
🌹Hello para readers sekalian Jangan lupa Like, Comment, Vote dan Rate ya, Terimakasih semuanya 🥰🤗🌹 Selamat Membaca🌹
Setelah sampai di luar kantor clarisa dengan cepat melepaskan tangan radit. Radit pun menarik tangan clarisa kembali dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
" Radit! Kamu apa-apaan sih!" Pekik clarisa yang berusaha melepaskan genggaman tangan radit yang begitu kuat.
Radit menatap wajah clarisa begitu dekat yang membuat jantung clarisa berdetak kencang.
Aduh ngapain sih ni anak wajahnya dekat banget ke aku? batin clarisa. Radit terus saja menatap clarisa tanpa berkedip. Clarisa segera mendorong radit yang membuat kepalanya terbentur.
" Kamu kasar banget sih cla" pekik radit sambil memegangi kepalanya.
" Ya siapa suruh kamu sedekat itu sama aku? Lagian ngapain sih kamu narik-narik tangan aku dan bawa aku kesini" jawab clarisa.
Radit mengambil buket bunga yang berada dibangku belakang mobilnya lalu memberikannya pada clarisa.
" Apa nih maksudnya kamu ngasih-ngasih bunga buat aku?" tanya clarisa penasaran.
" Walaupun aku bukan pacar kamu lagi,tapi aku masih ingat kalau sekarang kamu lagi ulang tahun. Ini hadiah buat kamu"
Radit masih ingat ulang tahun aku! Bahkan aku sendiri aja lupa kalau hari ini hari ulang tahun aku batin clarisa yang buru-buru mengecek ponselnya dan memang benar bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
" Kamu tuh ya selalu aja sama ulang tahun sendiri. Selamat ulang tahun clarisa" ujar radit sambil mencium kening clarisa. Hal itu membuatnya terharu dengan sikap dan perhatian yang diberikan radit padanya.
Radit emang gak sekaya dan seganteng reyhan tapi kalau masalah kasih sayang dan perhatian dia kayaknya menang deh. Kenapa kamu perhatian banget sama aku dit? Kamu tu orang baik dit. Aduh... Aku mikir apaan sih? Sadar clarisa dia cuma mantan kamu! Kamu gak boleh balik ke dia, mau taruh dimana coba muka aku kalau aku balikan sama dia batin clarisa. Dia segera mengembalikan bunga itu pada radit.
" Makasih ucapannya tapi gak usah berlebihan gini juga kali dit. Ingat kita itu cuma sekedar rekan kantor sekarang gak lebih" tegas clarisa yang langsung pergi meninggalkan radit.
Radit terlihat kecewa dengan sikap clarisa terhadapnya.
Clarisa! Kenapa kamu gak ngerti sih? Aku itu sayang sama kamu cla, tapi kenapa kamu selalu seperti ini. Hanya karena harta kamu begini. Aku gak tau harus berbuat apa lagi ya tuhan padahal dia telah sangat menyakiti ku tapi kenapa aku masih sayang padanya. Aku cuma bisa berharap kamu bisa kembali seperti clarisa yang dulu batin radit.
***
Keesokan harinya saat diana mengetahui bahwa ibunya akan pergi keluar bersama zahra sebentar, diana pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia segera bersiap-siap untuk mencari lelaki yang ada difoto yang ditemuinya didalam kotak. Diana tak lupa memakai masker, topi dan kacamata agar tidak ada yang mengenalinya. Diana menghampiri pembantunya untuk mencari tau tentang reyhan pada pembantunya tersebut.
Bibik pasti udah lama kerja disini. Dia pasti tau tentang reyhan dan juga cowok difoto ini. Aku harus korek semua informasi dari bibik batin diana. Ia segera melontarkan beberapa pertanyaan kepada pembantunya tersebut.
" Bik" panggil diana.
Pembantunya pun memperhatikan diana dari atas ke bawah.
" Kamu siapa ya?"
__ADS_1
Aduh... Diana bloon banget sih, ibu kan bilang gak ada yang boleh tau kalau aku udah pulang batin diana.
" Saya sepupunya diana bi"
" Oh sepupunya non diana. Ada apa ya non?"
" Bik, saya boleh tanya-tanya gak bik?"
" Mau nanya apa non?"
" Bibik kenal sama reyhan gak?"
" Ya kenal lah non. Dia kan calon suami non diana tapi sayang non diana udah pergi duluan ninggalin dia. Padahal nih ya non, dia sayang banget sama non diana. Dia dulu hampir tiap hari kerumah ini tapi semenjak non diana meninggal dia jarang kesini non"
What? Reyhan calon suami aku! Tapi kenapa ibu bilang dia orang gak penting dan kenapa juga ibu gak bilang ke dia kalau aku masih hidup. Ada apa sih sebenarnya? Kenapa aku gak bisa ingat apa-apa? batin diana. Dia begitu terkejut mendengar perkataan pembantunya.
" Non, kok diem?"
