
" Mas, kita harus cepat siap-siap. Ntar dave ngambek lho"
" Iya deh sayang"
" Yaudah mas mandi dulu. Aku mau siapin baju mas dulu "
" Iya sayang, makasih ya"
Hanum kemudian pergi untuk mandi dan irma menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh hanum. Irma yang begitu penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya dengan laptopnya pun pergi kembali menuju ruangan kerja hanum.
Kenapa setiap aku kemari mas hanum seperti cepat-cepat menutup laptopnya ya? Jadi penasaran apa isinya batin irma.
Dia kemudian membuka laptop tersebut dan harus memasukkan beberapa kata sandi.
Sandinya apa ya? batin irma yang berusaha berpikir keras. Dia kemudian mencoba tanggal lahir putranya tetapi tidak bisa kemudian dia memasukkan tanggal ulang tahun suaminya dan tetap salah. Akhirnya untuk percobaan terakhir dia memasukkan tanggal pernikahannya dan laptop tersebut pun terbuka.
" Yes, akhirnya kebuka juga" lirih irma pelan sambil melirik sekitar karena ia takut jika ketahuan oleh suaminya. Hanum selalu melarang irma untuk menyentuh laptop tersebut yang membuat irma semakin terdorong ingin mengetahui apa isi laptop tersebut. Dia kemudian membuka beberapa file tapi tak menemukan apapun selain foto-foto almarhum adiknya hanum, foto dirinya dan anaknya beserta hanum.
" Kalau isinya cuma ini aja kenapa aku gak boleh buka ya?" lirih irma pelan. Ketika ia ingin menutup laptop tersebut dia penasaran dengan file yang diberi nama hancurkan. Irma segera membukanya dan folder tersebut diberi kata sandi.
"Astaga lagi-lagi kata sandi!" Decih irma kesal. Dia kemudian memasukkan tanggal pernikahannya tetapi salah. Dia kemudian mencoba tanggal lahir almarhum adiknya hanum dan file itu terbuka.
Irma terlihat girang saat file itu terbuka. Dia menemukan foto beberapa orang yang tidak dikenalnya. Irma begitu gemetar saat melihat beberapa foto yang berlumuran darah.
Mas hanum ngapain sih nyimpan foto-foto kayak gini, seram banget. Aku yakin ini pasti musuh-musuh mas hanum batin irma. Dia kemudian terkejut saat membuka salah satu folder dan melihat seseorang yang ia kenali.
" Reyhan" cetus irma. Ketika ia ingin membuka lebih lanjut ia mendengar bahwa suaminya telah selesai mandi. Irma segera menutup semua file dan mematikan laptop suaminya tersebut. Dengan gerakan kilat dia segera kembali kekamar.
" Sayang, kamu ngapain diruang kerja aku?"
" Itu mas, aku tadi nyariin kuncir rambut aku disana tapi gak ketemu. Kamu bisa bantu aku cari gak mas soalnya itu kuncir rambut kesayangan aku mas" dalih irma membuat alasan.
" Emang bentuknya gimana?"
Irma kemudian menjelaskannya pada hanum. Saat melihat kebawah tempat tidur hanum melihat kuncir yang dimaksud oleh irma.
" Yang ini bukan?"
" Iya mas. ya ampun, akhirnya ketemu juga" ujar irma sambil mengambil kunciran tersebut " Yaudah kalau gitu aku mandi dulu ya mas?"
" Iya sayang"
__ADS_1
Irma segera menyambar handuk dan masuk kedalam kamar mandi. Dia masih kepikiran tentang foto reyhan yang berada di laptop hanum.
Kenapa mas hanum nyimpan foto reyhan? Aku kira mas hanum gak kenal dia tapi sepertinya aku salah. Dan kenapa fotonya terletak difile mengerikan itu? Ada sesuatu yang gak beres sepertinya. Aku harus selidiki ini nih batin irma. Saat sedang asyik mandi dibawah shower tiba-tiba saja irma mendengar pintu kamar mandinya terbuka. Spontan tika langsung mengambil handuk disebelahnya lalu menutupi tubuhnya.
