahabatnya itu. Walaupun hubungan mereka kurang baik reyhan tak pernah menganggap arsen adalah musuhnya seperti apa yang dilakukan oleh arsen.
" Reyhan, kamu disini nak" seru karin. Reyhan berusaha secuek mungkin tak mempedulikan perkataan mamanya itu dan mendekati sovia.
" Sov, kalian ngapain disini?"
" Ceritanya panjang rey. Intinya gue kesini nemanin arsen buat ketemu tika karena ada salah paham sama mereka tapi maminya tika malah ngusir kita dan para pengawalnya juga mukulin arsen rey" jelas sovia.
Gue tau hati lo pasti sakit banget sov berada disini batin reyhan.
" Lo sendiri ngapain kesini?"
" Gue mau ketemu sama maminya tika ada beberapa hal yang harus gue urus sama dia"
Arsen hanya menatap sebentar pada reyhan dengan penuh kekesalan karena ia masih menganggap semua ini akibat reyhan. Dia tak ingin berbicara sepatah katapun pada reyhan. Reyhan kemudian mendekati arsen.
" Lo masih marah sama gue?" tanya reyhan tetapi arsen tak menjawabnya bahkan tak meliriknya sedikitpun" Gue tau lo masih marah sama gue ar, tapi asal lo tau gue gak pernah nganggap lo sebagai musuh gue karena kita itu sahabatan bro dan persahabatan itu lebih indah dari pada permusuhan. Gue bakalan bantu lo buat baikan sama tika"
Arsen seketika menghadap reyhan saat reyhan berkata dia akan membantunya baikan dengan tika.
" Lo gak usah muna deh! Gue tau lo sebenarnya senang kan gue sama tika berantem jadi gak usah sok baik depan gue kalau ujung-ujungnya cuma buat sakit doang"
" Gue gak pernah senang lihat sahabat gue sekarang menderita. Gue tau dulu gue salah karena udah tunangan sama tika dan gak bilang lo tapi semua itu juga bukan kesalahan gue sepenuhnya bro karena lo gak pernah jujur sama gue kalau lo itu suka sama tika. Seandainya lo bilang ke gue, gue pasti cari cara buat batalin pertunangan itu bro tapi apa lo gak pernah bilang ke gue dan langsung aja musuhin gue" jelas reyhan yang mulai kesal.
__ADS_1
" Bulshit! Udah deh mending lo gak usah ikut campur masalah gue"
" Terserah lo mau percaya atau enggak ya ar. Gue capek tau gak jelasin semuanya sama lo tapi lo gak pernah percaya dan satu hal lagi lo selalu sibuk ngejar cewek yang buat lo terobsesi sampai-sampai lo gak lihat disekitar lo ada seorang cewek yang bener-bener sayang dan cinta tulus sama lo"
" Apa maksud lo ngomong begitu ha!"
" Sebenarnya selama ini" belum selesai reyhan berbicara sovia memegang tangan reyhan dan menggelengkan kepalanya memberikan isyarat agar reyhan tidak memberitahukan arsen tentang perasaannya.
" Sebenarnya apa?" tanya arsen nyolot.
Reyhan hanya diam tak menjawab perkataan arsen. Radit kemudian mendekati reyhan.
" Pak bos, security maminya tika tidak mau membukakan gerbang untuk kita pak bos"
" Biar saya yang bicara sama dia" balas reyhan lalu pergi menemui security tersebut. Setelah berbincang-bincang beberapa menit akhirnya security itu membukakan pintu pagarnya.
Arsen langsung berlari masuk kedalam untuk menemui tika. Dari belakang reyhan, Karin, sovia, radit dan beberapa pengawal reyhan mengikutinya dari belakang. Karena pintunya terkunci, arsen terus mendobrak pintu tersebut tanpa memikirkan luka-luka yang ada ditubuhnya.
Betapa terkejutnya maya dan tika melihat segerombolan orang masuk kedalam rumah mereka.
" Mau apa kalian kesini ha!" Pekik maya emosi dan tika berdiri tepat dibelakang maya. Arsen ingin mendekatinya tetapi dengan segera tika menolaknya.
