Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 142


__ADS_3

🌹🌹Author mohon maaf ya jika updatenya sekarang tidak beraturan dikarenakan kesibukan author didunia nyata, dan terimakasih banyak buat semua pembaca setia author 🌹🌹


Galang kemudian terbangun dan melihat ririn masih tertidur. Dia kemudian memegang tangan ririn.


Seharusnya dia udah bangun sekarang tapi kayaknya tidurnya masih pulas batin galang. Dia menatap ririn dari jarak dekat yang membuat ririn menjadi deg-degan.


Ya Ampun! Galang kenapa harus sedekat ini sih batin ririn. Galang heran melihat pipi ririn yang memerah. Dia kemudian memeriksa kondisi ririn karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Ririn yang tak tahan lagi kemudian membuka matanya dan menutup wajahnya dengan bantal.


" Rin, kamu udah sadar?"


" Udah lang, kamu ngapain disini sih? Ini kan udah malam, ntar orang mikir aneh-aneh lagi"


" Ya karena aku khawatir lah sama kamu rin, lagian mereka pasti ngerti lah kamu kan juga lagi sakit"


" Aku udah baik-baik aja kok lang, lebih baik kamu balik aja ketenda kamu"


Saat galang hendak pergi ternyata sedang hujan lebat diluar. Dia kemudian bimbang antara pergi atau tidak. Ketika ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba ririn memanggilnya.


" Tunggu galang!" seru ririn yang masih menutup wajahnya dengan bantal.


" Ada apa rin?"


" Diluar masih hujan, lebih baik kamu tinggal disini aja dulu sampai hujannya reda"


" Bukannya kamu yang nyuruh aku keluar ya"


" Ya tadikan aku gak tau kalau diluar lagi hujan lang" jawab ririn tak mau disalahkan. Galang segera kembali kedekat ririn. Ririn kemudian memeriksa tasnya dan mengambil sebuah selimut lalu melemparkannya pada galang.


" Untuk apa ni?"


" Aku tau sekarang lagi dingin dan kamu juga cuma pakai baju lengan pendek gitu pasti dingin kan. Pakai aja selimut itu biar anget" jelas ririn.


" Oh... Makasih ya"


" Hmm"


Ririn kemudian tidur kembali membelakangi galang. Dia kini tak tau harus merasa senang atau tidak. Disatu sisi dia senang karena bisa bersama dengan orang yang ia suka tetapi disisi lain dia juga merasa tak nyaman karena dia dan galang tidak memiliki hubungan apapun. Kalau orang-orang tau mereka satu tenda bisa-bisa panjang urusannya.


Ririn berusaha memejamkan matanya tetapi tidak bisa karena suara gemuruh yang begitu kuat. Dia beberapa kali menutup telinganya karena takut. Galang kemudian menyodorkan tangannya pada ririn.


" Ngapain kamu lang?"


" Pegang tangan aku rin"


" Untuk apa?"

__ADS_1


" Pegang aja dulu"


" Gak mau ih! Kamu mau macam-macam ya, awas aja kalau berani aku bakalan teriak" tegas ririn menolaknya.


Galang kemudian mengambil tangan ririn dan menggenggamnya.


" Galang lepasin!"


" Udah jangan berisik, tidur aja"


" Aku gak bisa tidur, gemuruhnya kuat-kuat banget"


" Coba aja dulu"


Ririn kemudian menutup matanya perlahan dan saat ia mendengar gemuruh ia menggenggam tangan galang dengan erat. Saat memegang tangan galang ririn merasa begitu nyaman. Hingga akhirnya mereka sama-sama tertidur.


Ririn yang tidurnya selalu bergerak-gerak membuatnya jatuh kebawah dan menindih galang tetapi ia masih tetap tertidur pulas sambil memeluk galang.


Galang kemudian membuka matanya dan mencoba memindahkan ririn tetapi ririn terlihat begitu nyaman berada dipelukan galang yang membuat galang tak tega. Dia kemudian menatap wajah ririn yang sedang tertidur pulas. Melihat ririn yang tertidur membuat galang tersenyum sendiri dan ia kemudian juga tertidur.


