
" Apaan sih kamu jason? siapa juga yang mata-matain dia, orang aku tadi cuma jalan-jalan doang keatas" sahut ocha.
" Bagus deh kalau emang engga" lirih jason. Saat melihat kearah jalan ocha merasa heran karena jason membawanya kearah yang berlawanan.
" Jason, kita salah jalan lho. Seharusnya kamu belok kiri tadi" pekik ocha.
" Gak salah kok, kita ke rumah sakit bentar"
" Mau ngapain?"
" Kepo banget kamu, udah ikut aja ntar juga tau sendiri kok"
Lama-lama ni anak makin ngeselin aja batin ocha kesal. Dia berjalan mengikuti jason dari belakang dan merasa heran kenapa jason membawanya ke dokter kandungan.
" Jason! kamu gila ya. Ngapain kamu bawa aku kesini? apa jangan-jangan kamu mau ngajak aku ketemu selingkuhan kamu yang lagi hamil ha!" lirih ocha menduga-duga.
" Ngaco kamu ya, siapa juga yang punya selingkuhan"
" Terus mau apa kamu bawa aku kesini?" tanya ocha begitu penasaran. Jason kemudian menatapnya " Kamu diam dan ikut aja. Gak usah banyak tanya, ntar tau sendiri kok"
Mereka kemudian masuk kedalam ruangan dokter kandungan tersebut. Seorang wanita cantik dengan jas putih tampak mendekati jason. Di terlihat begitu akrab dengan jason yang membuat ocha kebingungan.
Apa jangan-jangan wanita ini pacarnya jason? tapi kalau emang pacarnya bagus dong kenapa aku malah ngerasa khawatir gini sih. Ocha ada apa sama kamu ha? seharusnya kamu ingat pernikahan dengan jason hanya sebatas kontrak saja tidak lebih dan tidak kurang batin ocha.
" Ini istri kamu?" ujar dokter tersebut menunjuk kearah ocha. Jason mengangguk" Ya, dia istri aku"
" Kamu hebat juga ya cari istri, istri kamu terlihat cantik dan imut"
" Memang dari dulu aku pandai kan mencari wanita" " Kamu ya, masih sama seperti dulu" ujar dokter tersebut lalu mendekati ocha.
" Kamu ocha kan?"
" Iya, kenapa ya?"
" Silahkan berbaring dulu, saya akan mulai memeriksa"
__ADS_1
" Berbaring? ngapain? saya gak sakit kok" sahut ocha keheranan.
" Ocha, dengerin kata dokter dong. Kalau disuruh baring ya baring lah"
" Aku gak sakit Jason"
" Sudah jangan bertengkar, saya akan memeriksa kamu sebentar saja ocha"
Dengan perasaan kesal ocha kemudian berbaring dan dokter tersebut segera menutup sampiran. Dia kemudian mulai memeriksa ocha yang membuat ocha merasa aneh.
Gak sakit apa-apa malah disuruh periksa, emang dasar si Jason becandannya kelewatan malah di dokter kandungan lagi apa dia pikir aku hamil ha? batinnya terus saja mengomel geram.
Setelah selesai memeriksa dokter tersebut membuka sampiran dan duduk di bangkunya dengan tersenyum.
" Gimana ya hasilnya?"
" Selamat ya buat kalian berdua, istri kamu hamil jason"
Jason dan ocha melongo mendengar penuturan dokter yaya tersebut.
" Apa? Saya hamil! jangan bercanda deh dok, gak mungkin saya hamil" bantah ocha tak terima.
Jason terlihat begitu lemas, dia terduduk dibangku dekat situ.
" Udah kuduga" lirihnya.
" Tapi saya gak ada tuh ngerasa seperti orang hamil dok" kekeh ocha.
" Makasih yaya, gue cabut dulu" ujar jason kemudian menarik tangan ocha keluar.
" Jason, ngapain sih tarik-tarik tangan aku? dokter itu pasti salah. Aku gak mungkin hamil kan orang kita aja gak pernah begituan" seru ocha.
