Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 113


__ADS_3

Arsen dengan segera mengejar sovia tetapi sia-sia saja karena sovia sudah tidak ada lagi disana. Arsen mencoba menghubunginya tetapi sovia selalu menolak panggilan dari arsen.


Diperjalanan sovia terlihat gemetar, dia tak percaya bahwa dirinya tadi menampar wajah arsen karena dia tak pernah melakukan itu sebelumnya.


Gue nampar arsen! Tangan ini. Kenapa gue nampar dia? Tapi ini semua gara-gara dia sendiri yang bersikap kelewatan sama gue. Dia udah punya istri tapi kenapa masih gangguin gue sih? Sadar arsen! Kenapa lo begini arsen? batin sovia jadi tak karuan.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh tanpa tau kemana tujuannya.


***


Keesokan paginya diana tampak telah bersiap-siap untuk berangkat menuju rumah sakit. Dia terlihat membawa satu buah koper dan beberapa barang lain miliknya. Reyhan yang mengantarkan dia ke rumah sakit karena diana akan berangkat ke tempat bencana menggunakan bus bersama rekan-rekannya.


Sesampainya di rumah sakit, reyhan menahan tangan diana yang mengisyaratkan bahwa dia tak ingin diana pergi.


" Diana, apa kamu gak bisa nolak buat jadi relawan kesana?"


" Rey, bukannya kita udah bahas ini kemarin. Aku cuma sebentar aja kok rey, aku janji bakalan jaga diri baik-baik disana"


Reyhan langsung memeluk diana dengan erat dan diana pun membalas pelukannya tersebut.


" Rey, udah ya. Bus aku mau berangkat tuh, ntar aku telat lho rey"


" Gak ada kiss bye nih buat aku"


" Reyhan, kamu apa-apaan sih nakal banget"


" Kita kan bakalan pisah lama na jadi boleh ya"


Diana kemudian mencium lembut pipi reyhan lalu segera turun dari mobil. Pengawal reyhan tampak mengeluarkan koper diana dari dalam bagasi mobil.


Dari kejauhan galang melihat diana yang begitu akrab dengan reyhan. Dia memang tau bahwa diana memiliki hubungan dengan reyhan tetapi ntah kenapa hatinya tetap menginginkan diana.


Ririn segera menghampiri galang yang membuatnya terkejut.


" Lihatin apa Lang?"


" Gak ada rin. Kamu juga ikut jadi relawan bukannya kemarin kamu nolak"

__ADS_1


" Ceritanya panjang lang, intinya aku bakalan ikut juga kesana jadi relawan karena aku juga pengen nolong orang yang membutuhkan bantuan aku lang"


" Wah... Aku senang kamu seperti ini. Semangat ya" ujar galang sambil mengelus lembut kepala ririn yang membuat ririn sangat bahagia.


Belum nolong orang aja udah dielus gini, apalagi kalau nanti aku disana nolong orang banyak pasti bakalan dijadiin pacar nih batin ririn yang menghayal dan begitu berharap.


Mereka kemudian segera masuk kedalam bus setelah mendapat pengarahan. Galang juga membantu ririn meletakkan barang-barangnya.


Pengawal reyhan juga meletakkan barang-barang diana kedalam bus. Direktur rumah sakit tersebut tampak menghampiri reyhan dan diana.


" Selamat pagi pak bos reyhan, saya tidak menyangka akan bertemu pak bos disini"


" Pagi, saya kemari hanya ingin mengantarkan calon istri saya. Saya minta selama disana tolong jaga dia baik-baik dan jangan sampai dia terluka karena kalau dia terluka kamu yang akan menanggung akibatnya" jelas reyhan dan direktur tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


" Rey, kamu apa-apaan sih pakai ngancam pak direktur segala. Aku gak suka ya kamu kayak begini"


" Diana sayang aku kayak gini agar kamu selama disana dijaga dengan baik sayang"


" Kamu tenang aja ya, aku bisa jaga diri kok sayang. Yaudah, aku pergi dulu " seru diana sambil menaiki bus karena mereka hendak pergi menuju tempat yang telah ditentukan.


