Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 88


__ADS_3

" Cukup rey! Aku gak mau lagi ya dengerin omongan palsu kamu gitu. Lebih baik kamu pergi sekarang juga dari sini!" Pekik tika yang masih membela ibunya.


" Sadar tika! Mami kamu ini seorang penjahat yang sangat kejam tik! Kamu tau mami kamu ini manusia yang gak punya hati sama sekali. Aku juga ngerasa heran kenapa ada wanita seperti mami kamu ini tik" belum selesai reyhan menjelaskan tika langsung memotongnya.


" Cukup rey! Cukup! Seharusnya kamu yang sadar, kamu itu udah keterlaluan banget ya rey. Mami aku bukan seperti apa yang kamu bilang rey dan aku yakin itu. Aku percaya seratus persen sama mami!" Seru tika yang juga tersulut emosi tak terima ibunya terus disalahkan oleh reyhan.


Beberapa menit kemudian anggota kepolisian datang kerumah maya. Hal itu membuat maya terkejut serta ketakutan karena reyhan tak hanya mengancam dirinya tetapi juga melakukan apa yang dikatakannya.


Polisi itu kemudian langsung menuju ibunya tika ingin memborgol tangannya tetapi tika menghadangnya.


" Kalian mau apa ha!" ujar tika sambil berusaha melindungi ibunya.


" Maaf nona kami harus menangkap ibu maya atas tindakan yang telah dia lakukan. Dia sudah melakukan penculikan terhadap zahra anak dari nona diana astuti selain itu dia juga telah melakukan pembunuhan berencana terhadap nona diana astuti" jelas salah satu anggota kepolisian.


" Enggak! Kalian pasti salah orang, mami gak mungkin lakuin semua itu" bantah tika yang masih melindungi ibunya. Kemudian dia menghadap kearah ibunya yang tampak gemetar dan diam saja.


" Mami, ayo ngomong ke mereka kalau mami gak salah. Jangan diam begini mi kalau mami diam mami akan terlihat bersalah mi" ucap tika pada maminya.


" Mami... Mami... Mami gak salah sayang. Mami berani bersumpah sama kamu mami gak salah" jawab maya terbata-bata.


" Udahlah mi, gak usah ngelak lagi lebih baik mami nyerahin diri sekarang juga. Bukti-bukti yang kami dapat udah cukup buat mami masuk kedalam penjara jadi mami gak usah berkilah lagi mi" tegas reyhan. Kemudian salah satu polisi memegangi tika karena berusaha menghalangi tugas mereka.


Tika terus meronta-ronta melepaskan diri dan berkata kalau ibunya tidak bersalah tetapi itu tak berguna karena polisi telah memborgol tangannya maya. Maya juga tampak berusaha membela dirinya walaupun ia bersalah. Dia tidak pernah menyangka bahwa reyhan sangat pintar dalam membuka semua kedoknya.


Polisi kemudian membawa maya menuju ke penjara sementara tika menangis karena tak terima dengan hal tersebut.


" Reyhan! Lepasin mami aku. Kalian semua jahat!" Pekik tika penuh emosi. Arsen kemudian mendekati tika yang masih tersulut emosi. Tika memandangi lebam yang ada disekujur tubuh arsen.


" Tika, kamu harus dengerin aku dulu. Aku tau kamu sayang banget sama mami tapi mami memang bersalah tik" ujar arsen mencoba menenangkan tika.


" Diam kamu! Dan kalian semua aku gak akan lepasin kalian semudah itu! Ingat aku bakalan balas apa yang kalian lakuin sama mami aku" tegas tika. Tiba-tiba salah seorang pengawal membawa mata-mata yang mereka tangkap kehadapan tika dan kebetulan tika juga mengenal mata-mata tersebut.


" Pak santo" ucap tika.


" Tika, aku sama sekali gak bohong sama kamu. Kalau kamu gak percaya dengan semua yang aku katakan tadi kamu bisa tanyakan sama laki-laki ini. Dia yang mengatakan semua kebenarannya tik" jelas reyhan.


Santo kemudian menjelaskan semuanya pada tika yang membuat tika terduduk lemas. Dia begitu tak menyangka ternyata ibunya yang selama ini dia percaya dan dia anggap baik itu merupakan seorang wanita jahat dan selalu membohongi dirinya.

__ADS_1


Mami, kenapa mami ngelakuin semua ini? Padahal tika selalu percaya mami tapi kenapa mami melakukan hal sekejam ini pada keluarga diana dan tika juga batin tika begitu kecewa dengan apa yang telah dilakukan ibunya.


Karin kemudian duduk disebelah tika dan tika langsung memeluknya.


" Mama, kenapa mami sekejam itu sama tika mi? Padahal dia ibu kandung tika tapi kenapa dia berbuat hal sekejam itu sama tika mi" ujar tika sambil memeluk karin dan meneteskan air matanya.


Dia merasa begitu malu dan bersalah pada banyak orang akibat ulah ibunya. Karin pun berusaha menenangkan tika.


