Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 152


__ADS_3

Tika menatap arsen dan vira bergantian lalu ia tersenyum yang membuat arsen dan vira heran.


" Mama, arsen. Selamat ya" ujar tika yang membuat arsen dan ibunya bingung.


" Selamat untuk apa sayang?" tanya arsen penasaran.


" Selamat karena sebentar lagi mama akan jadi nenek dan kamu akan jadi ayah sayang" ujar tika yang terlihat begitu bahagia hingga ia meneteskan air mata begitupun arsen dan vira.


" Kamu hamil tika" seru vira.


" Iya ma, ini" sahut tika memperlihatkan hasil testpack miliknya. Setelah melihat itu arsen terlihat begitu bahagia hingga ia menggendong tika.


" Aku sebentar lagi akan jadi ayah!" Teriak arsen yang begitu bahagia. Tika kemudian turun dari gendongan arsen karena dia merasa begitu malu dihadapan mertuanya.


" Selamat ya sayang, kalian berdua sebentar lagi akan jadi ayah dan ibu"


" Iya ma, makasih ya ma" sahut tika dengan wajah berseri-seri.


Dilain sisi karin tampak baru saja tiba dikediaman diana. Dia masuk kedalam rumah dengan perasaan campur aduk. Ratmi tampak menyambutnya dengan hangat.


" Karin, akhirnya kamu main kesini juga. Kamu udah lama banget lho gak kesini"


" Iya rat, maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk banget. Oh ya, reyhan mana?"


" Dia ada diatas rin " seru ratmi lalu ia memanggil zahra" zahra sayang, panggil bunda dan ayah kebawah ya. Bilang Oma karin datang"


" Iya Oma" jawab zahra lalu segera pergi memanggil reyhan dan diana.


Dikamar reyhan terlihat masih dalam perasaan bimbang karena sejujurnya dia belum bisa memaafkan ibunya tetapi jika dia terus saja seperti itu maka pernikahannya dengan diana tidak akan terlaksana.


" Ayah, bunda"


Wajah reyhan yang terlihat tegang berubah seketika saat melihat zahra. Dia langsung menggendong zahra.


" Ada apa sayang?"


" Oma bilang ayah sama bunda disuruh kebawah"


" Sekarang"


Zahra menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga kemudian turun kebawah bersama-sama. Melihat kedatangan karin dibawah membuat langkah kaki reyhan terasa berat untuk turun kebawah tetapi dia tetap melangkahkan kakinya saat melihat kearah diana.


Mereka pun duduk diruang tamu. Suasana terasa hening dan sepi. Dia memberi kode pada reyhan untuk membuka pembicaraan tetapi reyhan terlihat enggan.


" Rey, sebenarnya ada apa kamu manggil mama kemari nak?"


" Itu.. hmm... Reyhan mau minta maaf sama mama atas sikap reyhan selama ini" ujar reyhan dengan cepat. Diana terlihat senang karena walaupun reyhan dengan keterpaksaan mengucapkannya. Setidaknya itu bisa membantu membuat perasaan karin sedikit lega.


" Kenapa kamu yang minta maaf nak? Seharusnya mama yang minta maaf karena mama yang bersalah disini nak" sahut karin.


" Ma, reyhan seharusnya ngerti posisi mama saat itu. Seharusnya rey tau kalau mama juga terpaksa saat itu demi reyhan ma. Bukannya memberikan kebahagiaan untuk mama, reyhan malah buat mama semakin sedih karena sikap reyhan" jelas reyhan. Karin terlihat mendekati putranya lalu memeluknya.

__ADS_1


" Mama ngerti sayang. Seandainya mama diposisi kamu mama pasti akan melakukan hal yang sama nak"


Sementara itu ririn dan galang yang kini kembali bekerja dirumah sakit tampak masih merahasiakan hubungan mereka karena ririn tak ingin fans-fans galang menyerbunya.


Saat jam istirahat galang secara diam-diam mendatangi ririn diruangannya. Galang langsung mengunci pintu ruangan ririn setelah masuk kedalam lalu ia segera menghampiri ririn.


" Selamat siang my bunny"


" Bunny? "


" Iya artinya selamat pagi sayang ku"


" Oh gitu, ada apa kemari lang?"


" Kamu nih ya gak ada romantis-romantisnya jadi pacar, panggil aku sayang kek atau panggilan lain gitu"


" Emang kamu mau dipanggil apa Galang?"


" Ya terserah kamu yang penting panggilannya beda sama yang lain sayang"


Ririn berpikir sejenak lalu ia menatap galang sambil tersenyum.


" Oke aku bakalan panggil kamu tiger aja gimana?"