" Siapa!" Pekik irma dengan botol shampo ditangannya " Mas hanum, kenapa bikin kaget sih? Aku kan lagi mandi kenapa gak ketuk pintu dulu"
" Aku cuma mau ngambil jam yang ketinggalan aja kok"
" Ngambil jam atau emang sengaja mau masuk"
" Kedua-duanya lah, lagian kamu kebiasaan banget sih gak ngunci kamar mandi. Beruntung sekarang aku yang masuk kalau orang lain gimana?"
" Ya maaf mas, habisnya aku tadi mau buru-buru kan mas tau aku lelet banget orangnya"
" Aku sama dave siap nungguin kamu selama apapun kok sayang jadi lain kali jangan diulangi lagi ya"
" Iya mas"
" Kamu udah siap mandi nih"
" Udah mas"
" Kenapa?"
" Gak apa-apa. Yaudah yuk cepat siap-siap "
" Iya mas"
Mereka kemudian keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap.
" Mas aku mau pakai baju kok dilihatin mulu sih"
" Ya gak apa-apa dong, kamu kan istri aku jadi aku sah-sah aja dong mau lihat kamu kapan pun itu. Lagian aku juga udah lihat kamu gak pakai apapun kan" irma dengan cepat menutup mulut hanum.
" Mas, jangan ngomong keras-keras dong kalau orang denger gimana?" Seru irma dan hanum pun menganggukkan kepalanya. Irma kemudian kembali memakai pakaian.
Dilain sisi reyhan terlihat menatap diana dengan tajam.
" Ada apa Rey?"
" Kenapa kamu segampang itu sih ngasih tiket surprise aku buat irma?"
__ADS_1
" Dari pada tiketnya gak kepakek mendingan kasih kedia kan sayang. Oh ya, kamu udah lihat anaknya irma belum sayang. Dia super cute dan manis banget lho"
" Kamu mau juga, bisa diatur kok sayang"
" Kamu mulai deh rey, aku serius lho
" Ya mana aku taulah anaknya dia gimana sayang? Aku aja belum ketemu sama anaknya"
" Oh iya juga ya, kamu tenang aja ntar dia bakalan kesini kok ngambil tiket itu bareng sama suami dan anaknya. Nanti kalian juga bisa kenalan dan akrab kan kayak aku sama irma"
Tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa makanan ditangannya.
" Maaf mengganggu waktunya tuan, nona. Ini waktunya nona untuk makan dan minum obat"
" Iya letakin aja disitu ya" jawab diana. Pelayan tersebut kemudian meletakkannya diatas nakas. Dia kemudian meminta reyhan untuk mengambil obat yang dibawa pelayan tersebut.
" Kenapa na?"
Diana terlihat memperhatikan obat tersebut dengan seksama.
Ini bukan obat yang biasa aku minum kan. Kenapa pelayan itu mengganti obatnya dengan obat keras ini ya batin diana.
" Sayang kenapa?"
" Rey, ini kayaknya bukan obat yang biasa aku minum"
" Maksud kamu apa sayang?"
" Iya rey, aku tau banget obat yang biasa aku minum. Kamu kan juga tau aku dokter, obat ini sangat keras rey jika aku tadi meminumnya itu bisa berbahaya buat nyawa aku" jelas diana.
" Apa? "
Reyhan terlihat begitu emosi dan menyuruh pengawalnya untuk menangkap semua pelayan yang ia tugaskan untuk menjaga diana. Pelayan - pelayan tersebut tampak bersimpuh dihadapan reyhan dan diana dengan gemetar dan ketakutan.
" Rey, jangan marah-marah dulu dong. Mungkin mereka salah ambil obat aja"
" Ini pasti sengaja na, pasti ada yang mau nyelakain kamu sayang. Aku udah yakin dia pasti bakalan nyakitin orang disekitar aku "
" Maksud kamu apa rey? Dia siapa?"
" Nanti aku jelasin na, sekarang aku harus memberikan hukuman dulu untuk kaki tangan orang tersebut" tegas reyhan " Kalian mau mengaku sendiri atau aku yang akan memakai cara paksa untuk membuka mulut kalian ha!"
__ADS_1