Sovia yang melihat arsen yang sejak tadi tidak henti-hentinya menatap kearah tika. Hal membuatnya merasa sakit kembali dalam hatinya, tetapi dia berusaha untuk tetap tegar seakan tak terjadi apa-apa pada dirinya.


Arsen kemudian mendekati tika dan memegang kedua tangan tika.


" Tik, aku sayang banget sama kamu dan asal kamu tau aku nolak permintaan mami itu karena aku gak bisa biarin papa kenapa-kenapa tik" ujar arsen.


" Maksud kamu?"


Arsen kemudian menjelaskan semua yang terjadi pada tika. Mendengar penjelasan arsen membuat tika merasa begitu malu akan apa yang telah dilakukannya pada arsen. Setelah menjelaskan semuanya arsen kemudian berniat ingin langsung melamar tika yang membuat dia terkejut.


" Tika, aku sayang banget sama kamu. Aku gak mau ada salah paham lagi diantara kita. Aku mau kamu jadi istri aku tik" kata-kata yang diucapkan arsen membuat sovia yang berada disitu hanya bisa melihat walau sebenarnya dalam hatinya begitu sakit.


Aku gak pantas buat kamu ar, aku gak pantas batin tika.


" Tapi kenapa tik? Bukannya aku udah jelasin semuanya sama kamu tik"


" Aku gak bisa arsen. Aku mohon kamu ngertiin aku"


Maafin aku arsen, sebenarnya aku senang banget kamu ngelamar aku tapi waktunya gak tepat ar. Ada wanita yang lebih pantas disisi kamu dibandingkan aku ar batin tika. Tika sebenarnya telah mengetahui bahwa bahwa sovia begitu mencintai arsen.


Dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi karena harus menghancurkan perasaan seseorang. Dia tau bahwa arsen menyukainya hanya karena obsesi tetapi dalam hati arsen sebenarnya ia sangat peduli pada sovia.


Arsen begitu kecewa dengan jawaban yang diberikan tika. Dia kemudian pergi keluar dan sovia mengikutinya karena tak ingin terjadi hal buruk pada arsen.


Setelah kepergian arsen, reyhan kemudian mendekati tika.


" Kenapa kamu nolak arsen tik?"


" Sovia lebih pantas sama dia rey"

__ADS_1


Jawaban tika membuat reyhan terkejut karena yang selama ini mengetahui sovia suka pada arsen hanya dirinya.


" Kamu tau darimana?"


" Sebenarnya beberapa hari disaat aku menerima cinta arsen aku udah mulai menyelidiki kedekatan mereka rey, aku tau ada yang beda dari sovia ketika dia ngelihat aku sama arsen bareng. Tadinya aku hanya berpikiran begitu tapi saat kamu bilang begini rey aku jadi tau kalau keputusan aku gak salah" jelas tika.


" Rey, aku minta maaf atas semua kesalahan mami aku sama kamu dan juga diana ya. Aku tau kesalahan itu mungkin sangat sulit untuk dimaafkan tapi aku tetap harus minta maaf atas semua perbuatan mami aku" sambung tika lagi.


" Kamu gak salah tik dan aku harap kamu gak akan masuk kejalan yang salah seperti mami kamu"


" Aku janji akan jadi wanita yang lebih baik lagi rey. Sekarang kita sahabatan lagi kan"


" Aku selalu nganggap kamu seperti saudara perempuan aku tik" seru reyhan kemudian dia memeluk tika.


Pelukan tersebut merupakan tempat ternyaman yang tika rasakan saat ini. Dia sebelumnya tak pernah diperlakukan seperti ini oleh reyhan. Dia merasa sangat senang karena begitu banyak yang mempedulikan dirinya walaupun ia dulu banyak melakukan kesalahan.


Reyhan segera pergi bersama beberapa pengawal dan berpamitan pada tika. Seperti biasa reyhan tak pernah mempedulikan karin walaupun reyhan sudah sering dinasehati oleh ratmi. Karin memahami perlakuan putranya tersebut. Hatinya begitu sakit karena selalu di abaikan tetapi dia hanya bisa menerima hal itu.


" Tika, kamu ikut mama aja kerumah ya"


" Enggak ma, tika disini aja. Tika kan besok mau keluar negeri"


" Kamu mau ngapain kesana sayang? Lebih baik kamu disini aja ya"


" Ma, keputusan tika udah bulat ma. Kalau tika tetap disini arsen gak akan pernah lepasin tika ma jadi tika lebih baik pergi dari sini"


" Tika, kamu memang anak yang sangat baik nak. Mama bangga sama kamu"


" Makasih ma, mama mau gak temanin tika tidur disini"


" Iya sayang. Mama bakalan temanin kamu"


Dilain sisi sovia terus mengejar arsen yang berjalan tak tentu arah kemana tujuannya.


" Arsen, berhenti! Lo mau kemana sih?"


" Ngapain lo ngikutin gue sov? Gue lagi pengen sendiri sekarang"

__ADS_1


" Arsen lo tau gak sih kalau selama ini gue sayang sama lo" ujar sovia yang keceplosan karena merasa kesal. Hal itu membuat arsen menghentikan langkahnya.


__ADS_2