Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 161


__ADS_3

Didalam mobil wajah sovia terlihat cemberut yang membuat david heran.


" Sov, kamu mau bicara tentang apa?"


" Pikirin aja sendiri" jawabnya jutek.


Sovia kenapa sih? Apa aku buat salah ya ke dia tapi apa ya batin david.


" Sov, kalau kamu gak cerita gimana aku mau tau sebenarnya salah aku apa?"


" Kamu masih nanya salah kamu apa? Dav seharusnya kamu tau sendiri dong kesalahan kamu dimana"


Ya ampun! Gini nih kalau cewek udah marah, gimana caranya aku tau coba salah aku dimana kalau dia gak kasih tau aku. Yaudah deh dari pada makin panjang mending minta maaf aja ke dia batin david.


" Oke sov, aku minta maaf ya kalau aku ada salah ke kamu"


" Minta maaf aja, kamu gak mau jelasin gitu ke aku"


Astaga! Kesalahan aku gak tau apa? Aku udah minta maaf tapi sekarang malah disuruh jelasin. Mau jelasin apa coba? batin david semakin bingung.


" Jelasin apa ya sov?"


" Ya jelasin tentang ini lah" pekik sovia kesal sambil memperlihatkan foto david dan diana bersama disitus web salah satu cafe. David kemudian tersenyum melihat sovia kesal.


" Kamu cemburu ya?" goda david.


" Apaan sih? Siapa juga yang cemburu? Aku cuma butuh penjelasan aja kenapa kamu foto begini sama diana pakai caption keluarga bahagia pula " jelas sovia.


David menjelaskan tentang event yang ada dicafe itu pada sovia yang membuat sovia mengerti.


" Jadi kalian gak ada hubungan apa-apa kan?"


" Ya enggaklah sov, aku kan udah punya kamu sekarang"


Sovia hanya tersenyum mendengar perkataan david.


" Gitu dong senyum, jangan cemberut mulu ntar cantik kamu hilang lagi"


" Gombal kamu"


" Aku serius lho sayang"


" Sayang"


" Iya sayang,kamu kan tunangan aku emang gak boleh ya aku panggil sayang"


" Boleh kok "


" Yaudah kita mau kemana sekarang?"


" Makan aja gimana? Soalnya aku laper"


" Yaudah kamu mau makan dimana?"


" Diresto tempat biasa kita makan"

__ADS_1


" Oke kita otw kesana ya"


Mereka kemudian bergegas menuju restoran yang dimaksud oleh sovia.


Sementara itu reyhan baru saja tiba dikediaman diana. Dia langsung masuk mencari keberadaan diana.


" Rey, kamu udah pulang?" tanya ratmi yang menghampirinya.


" Udah bu, diana mana bu?"


" Diana, dia ada dikamarnya"


" Yaudah reyhan ketempat diana dulu ya bu"


" Iya rey"


Reyhan langsung bergegas menuju kamar diana, ia membuka pintu kamar diana tanpa mengetuk yang membuat diana terkejut.


" Reyhan, kenapa gak ngetuk pintu dulu sih?"


" Aku mau nanya sesuatu sama kamu?"


" Nanya apa?"


" Kamu tadi pergi jemput zahra sama siapa?"


Kalau aku jujur sama reyhan dia pasti bakalan cemburu dan marah gak jelas. Lebih baik aku gak usah bilang aja kalau aku pergi sama kak david tadi batin diana.


" Aku sendiri kok rey, emang kenapa?"


" Serius cuma sendiri aja?"


" Iya rey, emang kenapa sih?"


" Gak apa-apa na, kalau gitu aku ganti baju dulu ya" ujar reyhan yang kemudian pergi menuju kamar tamu.


Reyhan kenapa ya? Kok kayaknya beda. Apa jangan-jangan urusan dikantornya belum selesai ya? Kasihan banget dia, seandainya aja aku bisa nolong batin diana.


Saat memasuki kamar tamu reyhan tampak begitu kesal. Dia meninju lemari yang ada disekitar situ yang membuat tangannya terluka.