" Gak apa-apa bik. Oh ya, bibik tau gak alamat reyhan dimana?"
" Buat apa non?"
" Saya ada perlu sebentar sama dia bik. Bibik bisa kasih tau alamatnya ke saya kan"
" Tentu non. Tapi bibik gak jamin dia ada dirumah sekarang non"
" Soalnya tuan reyhan itu bos besar dan punya perusahaan yang sangat besar non, pasti dia ada dikantornya sekarang"
" Oh gitu. Bibik tau alamat kantornya?"
" Wah kalau itu bibik gak tau non tapi pengawal didepan kayaknya tau deh non"
Aduh kalau aku tanya sama pengawal bisa makin ribet nanti batin diana berusaha mencari ide bagaimana bisa mendapatkan alamat kantor reyhan. Diana pun menatap kearah pembantunya.
" Bibik bisa tolongin aku gak?"
" Tolong apa non?"
" Tolong mintain alamat kantornya reyhan kepengawal itu ya bik? Mau ya bik?plisss" seru diana memohon yang membuat pembantunya tak tega lalu pergi meminta alamat kantor reyhan pada pengawal.
Tak lama pembantunya pun kembali dan memberikan secarik kertas yang berisikan alamat kantor reyhan.
" Makasih ya bik" ujar diana memeluk pembantunya tersebut.
__ADS_1
Kenapa saya ngerasa seakan non diana ya yang meluk saya batin pembantunya.
" Sama-sama non"
Diana segera pergi mencari jalan untuk keluar dari rumah itu tanpa diketahui oleh pengawal. Diana pun keluar secara perlahan dan melihat sekitar aman atau tidak. Setelah dia yakin tidak ada pengawal diana segera keluar dengan memanjat pagar karena itu satu-satunya cara agar tidak diketahui oleh pengawal.
Setelah melewati pagar diana segera memanggil taxi dan menyuruh pengemudi tersebut membawanya ke alamat yang ada di kertas yang dibawanya.
Ditengah perjalanan diana pun teringat bahwa ia lupa menanyakan bagaimana wajah reyhan dan siapa yang ada difoto yang berada ditangannya.
Astaghfirullah! Kenapa aku bisa lupa sih nanyain siapa cowok yang ada difoto ini. Muka reyhan kayak mana ya? Aduh diana emang bloon banget sih. Mau cari informasi tapi persiapannya belum lengkap. Kalau balik kebelakang pasti susah nih buat keluar lagi. Yaudah deh lanjut aja batin diana kesal.
Sesampainya dikantor reyhan, diana melongo melihat gedung perusahaan yang begitu luas, besar dan mewah. Diana membayar ongkos taxinya kemudian berjalan masuk kedalam tapi langkahnya dihentikan oleh petugas keamanan karena bentuknya yang mencurigakan.
" Permisi nona! Mau cari siapa?" ujar salah seorang petugas keamanan.
" Saya mau ketemu reyhan"
" Apakah nona sudah buat janji sebelumnya?"
" Sudah pak. Reyhan itu calon suami sepupu saya diana" ujar diana karena dia tidak tau ingin berkata apa lagi.
Petugas keamanan tersebut terkejut mendengar perkataan diana lalu tertawa.
" Apakah nona punya buktinya?"
Sebel banget sih! Apa salahnya coba biarin aku masuk aja batin diana.
Ketika diana sedang berdebat dengan penjaga keamanan tersebut tampak mobil reyhan lewat. Diana pun menatap reyhan lalu ia ingat bahwa ia pernah melihatnya dijalan bersama ibunya. Kemudian diana pun melihat foto yang ada di sakunya dan itu juga mirip dengan pria yang baru lewat tadi.
Diana pun memperlihatkan foto tersebut pada penjaga keamanan.
" Ini kan foto pak bos reyhan dan nona diana" cetus penjaga keamanan tersebut.
Oh... Jadi cowok itu yang namanya reyhan. berarti dia udah pacaran lama dong sama aku soalnya inikan foto sma batin diana. Dia kemudian mengambil foto tersebut dari tangan penjaga keamanan.
" Tuh kan pak, saya gak bohong. Saya beneran sepupunya diana. Diana yang nitipin ini ke saya buat dikasih ke reyhan"
" Tapi kenapa nona memakai masker dan kacamata seperti ini"
" Iya soalnya saya itu lagi sakit pak jadi gak mau nularin ke siapapun apalagi reyhan. Nanti kalau dia sakit gimana? "
" Yasudah kalau begitu. Nona boleh masuk"
__ADS_1
" Makasih pak" ujar diana yang segera masuk kedalam kantor tersebut.
Wow... Jadi ini kantor calon suami aku. Ya ampun aku pasti jadi wanita paling beruntung karena jadi pacarnya reyhan tapi kenapa ibu malah nyembunyiin semuanya dari reyhan ya? Dari pada aku makin penasaran lebih baik aku tanya semua aja sama reyhan batin diana.