Diana terlihat menatap reyhan dari balik jendela kaca bus, dia juga melambaikan tangan pada reyhan. Reyhan pun demikian, dia terlihat begitu tak tenang melepas diana.


Diperjalanan reyhan segera menelpon sekretaris pribadinya.


' Halo dit'


' Halo pak bos'


' Dit, apa bisa semua rapat yang menurut kamu penting kita laksanakan sekarang semuanya'


' Memangnya kenapa pak bos?'


' Saya berencana ingin menyusul diana ke tempat bencana yang dia tuju'


' Bukankah terlalu beresiko pak bos'


' Maka dari itu saya ingin kesana untuk menjaga diana dit jadi saya mau menyelesaikan semua rapat penting dan masalah yang lain nanti kamu yang urus'

__ADS_1


' Baik pak bos. Pagi ini kita akan rapat bersama klien penting pak bos dan beberapa lainnya nanti saya akan sesuaikan jadwalnya sesuai keinginan pak bos'


' Baiklah dit, kalau begitu saya akan segera ketempat rapat. Kirim saja alamatnya pada supir ya'


' Siap pak bos'


Reyhan segera memutuskan panggilan telponnya.


Sementara itu dibus, diana terlihat begitu gembira karena hiburan yang diberikan beberapa teman relawan lainnya. Diana kini duduk disebelah ririn. Ririn terlihat terus memandangi galang yang sedari tadi sibuk menjelaskan apa-apa saja yang akan mereka lakukan disana.


" Rin, udah dong liatinnya. Dia gak akan hilang kok" ujar diana pelan.


" Diana, kamu apa-apaan sih. Aku gak liatin dia kok" jawab ririn mengalihkan pandangannya.


" Gak usah ngeles kayak bajai deh. Udah ketangkep juga kamu dari tadi lihatin galang mulu dari tadi"


" Enggak kok" bantah ririn. Diana hanya tersenyum melihat sahabatnya yang salah tingkah.


Galang ternyata melihat diana yang terlihat begitu bahagia saat sedang berbincang - bincang dengan ririn. Dia menjadi semakin terpesona melihat senyuman diana yang begitu menawan.


Andai aja kamu belum jadi milik reyhan na batin galang yang begitu berharap.


Ketika ririn melihat kearah galang, dia menjadi salah tingkah sendiri karena mengira bahwa galang sedang memperhatikannya.


Aduh Galang dari tadi kok lihat kearah sini ya, apa dia tau kalau aku dari tadi mandangin dia? Kok detak jantung aku jadi gak karuan gini sih batin ririn menjadi begitu malu karena merasa galang sedang memperhatikannya.


Wajah ririn yang tadinya terlihat malu-malu kini berubah menjadi kesal saat melihat seorang wanita yang juga merupakan pesaingnya duduk disebelah galan. Wanita itu terlihat berbincang-bincang dengan galang. Mereka terlihat bahagia yang membuat ririn kesal.


" Sabar rin, kamu kan tau sendiri kalau galang itu yang ngincar banyak jadi kamu juga harus extra sabar ya " ledek diana.


" Apaan sih na, galang gak akan pernah mau dekat-dekat sama cewek ganjen itu. Kamu tau na, citra yang dari dulu nguber-nguber galang padahal galang mah gak suka sama dia"


" Terus gimana? Emang kamu seyakin itu kalau kamu bakalan bisa dapetin galang"


" Masih belum yakin 100% sih na, tapi aku bakalan berusaha keras untuk dapatin dia" ujar ririn dengan kepercayaan diri yang tinggi.


" Semoga aja ya rin, semangat!"

__ADS_1


Mereka kemudian tertawa bersama. Ririn tampak melirik tajam kearah citra yang sedari tadi selalu menggoda galang. Dia begitu ingin menjambak rambut citra karena kekesalannya saat ini tetapi ia menahannya karena tak ingin membuat keributan.


Diana terlihat menikmati pemandangan dari balik jendela bus hingga ia tak sadar dirinya tertidur.


__ADS_2