" Kok tiger sih sayang"


" Kan kamu bilang terserah aku, kebetulan aku suka sama harimau makanya aku panggil kamu tiger "


Ririn terlihat bahagia saat galang merasa kesal. Dia sangat menyukai wajah kesal galang karena saat galang kesal menurut ririn dia terlihat lebih tampan.


Ririn kemudian berdiri dan melingkarkan tangannya pada leher galang.


" Sayang, kamu tau gak kalau kamu lagi kesal itu wajah kamu jadi makin ganteng"


" Kamu bisa aja ya buat aku kesel terus bahagia"


" Iya dong, aku kan pacar kamu"


" Oh ya, kapan hubungan kita bakalan di-publish sayang? Aku capek tau terus diganggu sama cewek-cewek disini"


" Hmm.. aku juga maunya secepatnya sayang tapi kamu tau kan kalau kita publish sekarang bisa-bisa aku diburu sama fans-fans kamu. Kamu kan tau fans kamu banyak banget, mereka pasti gak akan terima dokter ganteng ini jadi pacar ririn siceroboh" jelas ririn.


" Tapi mau sampai kapan sayang? Aku gak mungkin kan harus sembunyi-sembunyi terus mau ketemu kamu sayang. Aku juga pengen keluar bareng kamu dan pegang tangan kamu didepan umum kan"


" Ya aku juga mau sayang tapi aku terlalu gak berani buat hadepin fans kamu sayang" seru ririn.


Galang kemudian mencium kening ririn dengan lembut.


" Yaudah kalau emang gak bisa sekarang, aku bakalan nunggu kamu sampai siap"


" Makasih ya sayang, kamu udah ngertiin aku"

__ADS_1


Wajah mereka berdua semakin dekat, ketika kedua bibir mereka hendak bersatu tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan ririn yang membuat ririn dan galang terkejut sekaligus panik.


" Itu siapa?" Lirih galang pelan.


" Aku juga gak tau"


" Terus gimana dong?"


" Kamu sembunyi dulu lah"


" Sembunyi dimana?"


Ririn tampak berpikir sejenak lalu melihat kebawah mejanya. Galang segera bersembunyi dibawah meja kerja ririn dan ririn membukakan pintu.


" Rin, kenapa sih akhir-akhir ini lo sering ngurung diri diruangan? Mending sekarang ikut kita makan keluar yuk"


" Aduh gimana ya? Bukannya mau nolak nih tapi kerjaan gue masih banyak. Lain kali aja gimana?"


" Ayolah rin, dari pada lo ngurung diri sendiri aja disini mending ikut kita. Disana nanti juga ada cowok-cowok ganteng lho jadi kita bisa cari pasangan juga. Biasanya lo kan selalu ikut rin"


Mampus gue! Galang pasti bakalan marah nih batin ririn.


" Gak usah deh, lain kali aja ya"


" Yaudah deh kalau lo nolak mulu. Oh ya, gue tadi ngasih nomer lo ke sepupu gue lho jangan lupa balas chat dia ya soalnya sepupu gue kayaknya naksir sama lo. Dia orangnya baik, ganteng dan pokoknya segalanya deh. Gue yakin lo pasti suka deh sama dia"


Mati gue! Kalau ni cewek gak secepatnya pergi bisa-bisa galang bakalan bunuh gue disini batin ririn.


" Oh gitu, iya ntar gue balas ya. Kalau gitu gue lanjut kerja dulu ya bye" ujar ririn menutup pintu ruangannya lalu menguncinya.


Dia segera menghampiri galang yang terlihat begitu kesal dibawah meja.


" Sayang" ujar ririn sambil tersenyum tipis.


" Sini ponsel kamu"


" Buat apa?"


Galang menatap ririn tajam yang membuat ririn segera memberikan ponselnya. Galang begitu kesal saat melihat asrama putra dalam WhatsApp milik ririn. Ririn terlihat gugup dan ketakutan.


" Jadi ini alasan kamu gak mau publish hubungan kita karena cowok-cowok ini ha!"


" Bukan gitu sayang, alasan aku kamu kan tau sendiri karena aku gak mau fans-fans kamu nyerang aku" sahut ririn.


" Pokoknya mulai hari ini ponsel kamu aku yang pegang"


" Apa? Gak bisa gitu dong sayang kalau keluarga aku nelpon gimana?"


" Kamu bakalan pegang ponsel aku dan bilang aja ponsel kamu jatuh atau gimana makanya kamu tuker nomor"


" Tapi sayang.." belum selesai ririn berbicara, galang menatapnya dengan tajam yang membuat ririn diam.

__ADS_1


__ADS_2