Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 16


__ADS_3

Diana terus saja memeriksa dan menemukan foto seorang wanita memeluk galang.


Astaga! Pasti ini nih yang buat ririn begitu. Lagian ni cewek siapa sih, kenapa meluk-meluk galang begini dan kenapa galang juga gak nolak ya batin diana penasaran.


Ketika dia hendak keluar ruangan tiba-tiba saja jason terbangun dan memanggilnya.


" Nana bawel"


" Apaan sih jason? Panggil diana aja, gak usah panggil gitu" sahut diana yang terlihat kesal.


" Suka-suka aku dong, kamu mau kemana sih? Baru aja aku lihat disini udah mau keluar aja"


" Aku ada urusan jason, nanti aku balik lagi ya"


" Gak boleh na, sekarang aku mau kamu temanin aku disini"


" Tapi jason aku harus keluar sekarang karena ini penting banget"


" Emang ada apa sih?"


" Ini urusan pribadi jadi kamu gak perlu tau"


" Yaudah kalau gak mau kasih tau aku gak akan izinin kamu keluar"


" Jason, kamu ni lama-lama buat aku" diana kemudian menarik napas dalam dan mencoba meredam kekesalannya.


Sabar diana... Sabar... Kamu cuma perlu ngerawat jason sampai sembuh doang jadi harus sabar batin diana.


" Buat kamu apa na?"


" Gak ada, yaudah aku temenin kamu disini " sahut diana dengan wajah jengkelnya lalu duduk kembali disofa.


" Ngapain jauh-jauh sih na duduknya, sini pindah dekat aku"


" Aku lebih nyaman disini aja jason, lagian dari sini aku juga bisa pantau keadaan kamu kan"


Diana kayaknya emang bukan cewek yang gampang didapatin deh, aku harus ekstra sabar buat dapatin dia. Reyhan itu gak pantas buat dia, cowok yang modal tampang doang. Lagian dibandingkan reyhan kan gantengan aku batin jason.


" Na, aku harus nih. Ambilin minum ya"


Diana kemudian mengambil segelas air putih dan memberikannya pada jason.


" Na, duduk disini aja ya. Ada yang mau aku omongin"


" Mau ngomong apa?"


" Kenapa kamu nikah sama reyhan?"


" Ngapain kamu nanya begitu"


" Ya aku pengen tau aja"


" Kalau aku gak mau cerita gimana?"

__ADS_1


" Ya itu hak kamu sih tapi aku penasaran banget kenapa kamu mau sama dia? Padahal aku baca artikel di internet tentang dia itu banyak yang gak baik tau. Bahkan di internet sekarang juga tersebar kabar tentang kedatangan istri pertama reyhan dan kamu disebut-sebut sebagai perusak rumah tangga mereka"


Beritanya bahkan sudah masuk internet, pasti akan banyak wartawan yang nunggu didepan rumah nih. Kenapa masalah ini harus sampai seperti ini sih batin diana.


" Nana, kenapa diam?"


" Aku gak apa-apa, terserah kamu aja mau pikir aku bagaimana jason. Aku tau setiap orang pasti hanya memandang satu sisi saja tanpa mengetahui sisi lainnya makanya berkata seperti itu tapi aku gak apa-apa kok karena reyhan selalu ada jadi penguat aku dan dia juga sumber semangat aku" jelas diana.


Wah... Cewek ini benar-benar luar biasa banget sabarnya. Kayaknya dia beneran cinta mati sama si reyhan itu. Cewek begini nih susah dicari jaman sekarang, sekalinya ada malah udah jadi istri orang batin jason.


" Ngapain kamu natap aku gitu banget?" Tanya diana merasa tidak senang melihat tatapan jason padanya.


" Gak apa-apa, aku kagum aja sama kamu. Padahal si reyhan udah nyakitin kamu tapi kamu masih bisa maafin dia semudah itu"


Mudah! Asal ngomong aja ni anak. Dia gak tau aja kalau sampai sekarang aku gak bisa tenang karena masalah itu tapi kalau aku ngikutin ego aku pasti aku sama reyhan udah pisah sekarang. Aku gak mau itu karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan ini semua juga demi zahra yang sangat menyayangi reyhan batin diana.


" Kenapa diam na?"


" Gak apa-apa"


" Oh ya, aku masih penasaran kamu mau ngapain sih izin keluar"


Astaga aku sampai lupa sama ririn batin diana.


" Jason, ini darurat banget aku harus keluar sekarang ya. Aku cuma sebentar doang kok" ujar diana yang langsung saja pergi keluar tanpa mendengar jawaban jason.


" Mau kemana sih dia? Buru-buru banget kayaknya" lirih jason pelan lalu ia memanggil salah seorang pengawal masuk kedalam.


