
Flashback off
Reyhan tampak menghampiri diana yang kini berada didalam rumah. Mereka menyuruh semua tamu undangan pulang karena tak ingin masalahnya semakin besar saja. Dengan wajah penuh pertanyaan diana menatap reyhan.
" Rey, wanita itu siapa ha? gak tau malu banget dia, bilang kamu suaminya didepan semua orang" seru ratmi kesal.
" Iya rey. Mama juga sepertinya baru pertama kali lihat wanita itu" sambung karin.
" Rey, ada apa sih sebenarnya? aku mau kamu jujur semuanya ke aku sekarang" ujar diana.
" Oke aku bakalan ceritain semuanya" sahut reyhan yang mulai menceritakan semuanya pada mereka. Hal itu membuat mereka terkejut.
" Kamu udah nikah! lalu untuk apa kamu menikah dengan diana ha!" tegas ratmi kesal.
Diana merasa begitu sakit hati karena dirinya kini merupakan istri kedua reyhan. Dia hanya terduduk lemas di atas sofa. Dia masih tak percaya dengan hal tersebut.
" Rey, kamu udah pernah nikah? kenapa mama gak tau ha" cetus karin.
" Mama, ibu maafin reyhan yang gak bisa ngasih tau masalah ini ke semuanya. Reyhan tau kalau reyhan egois karena reyhan gak mau kehilangan diana. Diana satu-satunya wanita yang reyhan cinta. Reyhan menikahi wanita itu pun dalam keadaan tidak ingat apa-apa ma, bu" jelas reyhan.
" Kamu pikir ibu akan percaya rey! ibu tidak akan pernah membiarkan anak ibu menjadi yang kedua dalam rumah tangganya jadi sekarang ibu minta kamu ceraikan wanita itu atau kamu tinggalkan diana" tegas ratmi.
Hal itu membuat reyhan semakin cemas.
" Reyhan tidak akan bisa menceraikan saya bu" ujar karmila yang tiba-tiba datang. Diana menatap tajam kearah wanita tersebut yang menempel pada reyhan.
" Dasar wanita murahan menjauh dari menantu saya" pekik ratmi.
" Apa ibu tidak salah bicara? Saya istri pertama reyhan dan seharusnya yang menjadi wanita murahan itu diana bukan saya. Dia menikah dengan suami orang" jawab wanita tersebut lantang. Reyhan langsung menampar karmila dengan keras. Dia paling membenci seseorang yang menghina diana.
" Tutup mulut kotor kamu itu ya! Satu kata kotor lagi kamu lontarkan untuk diana maka saya tidak akan segan-segan merenggut nyawa kamu sekarang juga!" bentak reyhan.
" Cukup! " ujar diana yang tiba-tiba berdiri "Rey, aku perlu bicara sama kamu berdua"
__ADS_1
Diana dan reyhan kemudian pergi menuju keatas.
" Na, aku mohon kamu dengerin aku ya. Satu-satunya wanita yang aku cinta itu cuma kamu na. Aku sayang banget sama kamu na"
" Udah rey. Cukup ya kamu nyakitin aku kayak gini. Kamu gak kasihan apa sama aku rey. Dulu kamu ninggalin aku dan sekarang kamu buat aku seolah-olah merebut suami orang. Apa salahnya sih kamu jujur sama aku rey? Kenapa aku malah tau semuanya disaat hari pernikahan kita ha! Aku gak mau ngerusak rumah tangga seseorang rey. Besok aku bakalan kirim surat perpisahan kita" sahut diana. Mendengar hal tersebut membuat reyhan begitu tak terima. Dia kemudian memecahkan vas yang ada disekitar situ dan mengambil salah satu pecahannya.
" Rey, kamu ngapain ha?" tanya diana panik.
" Aku bakalan akhirin hidup aku na kalau sampai aku berpisah sama kamu" ujar reyhan menggenggam pecahan tersebut hingga tangannya berdarah.
" Reyhan! kamu jangan gila ya"
" Kamu tau sendiri kan na bahwa kamu adalah sumber kehidupan aku. Aku gak bisa hidup tanpa kamu na, aku sayang banget sama kamu jadi kalau kamu ninggalin aku itu sama dengan nyawa aku pergi ninggalin aku na. Untuk apa aku hidup na" jelas reyhan hendak menancapkan pecahan tersebut ke tubuhnya tetapi diana dengan cepat menahannya.
