Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 153


__ADS_3

Galang kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada ririn. Ia menyalin beberapa nomor yang menurutnya penting kedalam ponsel ririn. Kemudian dia menyalin nomor orang tua dan sahabat dekat ririn saja ke dalam ponselnya.


" Ini" ujar galang memberikan ponselnya. Ririn menerimanya dengan berat hati.


" Kamu serius nih kita tukeran ponsel?"


" Emang menurut kamu sekarang aku lagi becanda!"


Ririn menggelengkan kepalanya dan menunduk.


Mampus gue! Pasti galang bakalan hapus semua nomor cowok yang ada di ponsel gue. Padahal itu kan nomor-nomor penting gue buat mabar game. Kalau mereka semua pada chat gue gimana? batin ririn cemas.


Galang menggenggam tangan ririn yang membuat ririn kaget.


" Ada apa lagi sayang?" ujar ririn menatap galang sambil tersenyum tipis.


" Gak ada apa-apa kok, aku balik dulu ya ke ruangan. Bentar lagi jam istirahat habis, aku mau periksa beberapa pasien dulu"


" Iya sayang"


Galang kemudian memasukkan ponsel ririn kedalam sakunya. Dia mencium lembut kening ririn lalu pergi keluar.


" Akhh.... Kenapa harus pakai tukeran ponsel segala sih! Kalau semua teman mabarb gue chat dia gimana? Bisa-bisa habis gue sama galang" pekik ririn kesal.


Dia kemudian membuka ponsel galang yang ternyata didalamnya hanya berisi nomor pasien dan keluarganya saja. Ririn mengecek semuanya memang galang tak ada chat dengan wanita lain kecuali tentang pekerjaan. Saat melihat daftar blacklist diponsel galang, Ririn benar-benar terkejut.


" OMG!!! Banyak banget nomor yang dia blacklist! Kayaknya nih anak emang bener-bener pengen hubungan yang serius deh. Aduh gimana nasib gue nih " seru ririn bingung sendiri.


Sementara itu galang terlihat sedang memeriksa keadaan pasien. Sejak dari pasien pertama dia periksa hingga terakhir, ponsel ririn terus saja bergetar. Galang sengaja mematikan notifikasinya karena tak ingin mengganggu pekerjaannya tetapi getar ponsel ririn ternyata mengganggu pekerjaannya juga.


Siapa sih dari tadi chat diponsel ririn? Kenapa ni ponsel getar mulu batin galang. Setelah selesai melakukan pemeriksaan dia segera kembali keruangannya dan melihat ponsel ririn. Dia begitu terkejut karena begitu banyak pesan masuk dari nomor yang berbeda-beda bahkan ada nomor baru.


Galang membaca satu persatu pesan tersebut yang membuatnya begitu kesal sekaligus cemburu.


Ririn! Awas saja kamu ya batin galang. Dia kemudian memasukkan nomor tersebut kedalam blacklist tetapi dia begitu penasaran pada satu nomor yang diberi nama panggilan emot panda oleh ririn.


Siapa ya orang ini? Kenapa ririn gak kasih nama dia dan cuma emot aja batin galang.


🐼 : Selamat siang cute girlku, lagi apa? Bisa keluar gak hari ini? Ada yang mau aku bicarain


Galang mengepalkan tangannya saat membaca pesan tersebut. Dia kemudian membalasnya.


Me : Ketemuan dimana?


🐼 : Di tempat biasa aja. Kamu jangan telat ya soalnya ini menyangkut masa depan lho


Masa depan pala lu! Awas aja kalau gue ketemu lu ya! Gue hajar sampai bonyok lo batin galang geram.


Me : Gimana kalau ketemunya dicafe dekat rumah sakit aja soalnya aku kayaknya lembur kerja hari ini


🐼 : Yaudah deh, 15 menit lagi aku sampai. Kamu mau dibawain apaan nih? Kue, buah atau apa?


Me : Aku lagi gak mau apa-apa


🐼 : Tumben, biasanya tiap aku kesana pasti pengen dibawain banyak kenapa sekarang beda. Lagi ada masalah kamu ya


Me : Gak kok aku cuma lagi sibuk kerja aja

__ADS_1


🐼 : Yaudah deh kalau gitu, semangat kerjanya cute girl. Jangan terlalu dipaksain banget ya, kalau capek berhenti dulu


Me : Iya...


🐼 : Singkat banget buk


Galang tak lagi membalas chatnya dan ia kini berada pada puncak kekesalan.


" Berarti ririn sering dong ketemu sama orang ini. Siapa dia? Kenapa ririn gak pernah cerita sama aku" lirih galang kesal. Dia kemudian bersiap-siap menuju cafe sebelah rumah sakit. Dia terlihat begitu penasaran sekaligus kesal pada orang yang chatting diponsel ririn.