***


Keesokan harinya ririn terlihat terbangun dari tidurnya. Dia begitu terkejut karena mendapati dirinya berada dipelukan galang.


Aduh! Kenapa aku tidur disini sih? batin ririn. Dia bergerak perlahan untuk bangun. Lalu ia segera keluar untuk menghirup udara segar. Tak lama kemudian galang juga keluar dari tenda tersebut.


" Nyenyak kok" jawab ririn santai membelakangi galang karena ia merasa begitu malu telah jatuh kebawah dan memeluk galang saat tertidur.


" Bagus deh kalau gitu, yaudah sekarang kita lihat kondisi pasien yuk habis itu siap-siap"


" Siap-siap kemana?"


" Balik kerumah sakit lah"


" Lah kita kan belum seminggu disini masa iya mau balik"


" Ya mau gimana lagi, ini perintah dari atasan jadi kita harus nurut"


" Pasien disini gimana?"


" Disini kan banyak dokter dan perawat dari rumah sakit lain juga rin, lagian bakalan ada yang gantiin kita disini kok"


" Tapi aku belum mau pulang"


Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampiri bersama dengan seorang pria yang kira-kira sesusia ririn.


" Dek ririn" panggil wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


" Ibu, kok udah jalan-jalan aja buk. Bukannya ibu saya suruh banyak-banyak istirahat ya"


" Saya denger kamu mau pulang nanti makanya saya segera kemari"


" Memangnya ada apa ya bu?"


" Ini nak, perkenalkan dia anak ibu namanya geo, dia baru datang dari kota"


Ririn dan geo pun saling berkenalan dan berjabatan tangan. Ntah mengapa hal itu membuat galang menjadi kesal tetapi ia menahannya dan hanya tersenyum manis.


" Nak ririn, maksud ibu kemari ingin melamar kamu jadi menantu ibu nak" ujar wanita paruh baya itu yang membuat ririn terkejut.


" Kok tiba-tiba gini ya Bu?"


" Iya, kamu kan selama ini yang merawat ibu dengan baik nak dan ibu juga merasa kamu itu cocok untuk menjadi menantu ibu"


" Tapi kan bu, saya dan geo bahkan baru mengenal satu sama lain bu. Kami juga tidak memiliki perasaan apapun bu"


" Nak, perasaan akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Ibu yakin kamu akan menyukai putra ibu nak. Kalian bisa berbincang-bincang berdua untuk saling mengenal"


Wanita paruh baya itu kemudian menarik tangan galang.


" Pak dokter, ayo ikut saya. Biarkan mereka mengobrol berdua"


Sebenarnya berat hati galang meninggalkan ririn dan pria tersebut tetapi wanita paruh baya itu terus memaksanya. Setelah wanita paruh baya dan galang pergi, ririn dan geo duduk disekitar situ.


" Maafin ibu aku ya"


" Maaf kenapa?"


" Dia gak seharusnya bilang begitu ke kamu, kamu tenang aja nanti aku akan bilang baik-baik sama ibu kalau kamu gak bisa jadi menantunya"


" Ibu kamu orang yang baik banget tau, aku senang bisa kenal sama dia tapi kalau untuk menikah aku bahkan belum memikirkannya sampai sekarang"


" Apa kamu sudah memiliki seseorang?"


" Belum sih, tapi aku memiliki seseorang dihati aku. Kamu sendiri gimana?"


" Sebenarnya aku memiliki seorang pacar tapi ibu tidak merestui kami karena dia sangat menginginkan kamu jadi menantunya"


" Ya Ampun! Terus bagaimana?"


" Aku akan tetap membujuk ibu agar bisa menerima hubungan kami"


" Kamu tenang aja aku akan membantu kamu bicara sama ibu" jelas ririn sambil memegang bahu geo. Dari kejauhan ternyata galang memperhatikan mereka tetapi dia tidak dapat mendengar percakapan mereka.


Katanya dia suka sama aku tapi kenapa baru kenal dengan sigeo itu dia jadi begitu akrab batin galang. Dia semakin kesal saja melihat ririn dan geo tertawa bersama dan saling bertukar nomor ponsel.

__ADS_1


__ADS_2