
Dilain sisi, ocha dan jason yang sudah tiba dirumah tampak langsung masuk ke dalam kamar. Ocha kemudian merapikan barang-barang miliknya sementara jason langsung rebahan di kasur.
" Jason, beresin dulu barang-barang kamu" pekik ocha.
" Kamu kan ada cha, lagian aku masih capek dan ngantuk mau istirahat dulu. Kamu aja ya" jawabnya santai.
" Emang aku babu kamu apa! beresin sendiri barang-barang kamu sekarang"
" Males cha, tunggu bibik aja kalau gitu. Lagian ngapain sok rajin sih, disini pembantu banyak kali jadi ngapain harus repot-repot segala beresin itu semua"
" Dasar anak manja!
" Siapa yang kamu bilang anak manja ha?"
" Kamu, kenapa? gak terima ha! emang kenyataan kan kamu anak manja"
" Tarik balik gak ucapan kamu"
" Gak mau, ucapan aku kenyataan kok. Kamu tuh cuma anak manja yang bisa bergantung sama uang papa kamu aja"
" Kamu!"
" Apa? "
Sabar jason, sabar. Dia cewek dan sekarang juga lagi dirumah kalau ketahuan berantem sama papa bisa gawat batin jason.
" Serah kamu aja deh, aku ngantuk dan sekarang mau tidur" ujar jason lalu mulai memicingkan matanya.
Dasar anak pemalas ya! awas aja kamu nanti batin ocha. Dia terpaksa membereskan semuanya karena dia tidak menyukai segala sesuatu yang berantakan berbeda dengan jason yang suka membuang barang seenaknya saja dan menunggu pembantunya membersihkan semua kekacauan yang dibuatnya.
Setelah selesai beres-beres, ocha kemudian mandi. Dia bersenandung dengan suara kecil yang membuat jason membuka matanya karena mendengar suara ocha bernyanyi.
Bagus juga suara tu cewek kalau nyanyi, cuma kalau lagi bicara aja kadang gak ngotak dia. Coba aja lo gak cari masalah terus sama gue cha pasti kemungkinan gue bisa suka sama lo batin jason lalu ia segera tersadar dan tidur kembali.
tok... tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar yang membuat jason terpaksa bangun karena ocha masih dikamar mandi.
" Siapa?" tanya jason yang kini setengah sadar.
" Ini mama jason"
Dia segera membukakan pintu untuk mamanya.
" Ada apa ma?"
" Ini mama ada bawakan makanan untuk kamu sama ocha. Kalian pasti laper kan karena perjalanan jauh kesini"
__ADS_1
" Aduh mama, ngapain repot-repot sih kan jason sama ocha bisa ambil sendiri ma ke bawah atau bisa minta tolong bibik juga kan"
" Iya mama tau tapi mama cuma kepengen aja buatin makanan ini buat kalian berdua"
" Yaudah ma, makasih ya ma"
" Iya sayang, jangan lupa dimakan ya"
" Iya ma"
Jason kemudian mengambil makanan tersebut lalu menutup pintu kembali. Tampilan makanan tersebut tampak lezat seakan-akan memanggil jason untuk segera memakannya. Lalu ia pun langsung melahap makanan tersebut karena rasanya begitu lezat.
" Enak banget masakan mama, malah dibawain cuma sedikit lagi. Kalau aku habisin ocha gimana? ah Ntar aku suruh bibik aja masak buat dia dan ini buat aku aja semuanya" lirihnya pelan sambil melahap makanan tersebut. Merasa begitu kenyang membuatnya mengantuk dan tidur kembali.
Sementara itu mama jason tampak kembali ke kamar dengan senyuman tipis.
Makanlah makanan tersebut ocha, mama yakin kamu akan suka makanan itu batinnya sambil melihat botol kecil yang ada ditangannya yang berisikan cairan.
