
Tak lama diana akhirnya menemukan jas yang cocok untuk reyhan. Diana langsung memberikan jas pilihannya tersebut pada reyhan.
" Kalau yang ini bagaimana?" ujar diana.
" Lumayan. Sini biar aku cobain dulu" balas reyhan yang langsung mengambil jas yang dipilihkan diana dan mencobanya diruang ganti.
" Dasar manja" lirih diana pelan.
Tika pun keluar dari ruangan ganti, matanya terus mencari dimana keberadaan reyhan. Tika segera menghampiri diana yang sedang duduk disofa.
" Calon suami aku dimana?" Tanya tika dengan gaya angkuhnya.
" Lagi ganti baju" balas diana singkat dan sibuk memainkan ponselnya.
Merasa tidak diacuhkan oleh diana, tika pun mengambil ponsel diana yang membuat diana kesal.
" Kamu ngapain sih?" Pekik diana kesal.
" Diana, kamu itu cuma dokter pribadi reyhan jadi hormat dikit dong ke aku. Aku kan bentar lagi jadi nyonya reyhan jadi aku gak suka ya kalau diacuhin gitu" jelas tika yang semakin membuat diana kesal. Diana pun mengambil paksa ponselnya yang ada di tangan tika.
" Kamu dengerin aku ya! Aku gak peduli siapapun kamu dan tolong jangan ganggu aku lagi" balas diana.
Ketika reyhan keluar, tika pun langsung menarik tangan diana seakan habis menampar nya. Diana kaget dengan apa yang dilakukan oleh tika. Tika memegangi pipinya dan merengek pada reyhan.
" Sayang, kamu liat ulah dokter pribadi kamu ini. Masa aku nanya baik-baik dia malahan nampar aku "
Dasar cewek gak tau diri, dia kira aku gak tau apa kalau dia yang narik tangan diana buat nampar dia, tapi aku harus pura-pura gak tau aja sekarang. Maafin aku na ini semua demi kamu batin reyhan.
" Apa? Coba sini aku lihat" balas reyhan yang memperhatikan pipi tika dan meniupnya. Tika terlihat begitu senang atas perlakuan reyhan padanya.
Ya ampun, seneng banget sih kalau reyhan perhatian gini ke aku. Apalagi kalau aku udah nikah sama dia pasti perhatiannya lebih lagi ke aku batin tika bahagia.
" Aku gak ada nampar kamu ya, itu fitnah tau" bantah diana yang terlihat begitu kesal.
" Kamu mau bantah apa lagi sih na, udah jelas-jelas bukti ada didepan mata gini" balas reyhan.
Karena merasa tak bisa mengawal emosinya diana memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Dia berjalan sambil terus menggerutu kesal. Diana pun tak sengaja bertabrakan dengan seseorang wanita paruh baya dengan gaya mewah. Diana segera meminta maaf kepada wanita tersebut.
" Maaf buk, saya gak sengaja" ujar diana sambil mengambil barang-barang wanita paruh baya tersebut yang terjatuh dilantai.
__ADS_1
" Lain kali jalan pakai mata dong jangan main tabrak orang sembarangan" balas wanita tersebut mengambil barang-barangnya yang ada ditangan diana.
" Mami" panggil tika yang tiba-tiba datang bersama reyhan.
Ternyata ibu dan anak pantesan sifatnya sama batin diana.
" Tika sayang, kamu apa kabar? Mentang-mentang mau jadi menantu Bu Karin jadi jarang ngabarin mami".
" Tika baik-baik aja kok mi. Maaf jarang kasih kabar ke mami soalnya mami sibuk keluar negeri terus sih"
" Ya kamu kan tau sayang mami harus mengerjakan banya pekerjaan diluar negeri. Mami dengar dari karin kalau kalau kalian segera menikah makanya mami langsung pulang kemari"
" Iya mi, beberapa hari lagi reyhan dan tika bakalan nikah mi. Maaf tika juga lupa buat kasih tau mami"
" Gak apa-apa sayang. Mami tau kamu pasti seneng banget sekarang kan"
Mami tika pun melihat kearah reyhan yang langsung menyalam mami tika.
