Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 74


__ADS_3

Sesampainya di kamar, diana langsung menutup pintu kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk. Dia terus saja membayangkan reyhan.


" Pasti ibu lagi marahin dia nih. Aduh gimana ya? Kalau aku balik kesana nanti yang ada aku juga ikut dimarahin, tapi kan kasihan dia juga kalau dimarahin ibu" guman diana pada dirinya sendiri yang kini mengkhawatirkan reyhan. Disela-sela ke khawatirannya tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki dari luar.


Itu pasti ibu! Mending aku pura-pura tidur aja deh batin diana. Dia lalu menarik selimut dan memejamkan matanya.


Benar saja bahwa ratmi datang mendekati diana. Ratmi masuk dan melihat diana lalu ia membelai lembut rambut putrinya.


" Diana, ibu berharap semoga kamu cepat ingat semuanya nak" ujar ratmi pelan lalu mencium kening putrinya tersebut. Kemudian ia pergi menuju kamarnya. Setelah merasa ratmi tidak ada, diana kemudian membuka matanya.


Ibu, diana juga pengen ingat semuanya bu tapi diana belum bisa bu. Ibu tenang aja diana bakalan berusaha keras agar bisa mengingat semuanya batin diana.


Ketika ingin memejamkan matanya kembali diana terkejut karena ada berbunyi didalam laci dekat tempat tidurnya. Karena penasaran diana segera membuka laci tersebut dan menemukan sebuah ponsel.


Ini ponsel siapa? Ada yang nelpon lagi batin diana. Dia lalu mengangkat telponnya.


' Halo'


' Diana, lama banget sih angkat telpon aku'


Inikan suaranya cowok mesum itu! Pasti ponsel ini punya dia. Ngapain dia nelpon aku? batin diana.


' Cowok mesum, ngapain sih pakai nelpon segala? Kita kan dekat, lagian baru aja ketemu tadi'


' Aku kangen kamu na'


' Ih... Apaan sih? Aku gak kangen tuh sama kamu. Udah ya aku mau tidur'


' Diana, temenin aku dulu dong'


' Manja banget sih kamu'


' Manja sama calon istri kan enggak apa-apa'


' Apa? Calon istri! Siapa yang mau jadi calon istri cowok mesum kayak kamu?'


' Diana, bisa gak sih berhenti sebut aku cowok mesum'


' Enggak bisalah. Julukan itu cocok banget sama kamu, dasar mesum'


' Diana, aku bukan cowok mesum lho!'


' Terus apa kalau bukan cowok mesum. Cowok resek atau brengsek'


' Diana kamu kok kasar banget sih sama aku' ujar reyhan yang langsung memutuskan telponnya.


" Halo... Rey... Haloooo.." seru diana lalu ia menatap layar ponselnya dan ternyata panggilannya sudah diakhiri.


Dasar cowok mesum! Main mati-matiin aja. Apa jangan-jangan aku salah bicara ya? Apa aku kasar banget ya manggil dia seperti itu? Udah ah.. dari pada mikirin dia makin bikin kepala aku pusing lebih baik aku tidur batin diana. Dia langsung memejamkan matanya dan tertidur.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela diana. Diana terlihat masih tertidur di ranjangnya. Dia tampak bermalas-malasan untuk bangkit dari tempat tidurnya. Tiba-tiba pembantunya datang menghampirinya.


" Non diana, ayo bangun"


" Lima menit lagi bik"


" Ayo non bangun, nyonya besar manggil non diana kebawah"


Mendengar perkataan pembantunya diana langsung membuka matanya.


" Ibu nyariin aku bik"


" Iya non"


" Kenapa bik?"


" Mana bibik tau non"


"Yaudah selesai mandi diana kebawah"


" Nyonya besar nyuruhnya sekarang non"


" Tapi kan aku belum mandi bik"


" Gak apa-apa non, non tetap cantik kok walaupun belum mandi"


" Ayo non"


Ketika keluar dari kamarnya, diana berpapasan dengan reyhan yang sudah terlihat rapi dengan setelan jas yang di pakainya. Reyhan tampak tak mengacuhkan diana dan langsung pergi.


