Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 102


__ADS_3

Tak lama david kembali dengan membawa dua bungkusan kado. Sovia hanya duduk diam menatap kedua kado tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat pernikahan arsen digelar.


Di tempat acara pernikahan arsen dan tika tampak sudah dipadati oleh tamu undangan. Arsen dan karin terlihat panik karena tika tak kunjung membuka pintu kamarnya.


" Sayang, kamu kenapa? Buka pintunya nak" ujar karin sambil mengetuk pintu kamar tika.


Tika kenapa ya? tadi pas aku masuk kayaknya dia baik-baik tapi kenapa jadi ngunci diri gini sih pas aku tinggal bentar batin karin.


" Tika buka pintunya sayang" seru arsen yang juga mengetuk pintu kamar tika.


" Arsen, mama. Aku gak akan keluar dari sini sebelum sovia datang" sahut tika dari dalam kamarnya.


" Arsen " panggil seseorang dari belakang.


" David, Lo udah datang. Sovia mana?" ucap arsen sembari mencari keberadaan sovia. Sovia segera memperlihatkan dirinya yang tertutupi oleh tubuh david.


" Gue disini ar" jawab sovia.


" Akhirnya sov, lo disini" ujar arsen dengan wajah sedikit lega melihat kedatangan sovia.


Baru kali ini gue lihat wajah lo begitu senang ngeliat gue datang ar batin sovia.


" Tika mana?"


" Dia didalam kamar sov, gue gak tau kenapa dia malah ngurung diri dikamar padahal tamu udah banyak yang datang" jelas arsen.


" Yaudah, kalian kedepan aja duluan ya. Nanti gue sama tika nyusul" ujar sovia memberi saran. Arsen menganggukkan kepalanya lalu pergi menyambut tamu bersama david dan karin.


Sovia mendekati pintu kamar tika, dia kemudian mengetuk pintu kamarnya.


" Tika, ini gue sovia. Buka pintunya sekarang ya tik" seru sovia. Pintu kamar tersebut kemudian terbuka, terlihat tika langsung memeluk sovia.


" Akhirnya lo datang juga sov, Lo tau gak gue takut banget tadi kalau lo gak datang. Gue ngira lo masih ada perasaan sama arsen dan gue penghalang kalian"


" Lo mikir apaan sih,tik? Gue kan udah bilang kalau perasaan gue sama arsen itu udah gak ada lagi. Gue udah punya seseorang yang gue sayang sekarang tik" ucap sovia yang berusaha meyakinkan tika meskipun sebenarnya hatinya begitu hancur kini.


" Lo serius kan sov, lo gak lagi bohongin gue kan" ujar tika yang merasa tak percaya.


Hadeuh tik, apa salahnya sih lo percaya aja sama kata-kata gue. Semakin lama gue disini bisa - bisa kekuatan yang udah gue kumpulin dengan susah payah nanti hancur batin sovia.

__ADS_1


" Iya gue serius bahkan gue udah bawa dia kesini" ucap sovia yang kembali berusaha meyakinkan tika.


" Gue harus ketemu dia sov, baru gue bisa percaya sama lo"


Ya Ampun sovia, mulut lo asal ngebacot aja ya. Siapa coba yang bakalan mau jadi pasangan pura-pura gue disini. Aduhh... Kenapa gue gak mikir dulu sih sebelum bicara. Gue harus ngenalin tika sama siapa coba? batin sovia menjadi bingung sendiri akibat perkataannya. Setelah menarik napas panjang akhirnya sovia pun berbicara.


" Iya gue bakalan ngenalin lo sama dia ya. Yuk sekarang kita ke depan soalnya banyak tamu yang harus lo sambut juga kan"


" Iya sov. Oh ya, gimana penampilan gue?"


" Lo cantik banget tik"


" Ah.. elo bisa aja"


Mereka segera menuju kedepan, arsen tampak begitu terpukau melihat tika yang begitu cantik mengenakan gaun pengantin. Sementara david hanya menatap kearah sovia yang terlihat berusaha keras untuk mengukir sebuah senyuman.


Tika pun berdiri disebelah arsen dan sovia berdiri disebelah david.


" Lo baik-baik aja kan sov" bisik david.


" Iya gue baik-baik aja kok" balas sovia.