" Rey, kamu harus jaga baik-baik lho anak mami. Mami paling gak suka kalau anak mami sampai sedih"
" Iya mi, pasti reyhan bakalan jaga tika dengan sepenuh hati"
Ponsel reyhan pun berdering dan reyhan izin pada tika dan maminya untuk pergi mengangkat telpon. Diana pun juga pergi keluar untuk meredam kekesalannya.
Sementara itu reyhan pergi ketempat yang lumayan jauh dari tika dan maminya.
' Halo dit, ada laporan apa?'
' Pak bos saya telah menemukan tempat zahra disekap dan sekarang kami sedang menuju kesana pak bos. Mata-mata kita mengatakan bahwa di tempat zahra disekap sangat dijaga ketat oleh penculik tersebut pak bos, sangat beruntung bagi kita karena salah seorang mata-mata kita bisa menyelinap juga kesana sebagai penjaga'
' Baiklah secepatnya kalian amankan zahra karena saya sudah muak dengan semua kepalsuan ini. Saya juga akan menyusul kesana secepatnya kirimkan alamat pada saya'
' Siap pak bos saya akan share lokasinya pada pak bos'
' Ingat! Kalian harus hati-hati saya tidak ingin zahra terluka walaupun sedikit. Saya ingin zahra dalam kondisi aman dan bawa penculiknya kehadapan saya'
' Siap pak bos'
' Oh ya, saya juga mencurigai maminya tika. Tolong kamu selidiki dia juga'
__ADS_1
' Baik pak bos'
' Kalau begitu saya tutup dulu telponnya'
Reyhan pun memutuskan panggilan dan kembali ketempat tika dan maminya. Reyhan mencari keberadaan diana tetapi ia tak menemukannya disekitar situ.
Diana kemana ya? Batin reyhan bertanya-tanya.
" Kamu cari apa sayang?" tanya tika.
" Gak ada sayang. Kita pulang aja sekarang yuk soalnya aku pengen istirahat. Kamu kan tau aku baru pulang dari rumah sakit"
" Aduh gimana ya sayang, mami mau kita nemanin dia shoping dulu"
" Kalau kamu aja yang nemanin gimana? Soalnya aku udah capek banget nih"
" Yaudah, tunggu bentar aku bilang mami"
" Aku ikut aja ya"
" Yaudah"
Tika dan reyhan pun menghampiri maminya yan sedang melihat-lihat gaun.
" Mi, kalau shopping nya diganti lain hari aja gimana soalnya reyhan kan harus istirahat mi. Dia baru pulang dari rumah sakit tadi"
" Hmm.. yaudah gak apa-apa deh"
" Tika sayang gimana kalau kamu nemanin mami aja? kan gak enak mami baru datang dan harus kamu tinggal. Biar aku pulang sama supir aja ya"
" Tapi Rey?"
" Kamu kan bakalan selalu sama aku nanti setelah pernikahan kita jadi sekarang lebih baik kamu habisin waktu sama mami kamu dulu ya. Mami kan jarang banget pulang sayang"
" Yaudah deh. Yuk aku antar keluar"
" Gak usah aku bisa sendiri kok. Mami reyhan izin pulang ya" balas reyhan sambil mencium punggung tangan mami tika lalu pergi. Ketika keluar reyhan melihat diana yang terduduk diam dikursi. Reyhan segera menarik tangan diana kedalam mobil dan menyuruh sopir segera bergegas kerumah.
"Rey, kamu apa-apaan sih?" Pekik diana kesal sambil melepaskan genggaman reyhan. Reyhan pun mendekatkan wajahnya pada diana yang membuat diana terkejut.
__ADS_1