Mama jason sebenarnya tidak begitu menyukai ocha, dia terpaksa menerimanya karena itu keinginan suaminya. Dia tak bisa menolak keinginan herman karena ia pernah melakukannya alhasil dia hampir berpisah dengan herman. Dia merupakan istri kedua herman karena istri pertama herman meninggal saat melahirkan jason. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui hal ini. Alasan kakak jason sampai kini belum memiliki keturunan pun semuanya berkaitan dengannya. Dia memasukkan obat kedalam makanan yang dimakan oleh kakaknya agar tidak bisa memiliki keturunan.
Aku selama ini udah capek banget cuma jadi bayangan kamu mas herman. Sekarang aku bakalan perlahan bangkit dan ngehancurin keluarga kamu ini dengan cara apapun itu batinnya geram.
Walaupun dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menarik perhatian suaminya tetapi herman masih saja mencintai istri pertamanya. Hal itu sontak membuatnya menjadi semakin kesal, apalagi herman juga sering membandingkan dirinya dengan almarhum istrinya tersebut.
Di kediaman diana, ia tampak menghampiri reyhan dan zahra yang sedang bermain.
" Zahra bahagia karena ayah janji bakalan ngasih adek buat zahra bunda"
Dia kemudian langsung melirik kearah reyhan yang hanya tersenyum manis padanya.
" Emang kalau zahra punya adek mau yang cewek atau cowok?"
" Yang mana aja bunda, yang penting zahra punya adek ya kan ayah"
" Iya sayang"
Reyhan... Reyhan... ada-ada aja kelakuannya batin diana.
***
Keesokan paginya, reyhan terlihat mual-mual saat mereka semua akan sarapan pagi.
" Na, reyhan kenapa?" tanya ratmi merasa khawatir.
" Gak tau bu, dari tadi bangun tidur dia mual-mual gitu"
" Udah kamu periksa na"
__ADS_1
" Udah bu dan tubuh reyhan baik-baik aja bu"
" Gimana kalau dibawa ke rumah sakit aja na, mana tau ada sesuatu yang terjadi sama dia na"
" Yaudah bu nanti diana sama reyhan ke rumah sakit ya bu"
" Iya nak"
" Bu,aku minta uang dong" seru indah spontan yang membuat diana menatap tajam kearahnya.
" Minta uang, buat apa?" jawab diana.
" Ya buat kebutuhan aku lah kak, kalau aku gak butuh aku juga gak akan minta kok"
" Indah, kamu dengerin kakak ya. Kamu itu udah besar dan seharusnya kamu yang ngasih uang sama ibu bukan minta-minta begini" ujar diana memberi nasehat pada indah.
Kurang ajar ni anak pungut, berani-beraninya dia ceramahin gue batin indah kesal.
" Udah-udah, kallian gak usah berantem ya. Nanti setelah sarapan ibu kasih uangnya ya ndah"
" Ibu jangan manjain dia kayak gitu bu nanti kebiasaan. Dia seharusnya udah bisa kerja dan cari uang sendiri kan buat kebutuhan dia"
" Diana, adik kamu kan masih belum ada kerjaan makanya dia masih minta sama ibu nak. Nanti kalau dia udah kerja pasti dia bakalan ngasih ibu juga kok"
" Yaudah kalau gitu suruh dia cari kerja bu"
" Dia cuma lulusan SMA mau kerja apa coba na"
" Diperusahaan reyhan kan banyak lowongan bu, ntar aku bicarain sama reyhan deh dia bisa masuk atau enggak"
" Yaudah na, masalah ini nanti aja ya kita bahas sekarang kita sarapan dulu"
" Iya Bu"
Reyhan kemudian kembali ke meja makan dengan wajah begitu lesu.
"Gimana rey? udah baikan
" Udah dikit kayaknya na"
" Kamu pasti salah makan nih makanya begitu"
" Salah makan apa na? aku kan makannya cuma masakan kamu yang semalem dan biasanya aku gak apa-apa juga kan makan itu"
" Yaudah ntar kita kerumah sakit aja ya periksa lebih lanjut lagi"
" Iya sayang"
__ADS_1