Dia kok tumben gak ganggu aku ya batin diana.


" Ayo non"


" Iya bik" sahut diana yang kemudian melangkah menuju ketempat ratmi.


Sesampainya dibawah diana yang melihat ratmi sedang menyiapkan makanan langsung memeluk ratmi dari belakang.


" Ibu, ada apa manggil diana?"


" Kamu baru bangun na"


" Hehe iya bu"


" Diana.. Diana... Masa kamu kalah sama reyhan dan zahra yang sudah bangun bahkan sebelum matahari terbit.


" Maaf bu, diana nyenyak tidurnya makanya telat bangun" balas diana memberikan alasan. Lalu ia menatap reyhan yang terlihat sibuk menyantap roti yang ada dihadapannya dan tidak memperhatikan diana sama sekali.

__ADS_1


Dia kenapa sih? Kok kayaknya beda banget. Seharusnya aku senang dong dia gak gangguin aku tapi kenapa aku malah merasa gak enakan gini ya. Ada apa sih sama aku? Lagian ngapain dia cuekin aku, perasaan dia yang matiin telpon semalam. Apa jangan-jangan karena perkataan aku itu ya batin diana bertanya-tanya.


" Diana, mau sampai kapan meluk ibu begini?" Ujar ratmi yang membuat diana segera melepaskan pelukannya.


" Maaf bu. Oh ya, ibu manggil diana ada apa ya Bu?"


" Ibu cuma mau bilang ibu hari ini keluar sama zahra dan kayaknya agak lama pulangnya karena zahra ada acara disekolahnya jadi ibu minta kamu jangan nekat keluar rumah lagi ya"


" Iya bu, Diana gak akan keluar lagi kok"


" Beneran lho na"


" Iya ibu"


" Yaudah kalau gitu ibu berangkat sekarang sama zahra. Bibik tolong jaga diana jangan biarin dia keluar lagi"


" Siap nyonya"


Zahra telah menyelesaikan makannya lalu ia menyalam diana dan reyhan kemudian pergi berangkat bersama ratmi. Kini dimeja makan hanya ada diana dan reyhan karena pembantunya pergi ke dapur. Diana terus menatap reyhan yang tetap fokus melahap makanannya. Ketika dia ingin minum tampak gelasnya sudah kosong. Diana segera menuangkannya air putih tersebut ke gelas reyhan. Reyhan meminumnya tanpa menatap kearah diana.


Ngeselin banget sih dia! Bukannya terimakasih malah cuekin aku batin diana kesal.


" Kamu kenapa rey? Dari tadi aku perhatiin beda banget" tanya diana karena ia begitu penasaran.


" Gak apa-apa" balas reyhan singkat.


Diana semakin kesal saja mendengar jawaban reyhan yang singkat, padat dan jelas itu. Diana segera berdiri disebelah reyhan dan menarik wajah reyhan menghadap kearahnya.


" Jujur kenapa?" tegas diana.


" Gak apa-apa na"


" Bohong. Biasanya kamu selalu gangguin aku kalau gak pasti merhatiin aku tapi sekarang beda" seru diana yang keceplosan. Diana lalu mengatupkan mulutnya. Reyhan kemudian berdiri dengan posisi yang begitu dekat dengan diana. Lagi-lagi jantung diana berdetak kencang seakan ingin meloncat keluar.


" Aku cuma mau lihat reaksi kamu aja gimana kalau aku cuekin ternyata begini ya, kamu jadi makin imut" bisik reyhan ketelinga diana yang membuatnya kegelian.


" Apaan sih? Aku biasa aja kok"


" Oh ya"


" Iya. Udah sana pergi ke kantor nanti kamu telat lagi"


" Gak ada hadiah nih"


" Hadiah apaan?"


" Ya hadiah sebelum pergi ke kantor lah"


" Emang sebelumnya aku pernah ngasih kamu hadiah apa sebelum pergi ke kantor"

__ADS_1


" Ini" ujar reyhan lalu mencium pipi diana dengan lembut. Diana terkejut akan perlakuan reyhan padanya.


__ADS_2