" Iya tuan "


" Siap tuan" sahut pengawal tersebut segera mengikuti diana dari belakang. Diana berlari secepat mungkin keruangan ririn dan ketika dia membuka pintu dia begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia segera menutup pintu.


Ririn kemudian menjauh dari galang, wajahnya masih terlihat kesal dan juga malu.


" Masuk aja na" seru ririn.


Diana kemudian masuk dan menutup pintu kembali.


" Maaf ya, aku gak sengaja masuk tanpa ngetuk tadi"


" Gak apa-apa kok ma" jawab ririn yang mencoba bersikap santai.


Diana kemudian mendekati galang dan memperlihatkan foto yang ditemukannya di memori card ponsel ririn. Dia begitu terkejut melihat foto tersebut.


" Kenapa foto ini bisa ada dikamu na?"bisik galang.


" Aku nemuin ini di memori card ponsel ririn, mungkin dia marah karena ini" sahut diana " Emang cewek ini siapa kamu?"


" Dia cuma sahabat aku aja na, kita juga udah kenal lama kok"


" Oh gitu, aku rasa dia salah paham deh. Kamu coba jelasin aja baik-baik sama dia"


Melihat diana dan galang saling berbisik membuat ririn merasa penasaran sekaligus kesal.

__ADS_1


" Kalian ngomong apaan sih?" Pekik ririn kesal.


" Gak ada kok rin, aku balik keruangan jason dulu ya soalnya gak enak ninggalin dia sendiri. Kalian lanjut ngobrol aja" jawab diana lalu segera keluar dari ruangan.


" Kamu ngomong apa sama Diana ha! Kenapa pakai bisik-bisik segala?"


" Kamu marah karena ini kan" ujar galang memperlihatkan foto yang membuat ririn kesal. Dia hendak mengambil ponsel galan dan rasanya ingin membantingnya tetapi galang segera mencegahnya.


" Sini ponsel kamu! "


" Sayang, kamu dengerin aku dulu. Jangan marah-marah begini dong, kamu dapat foto ini dari mana?"


" Ada yang ngirimnya ke aku dan itu nomor baru. Aku yakin yang ngirim ini pasti cewek itu kan, dia pasti sengaja mamerin kemesraan kalian sama aku " jawab ririn kesal.


" Astaga! Sayang, dia gak mungkin begitu"


" Kenapa kamu malah belain dia sih? Apa jangan-jangan kalian beneran ada hubungan"


" Kamu jangan asal tuduh begitu dong. Aku sama dia itu cuma sahabat dari kecil bahkan kami udah kayak saudara aja sayang"


" Saudara apaan foto mesra begitu"


" Sayang, ocha udah biasa begini dari kecil sama aku jadi kamu gak usah cemburuan gitu dong"


" Aku gak peduli siapapun dia ya lang, aku tau mungkin dia sama kamu dekat dari kecil tapi setidaknya kamu bisa hargai perasaan aku dong. Aku mabar sama teman game aku aja kamu marah-marah gak jelas juga kan tapi kamu malah peluk-pelukan begitu. Kalau aku juga peluk-pelukan sama teman aku dari kecil gimana?"


" Kok kamu jadi ngomong gitu sih rin, dia itu udah kayak saudara aku sendiri lho masa iya kamu bandingin sama temen game kamu"


" Bodo! Aku kesal sama kamu lang. Jangan ganggu aku sekarang! Aku gak mau bicara sama kamu lagi" pekik ririn lalu meninggalkan galang.


Galang segera mengejarnya dan ketika ririn memasuki ruangan jason. Galang tampak dihentikan oleh pengawal jason.


" Maaf dokter, selain dokter yang disarankan oleh tuan herman tidak ada yang boleh masuk kesini"


" Tapi saya ada perlu sama pacar saya"


" Maaf tuan tidak bisa, silahkan tuan pergi saja"


" Saya mau bicara sama pacar saya! Saya gak peduli tentang tuan jason kalian itu. Minggir!" tegas galang.


Sementara didalam diana dan jason menatap ririn yang sedang duduk diam disofa. Seorang pengawal tampak masuk kedalam.


" Ada ribut apa diluar?" tanya jason.


" Ada seorang dokter datang tuan, dia bilang ingin bertemu pacarnya"


" Pacar? Siapa?"


" Sepertinya dokter ririn"


" Saya gak mau ketemu dia, usir dia aja" timpal ririn.


" Rin, kamu kenapa sih? Masih belum kelar juga masalahny"

__ADS_1


" Udah deh na, aku lagi malas bahas dia. Bahas yang lain aja ya"


Jason kemudian menyuruh pengawalnya untuk keluar dan menghalangi galang masuk. Hal itu membuat galang terpancing emosi hingga terjadi duel antara dirinya dan pengawal jason.


__ADS_2