" Jangan dekat-dekat sama aku arsen! Kalau kamu berani selangkah lagi kesini kamu gak akan bisa bayangin apa yang bakalan aku lakuin sama kamu"
" Tapi Tika kita perlu bicara"
" Aku gak mau dengar apapun lagi dari kamu arsen lebih baik kalian semua pergi sekarang juga dari sini!"
__ADS_1
" Tika, kamu percaya sama mama kan sayang. Kamu harus dengerin penjelasan dari arsen dulu nak karena semua omongan mami kamu itu hanya kebohongan semata" timpal karin.
" Udah diam! Aku gak akan dengarin siapapun lagi kecuali mami. Kalian semua itu yang pembohong! Aku benci kalian! Lebih baik kalian pergi dari sini" balas tika yang meluapkan kekesalannya.
Karin tak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu dari tika karena selama ini tika selalu mendengarkan dirinya.
" Kalian dengar perkataan anak saya kan! Lebih baik kalian pergi atau saya akan telpon polisi karena kalian mengganggu kenyamanan saya dan anak saya" tegas maya.
" Telpon aja mi. Kita lihat siapa yang akan ditangkap sama polisi kami atau mami" seru reyhan yang membuat seluruh mata melirik kearahnya.
" Maksud kamu apa rey? Ini adalah rumah saya, kenapa saya yang ditangkap"
" Mami... Mami udah deh gak usah menghindar lagi mi. Saya gak nyangka mami bisa ngelakuin hal rendah kayak gini ya mi. Awalnya saya bisa maafin mami atas kesalahan mami tapi kali ini saya gak akan mentolerir lagi kesalahan mami! Mami gak nyadar apa akibat ulah mami ini dua orang kehilangan nyawanya mi dan salah satunya orang yang paling aku sayang mi" jelas reyhan yang kini membuat maya gelagapan tak tau harus menjawab apa karena perbuatannya sudah diketahui oleh reyhan.
Kurang ajar! Aku harus jawab apa sekarang? Mata-mata bodoh itu pasti yang memberitahu semuanya sama reyhan. Kalau tika sampai tau perbuatan ku dia pasti akan membenci ku. Gak aku gak mau dibenci oleh anak ku sendiri batin maya yang mulai cemas.
Semua orang yang berada diruangan itu terkejut mendengar perkataan reyhan.
" Rey! Kamu jangan asal bicara ya tentang mami aku. Aku tau kamu gak suka sama mami tapi gak gini juga caranya. Kamu kira aku bakalan percaya sama omongan palsu kamu ha! Udah deh gak usah buat sandiwara baru lagi lebih baik kalian pergi sekarang juga dari sini" pekik tika kesal.
" Tika! Aku gak nyangka ya kamu bisa sampai sebuta ini karena mami kamu. Kamu tu gak sadar apa, kamu selalu dibohongi oleh mami kamu ini! Dia itu gak pernah mikirin kebahagiaan kamu tik, dia cuma mau melihat semua orang hancur bahkan kamu juga!"
" Cukup ya rey! Kamu bisa nuduh aku apapun itu tapi aku gak akan terima kalau kamu hina mami aku!" tegas tika dengan wajah penuh emosi.
Bagus deh kalau tika percaya sama aku batin maya sedikit gembira.
Maya pun menunjukkan ekspresi sedih seakan-akan dia tak bersalah.
__ADS_1
" Mami tau kamu gak suka sama mami rey tapi kamu jangan nuduh mami seperti itu nak karena mami tak pernah melakukan hal kejam begitu" ucap maya dengan raut wajah sedih.
" Hadeuh.. udah cukup mami! Acting mami itu gak ada gunanya didepan aku. Aku udah laporin masalah ini kepolisi beserta bukti-buktinya jadi mami siap-siap aja sebentar lagi polisi akan datang menjemput mami kesini" seru reyhan yang tersulut emosi. Mendengar perkataan reyhan membuat tubuh maya gemetar dan ia mulai ketakutan.