" Diana! Kenapa kamu harus bohong sama aku? Kamu sama david ada hubungan apa sebenarnya. Kenapa kamu nutup-nutupin semuanya na?" lirih reyhan begitu kecewa karena diana berbohong padanya. Disatu sisi dia sangat pusing memikirkan pekerjaan kantornya dan disisi lainnya beban pikirannya ditambah karena kebohongan diana.


Dikamarnya diana, ia tampak sedang merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Sovia tiba-tiba menelponnya yang membuat diana heran.


Ada apa ya? Kenapa sovia nelpon? Apa jangan-jangan ada masalah batin diana.


' Halo sov, ada apa?'


' Halo na, lagi apa?'


' Lagi rebahan aja nih sov, kenapa tumben nelpon?'


' Gak boleh nih'


' Haha ya boleh lah'

__ADS_1


' Reyhan mana?'


' Ada dikamarnya, mau bicara sama dia'


' Gak na, emang dia gak marah gitu sama kamu'


' Marah sih enggak, cuma dia kayak agak beda gitu sov. Masa dia tiba-tiba datang langsung nanya aku tadi pergi sama siapa gitu'


' Kamu udah lihat postingan cafe pelangi belum?'


' Postingan apa?'


' Kamu lihat aja dulu, mungkin itu yang buat reyhan jadi begitu'


Diana segera mencari postingan yang dimaksud sovia dan ia sangat terkejut.


Astaga! Pasti reyhan lihat ini tadi. Aduh dia pasti salah paham nih karena aku bohong juga tadi sama dia batin diana.


' Gimana na?'


' Iya aku rasa karena ini deh'


' Iya na, soalnya aku juga hampir salah paham ke david tadi tapi setelah dia jelasin aku ngerti deh. Makanya aku telpon kamu karena aku yakin reyhan juga mungkin salah paham karena postingan itu'


' Yaudah makasih ya udah ngasih tau aku, kalau gitu aku ketempat reyhan dulu ya'


' Iya na. Oh ya, hampir lupa aku. Kapan-kapan kita nongkrong bareng yuk?'


' Iya sov, ntar aku bicarain sama reyhan ya'


' Iya na, kalau gitu aku matiin dulu ya soalnya makanan pesanan aku udah datang'


' Iya sov'


Diana kemudian memutuskan telponnya dan langsung berlari menuju kamar tamu. Diana mencoba membuka pintu kamar reyhan tetapi dikunci dari dalam.


Dia pasti lagi emosi nih, aku harus cari kunci cadangan sekarang batin diana.


Dia tampak pergi mencari kunci cadangan, setelah menemukannya dia segera berlari kembali menuju kamar reyhan. Dia kemudian membuka pintu dan melihat reyhan yang sedang duduk sambil memegang kepalanya diatas ranjang. Diana begitu cemas saat melihat tangan reyhan terluka.


" Rey, kamu kenapa sih?" ujar diana yang segera mencari kotak P3K. Setelah menemukannya dia segera menghampiri reyhan dan mengobati tangan reyhan. Reyhan menatap diana yang terlihat begitu cemas dengan kondisinya.


" Aku gak suka ya rey kalau setiap kamu emosi selalu aja nyakitin diri kamu sendiri gini. Kenapa kamu gak tanya dulu ke aku sih ha? Jangan nyimpulin sendiri begini dong" seru diana.


" Bukannya aku udah tanya tadi tapi kamu malah bohong"


" Rey, maafin aku. Aku gak bermaksud bohong tapi aku takut kalau kamu tau kamu bakalan emosi apalagi kamu juga ada masalah dikantor kan makanya aku gak bilang ke kamu"


Reyhan kemudian memeluk diana dengan begitu erat.


" Aku mau na untuk kedepannya kamu jangan pernah bohong lagi sama aku tentang apapun itu"


" Iya rey, aku janji gak akan bohong lagi dan kamu juga gak boleh lagi nyakitin diri kamu kayak gini lagi ya"


" Tapi kamu ngapain sih sama david disana?"

__ADS_1


Diana menjelaskan semuanya pada reyhan secara detail. Setelah itu reyhan pun mengerti dan tak salah paham lagi.


__ADS_2