Dilain sisi ririn tampak merasa begitu haus dan izin pergi ke cafe untuk membeli minuman. Diperjalanan dia bertemu dengan david yang ternyata juga mau masuk kedalam cafe tersebut.


" Kak david, ngapain kesini? Kok gak bilang-bilang sih"


" Gak bilang gimana? Aku kan udah chat kamu cute girl bahkan kamu juga balas chat aku kok " balasnya yang membuat ririn bingung.


Kak david gak chat aku kok, apa jangan-jangan dia chatan sama galang ya batin ririn menerka-nerka.


" Coba lihat chatnya kak"


" Untuk apa?"


" Mau lihat aja"


" Nih" seru david memberikan ponselnya.


" Wah.. gak salah lagi ini pasti dia" lirih ririn pelan.


" Kamu ngomong apa rin?"


" Kita ngobrol sambil minum aja yuk biar lebih santai"


" Iya kak"


Mereka kemudian masuk kedalam cafe dan duduk didekat pintu keluar. Jarak antara tempat duduk ririn dan galang tampak dari ujung ke ujung.


Mana sih ni orang? Kok gak muncul-muncul batin galang yang merasa kesal.


Me : Dimana?


David segera membuka pesan dari ririn.


" Rin, aku kan udah disini. Kenapa masih nanya dimana?"


" Hehe.. itu kak. Yang megang ponsel aku bukan aku kak"


" Apa? Ponsel kamu mana? "


" Ada kak tapi bukan sama aku"


" Terus sama siapa?"


Ririn menunjuk kearah galang yang ternyata ririn sudah mengetahui bahwa galang ada disitu.


" Dia maling ponsel kamu!" seru david.


" Bukan kak! Jadi gini, ririn sama dia pacaran kak dan kita lagi tukeran ponsel sekarang" bantah ririn.

__ADS_1


" Oh gitu, pantesan kamu balasnya beda banget gak kayak biasanya. Kenapa kamu gak bilang kakak dulu sih?"


" Ya maaf kak aku lupa hehe"


" Terus gimana nih? Pesannya dibalas atau gak"


" Gak usah kak, biarin aja. Oh ya, kakak mau ngomong apa tadi"


" Itu kakak rencana pengen ngajak sovia ngedate romantis gitu tapi kamu kan tau kalau aku gak begitu tau tempat-tempat bagus disini makanya aku mau ketemu kamu nanyain itu"


" Oh tempat bagus buat ngedate, aku ada satu saran sih kak"


" Dimana?"


Ririn kemudian mengambil ponsel david dan mengetik sebuah nama tempat digoogle. Dia kemudian memperlihatkannya pada david.


" Kalau ini gimana kak?"


" Wah bagus juga rin tapi menurut kamu sovia suka gak ya"


" Aku rasa suka sih kak soalnya ini tempat merupakan salah satu tempat paling cocok untuk bawa pasangan kak"


" Yaudah deh kalau gitu, aku bakalan bawa sovia kesini. Semoga dia suka ya"


" Iya kak. Jadi kakak kesini cuma mau nanyain itu aja"


" Iya rin"


" Oh, kakak gak ada bawa coklat atau buah gitu buat aku"


" Enggak ada rin. Kan kamu yang chat tadi gak mau apa-apa "


" Yah....." lirih ririn.


Tak lama tampak galang datang menghampiri mereka. Dia langsung menarik tangan ririn kedalam pelukannya.


" Apa-apaan kamu ha!" seru david yang kesal melihat sepupunya ditarik seperti itu.


" Anda yang apa-apaan! Anda siapa ha berani gangguin pacar saya" sahut galang dengan wajah kesal.


" Galang, kamu dengerin aku dulu" timpal ririn.


" Dengerin apa rin? Kamu kenapa sih ketemuan diam-diam sama cowok lain dibelakang aku"


" Galang" belum selesai ririn bicara galang langsung memotongnya.


" Dan lo, dia ini pacar gue bro mending lo cari cewek lain aja ya. Jangan pernah ganggu cewek gue lagi!" Tegas galang. David tampak tertawa mendengar perkataan galang.


" Haha pacar kamu galak juga ya rin" seru david cekikikan.


" Kenapa ketawa lo? Gak ada yang lucu !" ujar galang dengan wajah seserius mungkin.


" Galang! Dengerin aku dulu, dia itu kakak sepupu aku!" pekik ririn yang membuat galang terkejut sekaligus malu karena sudah marah-marah pada sepupu ririn.


" Kenapa gak bilang dari tadi sih?" Bisik galang pada ririn.


" Ya kamu motong aku bicara terus" sahut ririn ngotot.

__ADS_1


__ADS_2