" Rey! sadar. Kamu gak boleh egois begini dong!" seru diana mengambil beling yang ada ditangan reyhan lalu membuangnya. dia terlihat begitu khawatir karena darah yang ada ditangan reyhan. Dia segera mengambil kotak P3K dan mengobati tangan reyhan.
Reyhan menatap diana sambil tersenyum karena ia tau bahwa diana sangat peduli terhadapnya. Setelah selesai diobati, reyhan langsung memeluk diana.
Diana hanya diam, dia tau reyhan tak pernah main-main dengan kata-katanya. Reyhan yang bersikap keras kepala ini akan melakukan apapun untuk menyakiti dirinya sendiri jika diana meninggalkannya.
Apa yang harus aku lakukan? disatu sisi aku dan reyhan sama mencintai dan disisi lain ada wanita itu batin diana bimbang.
Sementara itu karin dan ratmi menatap karmila dengan tatapan tak suka. Tiba-tiba zahra datang menghampiri mereka.
" Oma, Nenek" Panggil zahra yang kini berada digendongan ratmi.
" Zahra, kenapa keluar dari kamar sayang? Dikamar aja ya sama bibik" jelas ratmi.
" Gak mau oma, zahra pengen sama bunda dan ayah"
karmila menatap tajam anak tersebut.
Siapa dia? Siapa yang dia maksud bunda dan ayah? Apakah reyhan dan diana? Gak ini gak mungkin kan. Reyhan dan diana baru saja menikah mana mungkin sudah memiliki anak batin karmila.
__ADS_1
Tak lama kemudian reyhan dan diana tampak menuruni anak tangga. Zahra langsung menghampiri mereka dan memeluk diana.
" Bunda" panggilnya yang membuat karmila begitu terkejut.
" Iya sayang, kamu kenapa keluar kamar nak?"
" Zahra mau sama bunda dan ayah" ujar zahra " Tangan ayah kenapa? kok diperban yah"
Karin, ratmi dan karmila terlihat mendekati mereka.
" Kamu kenapa rey?" tanya karmila penuh perhatian tetapi reyhan tak mengacuhkannya dan menatap tak suka padanya.
" Rey, tangan kamu nak" ujar karin.
" Gak apa-apa kok ma, reyhan baik-baik aja"
" Diana, bagaimana keputusan kamu nak? ibu akan selalu mendukung apapun itu" seru ratmi.
" Diana akan tetap bersama reyhan bu, mau bagaimanapun dia sekarang adalah suami diana"
" Diana! apa kamu bodoh ha! ibu gak akan pernah rela anak ibu diduakan seperti ini ya. Pokoknya ibu minta kamu harus berpisah dengan reyhan na. Sudah cukup rasa sakit yang kamu tanggung selama ini karena dia na" tegas ratmi.
" Bu, tolong ya. Ini merupakan keputusan diana bu. Ibu bilang akan mendukung apapun keputusan diana kan jadi diana memilih untuk tetap bersama reyhan bu"
" Kamu benar-benar keras kepala na! hati kamu terbuat dari apa ha kenapa kamu masih mau dengan laki-laki seperti ini" sahut ratmi yang merasa kecewa lalu pergi meninggalkan mereka.
Karmila juga terlihat begitu kecewa dengan keputusan diana.
" Apa kamu tidak tau malu diana! Dia adalah suami orang dan kamu masih ingin tetap bersama dia"
" Seharusnya kamu yang merasa malu karmila! kamu menikahi seseorang yang masih belum dalam keadaan pulih. Kamu memanfaatkan keadaan sehingga membuat reyhan harus menikah dengan kamu kan. Asal kamu tau aku dan reyhan saling mencintai sedangkan kamu menikahi reyhan hanya karena cinta sepihak saja jadi saya tidak akan pernah takut ataupun malu karena saya lebih dahulu mengenal dan mencintai reyhan dibandingkan kamu" jelas diana.
" Kamu bisa menahan aku sebagai suami karena surat perjanjian itu karmila tetapi disitu hanya tertulis aku tidak akan berpisah dengan kamu bukan. Baik kita tetap suami istri tapi kamu tidak akan pernah mendapatkan hak apapun sebagai istri aku, kamu hanya akan mendapatkan gelar yang kamu inginkan itu" tambah reyhan.
__ADS_1