" Kamu lupa atau pura-pura lupa ha! " sahut jason. Ocha kemudian berusaha mengingat bahwa ia dan jason memang pernah melakukan hubungan tersebut.
Masa iya cuma sekali ngelakuin itu bisa hamil? gimana nasib anak ini? aku sama Jason kan hanya menikah kontrak saja jika anak ini lahir dia hanya akan menderita saja di dunia ini tapi jika aku menggugurkan kandungan ini.... Gak aku gak bisa lakuin itu kasihan anak ini batin ocha merasa begitu kesal, bingung dan semua perasaan kini campur aduk.
__ADS_1
" Kita bicarain ini dirumah ya" ajak jason yang segera membawa ocha pulang.
Sementara itu diana terlihat begitu bosan menunggu diruangan reyhan. Saat ia hendak melihat-lihat buku dilemari sekitar situ ada sebuah kotak yang membuat diana menjadi begitu penasaran.
Itu kotak apa ya? batin diana. Dia kemudian mengambilnya dan membuka kotak tersebut.
" Kalung, ini kalung siapa? kenapa kayak kalung pasangan gitu" lirih diana lalu ia memeriksa lagi ternyata ada surat didalamnya.
To reyhan, aku gak tau mau mulai dari mana rey. Aku bingung harus bilang apa sama kamu, aku yakin kamu pasti masih nyimpen kalung pasangan kita ini kan. Maafin aku yang harus pergi ninggalin kamu duluan bahkan tanpa ngasih tau kamu semuanya tentang penyakit aku. Setelah kamu terima kalung dan baca surat ini itu pertanda aku udah pergi untuk selamanya rey. Aku tau kita masih begitu muda dan sejak kecil kita bersama tapi aku yakin kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik dari aku rey. Kamu cinta pertama aku begitupun kamu bukan. Maafin aku yang gak punya banyak waktu ini, yang selalu ngebawelin kamu setiap saat dan yang selalu ganggu kamu pokoknya tanpa absen. Aku sedih kalau nantinya surat ini akan sampai ke tangan kamu rey tapi kalau memang surat ini sampai ke tangan kamu aku minta maaf ya karena cuma bisa menemani kamu sampai disini aja. Kamu harus selalu semangat menghadapi semuanya Rey dan temukan cinta sejati kamu. Okey baby, Fighting. from your love Jihan.
Mendengar seseorang datang, diana segera menyembunyikan surat tersebut.
" Sayang, maaf ya kamu lama nunggu aku" seru seseorang yang tak lain adalah reyhan.
" Gak apa-apa sayang"
" Kamu ngapain disitu?"
" Enggak, aku cuma mau lihat-lihat buku disekitar sini aja kok"
" Yaudah sini makan dulu"
Diana segera duduk disofa dan reyhan tampak mempersiapkan makanan.
" Rey, aku boleh nanya sesuatu gak?" ujar diana dengan ragu-ragu.
" Mau nanya apa sayang?"
" Sebelum sama aku, apa kamu pernah pacaran sama orang lain?" tanyanya dengan ekspresi yang begitu serius menatap reyhan. Reyhan tampak heran karena diana menanyakan hal tersebut" Memangnya kenapa sayang? tumben kamu nanya-nanya begini"
" Ya pengen tau aja, emang gak boleh ya"
Reyhan terlihat diam sejenak sambil menatap diana yang kini juga menatapnya dengan serius. Dia kemudian menggenggam tangan diana.
" Sayang, buat apa sih nanya masalalu. Lebih baik kita fokus sama masa depan kita sekarang"
__ADS_1
Kenapa kamu gak mau jawab sih Rey? apa jangan-jangan ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari aku? batin diana dengan raut wajah tak senang mendengar jawaban reyhan. Melihat kegelisahan istrinya membuat reyhan akhirnya mengatakan semuanya.
" Sayang, jangan cemberut gitu dong. Ok, aku bakalan cerita sejujurnya tentang masalalu aku sama kamu" seru reyhan yang membuat diana tampak antusias ingin mendengarnya.