Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 35


__ADS_3

Kayaknya kalau aku ngerjain diana seru juga nih batin reyhan.


Reyhan hanya diam saja tak berkata sedikit pun pada diana.


" Rey, kok kamu diam aja sih. Ada apa Rey?" Tanya Diana heran dengan sikap reyhan yang hanya diam saja.


" Kamu siapa?" Ujar reyhan yang membuat diana begitu terkejut.


" Rey, kamu gak ngenalin aku. Aku diana rey"


" Diana siapa ya?"


Ya Ampun apa rey amnesia ya gara-gara kepalanya kebentur batin diana panik.


Melihat diana kebingungan reyhan begitu senang. Dia pun pergi menuju ruangan dokter yang mengoperasi reyhan bersamanya.


" Dok, reyhan udah sadar tapi kenapa dia gak ingat saya ya?" Tanya diana.


Lho bukannya tadi pak reyhan baik-baik saja ya batin dokter tersebut.


" Ayo kita check kondisinya lagi" ajak dokter tersebut.


Mereka segera menuju ruangan reyhan. Tampak reyhan sedang duduk memainkan ponselnya. Melihat kedatangan diana reyhan buru-buru meletakkan ponselnya.


Dokter tersebut pun mulai memeriksa keadaan reyhan lagi. Reyhan mengedipkan matanya pada dokter tersebut yang membuat dokter tersebut paham dengan rencana reyhan.


" Diana, tampaknya pak reyhan memang terkena amnesia akibat benturan dikepalanya"


Diana terlihat makin panik dan menatap reyhan dari dekat. Wajah diana begitu dekat dengan reyhan yang membuat jantung reyhan berdebar.


Apa dia beneran amnesia ya? kalau menurut pemeriksaan aku gak mungkin terjadi amnesia tapi pemeriksaan dokter itu juga gak mungkin salah kan batin diana.


" Ada apa?" Tanya reyhan.


" Gak apa-apa" balas diana.


" Ya sudah kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu ya diana" ujar dokter tersebut.


" Iya dok. Makasih ya dok"


" Sama-sama" ujar dokter tersebut lalu pergi menuju ruangannya.


Pengawal datang membawa makanan untuk diana karena ia belum makan sejak kemarin.


" Permisi nona, silahkan makan dulu nona sejak kemarin nona tidak makan karena menunggu pak bos reyhan sadar. Sekarang pak bos sudah sadar non, Silahkan makan dulu non"


" Iya taruh saja diatas meja nanti saya makan"


Kamu belum makan sejak kemarin demi aku na. Aku yakin kamu pasti masih sangat menyayangi aku na cuma karena kejadian masalalu yang begitu buruk makanya kamu bersikap seolah-olah membenci aku na. Aku janji kejadian dimasalalu tidak akan terulang lagi na batin reyhan.


Diana tampak mengambil makanan untuk pasien dan menyuapi reyhan.

__ADS_1


" Ayo makan dulu, kamu harus minum obat kan sebentar lagi" ujar diana.


" Bukannya kamu juga belum makan. Kenapa tidak makan bersama saja"


" Aku masih belum lapar, ayo buka mulut kamu" seru diana sambil menyuapkan bubur untuk reyhan. Reyhan pun membuktikan mulutnya dan menerima suapan diana.


Kemudian reyhan mengambil mangkuk bubur tersebut dari diana.


" Aku bisa makan sendiri. Kamu juga makan ya nanti kamu bisa jatuh sakit" ujar reyhan.


Rey, apa kamu beneran gak ingat aku sampai-sampai kamu nolak buat aku suapin batin diana sedih.


Tak lama sekretaris pribadi reyhan pun datang karena mendengar bahwa reyhan sudah sadar.


" Permisi pak bos reyhan. Bagaimana kondisi pak bos"


Kenapa radit pakai datang segala sih? Bisa rusak rencana aku buat ngerjain diana batin reyhan kesal.


" Dia amnesia dit" ujar diana.


" Apa pak bos amnesia?"


" Iya, dit" jawab diana yang terlihat sedih.


Radit pun mendekati reyhan dan memandang reyhan.