Mereka terlihat menikmati acara tersebut hingga sebuah mobil sport berhenti dan diikuti oleh beberapa mobil lainnya. Para pengawal tampak keluar dan mencari posisi yang membuat para tamu undangan merasa khawatir dan panik.


Benar saja reyhan keluar dari mobil sport tersebut bersama seorang wanita bersamanya. Hal itu membuat sovia, tika, karin, david dan beberapa tamu undangan lainnya terkejut.


" Diana, dia masih hidup" ujar tika sambil menepuk-nepuk pipinya.


Reyhan dan diana kemudian mendekati mereka yang terlihat masih melongo tak percaya.


" Maaf ya bro gue buat kehebohan diacara lo tapi ini semua demi kebaikan cewek gue" ujar reyhan.


" Lo, bukannya lo cewek yang waktu itu" seru arsen yang sejak tadi menatap diana karena dia merasa pernah bertemu dengan diana.


" Lo kenal sama dia ar" ucap sovia.


" Iya sov, dia cewek yang waktu itu gue tolongin"


Arsen menjelaskan semuanya yang terjadi waktu itu.

__ADS_1


" Makasih ya bro, lo tau gak lo itu udah nyelamatin separuh hidup gue" ujar reyhan.


Sementara itu david tampak memperhatikan diana yang masih menggandeng tangan reyhan. Walaupun berusaha mengikhlaskan diana tetapi hati tak pernah bisa berbohong kalau david memang masih memiliki perasaan pada diana.


Diana kemudian menatap kearah david dan mendekatinya.


" Hai kak David, ririn gak ikut kesini kak?"


" Dia masih ada kerjaan na makanya gak bisa kesini"


Reyhan kemudian menggenggam tangan diana erat. Dia begitu cemburu saat diana dekat dengan david karena dia tau bahwa david memiliki perasaan kepada diana.


" Terus jenazah yang waktu itu dikubur siapa?" tanya karin yang merasa penasaran dan masih tak percaya.


" Tante, itu jenazahnya orang yang waktu itu numpang sama diana. Diana juga baru kenal sama orang itu, tapi dia udah baik banget sama dia. Coba aja kalau dia gak dorong diana keluar waktu itu mungkin diana" belum selesai diana berbicara, reyhan langsung menutup mulutnya.


" Udahlah. Yang lalu biarlah berlalu, sekarang yang penting kamu udah baik-baik aja na. Oh ya, arsen ni kado dari gue sama diana" ujar reyhan sambil memberikan kado yang dibawanya tadi pada arsen.


Karin tampak menatap reyhan yang sedari tadi tidak menyapanya sedikit pun. Hal itu membuat diana juga sedih melihat sikap reyhan yang sibuk berbincang-bincang dengan arsen ketimbang menyapa ibunya.


Diana segera mendekati karin dan menggenggam tangannya.


" Tante tenang aja ya, diana janji bakalan berusaha buat reyhan gak cuek lagi sama tante. Tante harus banyak sabar sekarang ya, lama-kelamaan reyhan pasti bisa berubah tante" ujar diana memberikan semangat kepada karin. Karin pun tersenyum dan pergi menghampiri tamu lainnya.


Sementara itu david tampak mendekati diana.


" Diana"


" Kak david, ada apa?" Jawab diana santai.


" Kamu cantik hari ini"


" Oh ya, kak david bisa aja"


" Jangan panggil kak lagi dong, panggil david atau dav aja "


" Mm.. gimana ya kak? Aku udah keseringan manggil kakak jadi susah buat merubahnya kak"


" Pelan-pelan aja na pasti bisa"

__ADS_1


" Yaudah aku coba ya kak eh dav maksudnya" balas diana sambil tersenyum. Mereka pun berbincang-bincang dan sesekali tertawa bersama. Semuanya terlihat begitu menikmati acara tersebut kecuali sovia. Dia hanya duduk di kursi yang telah disediakan sambil menatap kearah arsen dan tika yang terlihat begitu bahagia.


Sebentar lagi sov! Kamu harus kuat. Jangan sampai kamu nangis disini! Bisa kacau semuanya nanti. Aku harus kuat! batin sovia yang berusaha tegar menerima semuanya walaupun sebenarnya hatinya berkata lain tetapi bibirnya tetap mengulas senyuman pada setiap tamu undangan.


__ADS_2