Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 139


__ADS_3

" Jangan pergi galang. Aku gak mau kamu jauh dari aku" lirih ririn. Ririn kemudian memegang wajah galang dan mereka saling bertatapan. Dengan tersenyum ririn tiba-tiba saja menciumnya dengan lembut. Awalnya galang berusaha melepaskannya tetapi ririn terus menahannya yang membuat galang ikut terhanyut dalam ciuman tersebut hingga kemudian ririn tak sadarkan diri.


Galang terlihat begitu terkejut dan jantungnya juga berdebar begitu cepat dari biasanya.


Dia menatap ririn dengan serius. Ririn terlihat begitu cantik saat tertidur. Galang mengelus lembut kepala ririn. Dia begitu senang bisa dekat dengan ririn tetapi dilain sisi dia masih memiliki perasaan pada diana.


Kamu kenapa harus sampai seperti ini sih rin? Apa kamu begitu sangat menyukai ku sampai-sampai kamu minum begitu banyak seperti ini. Maafkan aku rin, aku takut membuat mu terluka jika nantinya aku tidak bisa membalas perasaan kamu. Aku gak mau ngerusak hubungan kita rin batin galang.


Dia kemudian melap badan ririn dengan air hangat lalu membenarkan posisi tidur ririn. Kemudian dia segera pergi untuk membantu para pengungsi yang membutuhkannya.


Dilain sisi tika terlihat sedang memilih-milih baju untuk dipakainya ke acara makan malam bersama orang tua arsen. Dia gak tau harus memakai baju yang mana.


Arsen yang baru saja memasuki kamar terkejut melihat kondisi kamar yang begitu berantakan karena tika.


" Sayang, kamu lagi apa sih? Kenapa kamar kita jadi kayak kapal pecah gini" tanya arsen yang datang menghampiri tika.


" Aku bingung mau pakai baju yang mana sayang. Ini kan makan malam pertama aku sama orang tua kamu dan aku pengen terlihat perfect sayang"


" Astaga tika, aku kira apaan ternyata cuma mau pilih baju doang"


" Arsen, kamu itu gak tau gimana rasanya pertama kali makan malam sama orang tua kamu karena kamu sering ketemu mereka. Sementara aku, aku baru aja kenal mereka dan gak tau apa yang mereka mau kan sayang" jelas tika.


" Sayang, dengerin aku baik-baik ya. Kamu gak perlu harus terlihat berbeda didepan papa sama mama aku. Cukup jadi diri kamu aja sayang" sahut arsen. Tika kemudian mendekati arsen dan memeluknya.


" Sayang, aku sangat berharap papa bisa menerima hubungan kita. Semoga ini awal yang baik untuk hubungan kita ya sayang" seru tika. Wajah arsen masih terlihat kebingungan karena dia tidak percaya bahwa ayahnya akan menerima tika semudah itu.


Papa lagi rencanain apa ya? Aku belum tau sampai sekarang. Kenapa perasaan aku begitu tidak senang akan pergi kesana batin arsen.


" Arsen, kok kamu diem aja sih"


" Enggak apa-apa sayang. Aku yakin papa pasti juga menyukai kamu seperti aku sayang" jawab arsen.


Tika begitu senang mendengar jawaban arsen.


" Sayang, kita pergi keluar yuk cari makan"


" Kenapa makan diluar? Bibik kan ada sayang kalau kamu laper. Dia bisa bikinin kamu makanan atau kalau kamu mau cepat kita bisa pesan online" jelas arsen.


" Aku maunya makan diluar sayang, kamu kan jarang dirumah makanya aku pengen ajak kamu sekarang sayang. Mau ya" ajak tika dengan memperlihatkan wajah memelasnya.


" Iya deh"


" Kita berangkat sekarang"


" Kamu gak ganti baju dulu"

__ADS_1


" Aku mager sayang, kita pergi seperti ini aja ya" jawab tika.


Arsen memperhatikan tika dari atas hingga bawah. Tika hanya memakai piyama tidur lengan panjang dan celana panjang. Rambutnya juga hanya dijedai setengah.


" Kamu yakin "


" Iya sayang, yuk berangkat sekarang"


Tika kemudian menarik tangan arsen dan mereka segera menuju tempat yang tika inginkan.