Bukannya barusan pak bos ngomongin kerjaan sama aku kok bisa jadi amnesia ya pas aku disini batin radit bingung karena tadi reyhan baru saja chat dengannya tentang pekerjaan.


Oh, jadi pak bos reyhan cuma pura-pura amnesia toh batin radit.


Tiba-tiba karin dan tika datang masuk menyelonong.


" Reyhan, akhirnya kamu udah sadar juga" ujar karin yang datang memeluknya.


Kayaknya aku harus akhirin sandiwara ini atau masalahnya bakalan makin besar nanti batin reyhan.


Reyhan langsung melepaskan pelukan karin.


" Rey, kamu tau gak mama dari semalam khawatir banget sama kamu. Bukan cuma itu kemarin kita juga pengen masuk buat lihat kondisi kamu tapi pengawal itu ngelarang kita masuk rey. Kamu harus pecat mereka sekarang juga rey, mereka itu udah gak sopan sama mama kamu dan aku" jelas tika.


Reyhan tak menjawab perkataan tika dan malah sibuk memperhatikan diana yang tampak berhenti makan karena kedatangan tika dan karin.


Jadi itu mamanya reyhan, tapi kenapa reyhan gak pernah cerita ya dulu tentang mamanya. Diana kenapa kamu harus disini sih? Kamu bukan siapa-siapa reyhan lagi. Apalagi sekarang dia amnesia, dia pasti akan ngusir aku dari sini. Dari pada diusir mendingan aku keluar sendiri aja deh batin diana.


Diana segera bergegas keluar tetapi reyhan memanggilnya.


" Tunggu na"


Panggilan itu membuat diana langsung berbalik menghampiri reyhan. Tika dan karin yang tidak di acuhkan oleh reyhan merasa kesal.


" Kamu ingat aku rey" ujar diana yang terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


" Aku gak akan pernah lupa sama kamu na" balas reyhan tersenyum.


Merasa sangat kesal, tika tak dapat menahan emosinya dan langsung menampar diana.


" Dasar cewek penggoda, reyhan itu tunangan aku. Jadi aku harap kamu bisa ngejauh dari dia" pekik tika kesal.


" Tika! Kamu" bentak reyhan dan ingin mengangkat tangannya terapi dicegah oleh diana.


" Jangan rey" balas diana.


" Tapi na dia itu udah keterlaluan banget sama kamu"


" Udahlah rey, ini emang salah aku rey aku berhak dapetin ini" ujar diana yang terlihat sangat sedih.


Karin yang melihat diana paham bahwa putranya memang sangat mencintai diana.


" Tika, ayo kita keluar sebentar" ajak karin.


" Gak mau ma, Tika masih mau disini. Seharusnya orang yang keluar dari sini itu cewek penggoda ini ma bukan tika"


" Tika udah, nurut aja sama mama"


Mau tidak mau akhirnya tika dan karin pun pergi begitupun radit, dia juga keluar karena ingin memberikan waktu untuk reyhan dan diana berdua.


Reyhan memegangi pipi diana yang tampak memerah.


" Pengawal" panggil reyhan.


" Iya pak bos" jawab seorang pengawal.


" Ambilkan Kompres untuk saya sekarang, cepat" perintah reyhan.


" Siap pak bos" jawab pengawal itu dan segera pergi mencari kompres.


Reyhan terus saja memegangi pipi diana. Diana menatap tajam pada reyhan.


" Kamu pura-pura amnesia rey" tanya diana.


" Maaf na, aku tadi cuma iseng aja kok"


" Rey, kamu jahat banget sih sama aku. Kamu tau gak gimana sedihnya aku pas kamu gak ingat aku"


" Maafin aku na, aku janji gak akan ngulanginnya lagi"


Diana tak menjawab reyhan dan pergi menuju sofa dengan wajah cemberut.


Dia pakai ngambek segala lagi. Gimana caranya ya biar dia gak ngambek batin reyhan.


" Aduhh...." Rintih reyhan sambil memegangi kepalanya.


Diana dengan cepat menghampiri reyhan.

__ADS_1


" Kenapa Rey? Yang mana yang sakit" ujar diana sambil memeriksa kepala reyhan.


__ADS_2