Diperjalanan tika terlihat memandangi arsen terus.


" Jangan dilihatin terus sayang, ntar aku hukum lho" seru arsen. Tika yang dilarang tampak makin jail dan makin menatap arsen dari jarak dekat. Tiba-tiba saja arsen mengerem mobilnya mendadak yang membuat tika terkejut.


" Ada apa sayang? Kamu nabrak sesuatu" tanya tika khawatir.


Arsen kemudian mengecup lembut bibir tika.


" Arsen! Kamu ngapain sih?" pekik tika kesal sekaligus senang.


" Itu hukuman buat kamu sayang"


" Emang ada hukuman kayak gini?"


Tika hanya tersenyum mendengar perkataan arsen. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju cafe yang dikatakan oleh tika.


Sesampainya, tika langsung turun bersama arsen. Dia menggandeng tangan arsen dan dengan percaya diri yang penuh dia berjalan memasuki cafe. Tika biasanya selalu mempedulikan ootd yang ia kenakan tapi kali ini dia terlihat berbeda.


Tika memesan beberapa makanan begitu pun arsen.


" Kenapa kamu bawa aku kesini sayang?"


" Aku kangen aja tempat ini"


" Kamu pergi sama siapa kemari?"


" Sama mami" lirih tika yang terlihat sedih.


" Kamu kangen mami? Gimana kalau kita besuk mami besok"


" Enggak ar, kesalahan mami itu udah gak bisa dimaafin" jawab tika.


" Sayang, kamu gak boleh gitu dong. Walau bagaimanapun dia tetap mami kamu dan dia juga adalah wanita yang ngelahirin kamu sayang. Aku tau cara mami memang salah tapi aku juga tau kalau mami lakuin semua itu demi kamu sayang karena dia sayang sama kamu" jelas arsen.


" Tapi aku masih kesal sama mami, arsen. Mami itu udah keterlaluan banget. Aku juga tau kalau mami sayang sama aku tapi dengan cara mami yang kotor itu buat aku jadi ngerasa bahwa aku cuma dikasihani doang sayang. Aku ngerasa mami gak pernah tau tentang aku dan kebahagiaan aku" jelas tika.

__ADS_1


" Sayang"


" Udah arsen, aku gak mau bahas mami dulu ya" seru tika.


Makanan pesanan mereka pun datang dan tika dengan cepat melahapnya.


" Pelan-pelan sayang"


" Hmm"


Sementara itu sahabat-sahabat diana tampak pamit pulang. Diana kini hanya tinggal sendiri lagi dikamar. Zahra dan ibunya juga belum pulang. Ditengah kebosanan itu, dia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon sekretaris reyhan.


' Halo dit, reyhan mana?'


' Ini clarisa na, radit lagi keluar'


' Oh Clarisa, aku boleh tau reyhan dimana gak? Kenapa ponsel dia aja yang gak aktif'


' Pak bos reyhan sedang mengurus perusahaan disini na, mungkin karena itu ponselnya gak aktif '


' Oh gitu, yaudah aku titip pesan aja gimana?'


' Pesan apa na?'


' Kalau kamu ketemu dia tolong suruh dia telpon aku ya'


' Oke na'


' Yaudah makasih ya'


Diana kemudian memutuskan telponnya. Setelah telpon terputus tampak arsen yang baru saja datang.


" Dit, pak bos reyhan mana?"


" Suaminya baru pulang bukannya di sambut malah langsung nanyain pak bos" sungut radit jengkel karena tika yang menanyakan reyhan bukannya dirinya.


" Haha.. kamu cemburu ya" ledek clarisa.


" Cemburu! Ngapain aku cemburu sama dia sayang. Kamu kan sekarang milik aku" jawab radit dengan percaya diri penuh. clarisa hanya tertawa mendengar perkataan suaminya itu.


" Kamu kenapa cari pak bos sayang?" tanya radit dengan nada serius kini.


" Itu tadi pacarnya pak bos nelpon, dia bilang nyuruh pak bos buat nelpon dia"


dilain sisi reyhan sendiri tampak begitu cemas memikirkan tentang hanum.

__ADS_1


__ADS_2