Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 75


__ADS_3

Dilain sisi ocha tampak memiliki mood yang sangat aneh hari ini. Entah mengapa dirinya saat ini ingin selalu didekat jason padahal biasanya setiap didekat jason dia merasa begitu kesal.


" Jason, kamu temenin aku keluar yuk" ajak ocha.


" Ngapain? mager ah. Kalau mau kamu aja sendiri sana kalau gak minta temenin supir aja"


" Jason, aku maunya sama kamu. Pokoknya kamu harus nemenin aku keluar sekarang"


" Kenapa aku harus nurut sama kamu ha? manja banget tau gak"


" Jason! pokoknya aku mau kamu sekarang juga nemanin aku keluar! aku gak mau ada penolakan" tegas ocha lantang.


" Ngapain sih kamu pakai teriak-teriak segala cha? aku males keluar sekarang. Ntar aja deh"


" Aku maunya sekarang jason, Cepetan!"


Ya ampun! ribet banget sih ni cewek. Pengen rasanya gue geplak sekeras mungkin biar dia diam. Kalau mama sama papa denger rengekan ni anak bisa-bisa gue yang dimarahin nanti batin jason.


" Yaudah kita keluar, tapi ingat ya cuma bentaran doang"


" Oke" jawab ocha yang terlihat begitu senang. Jason tampak memandangi ocha menurutnya begitu aneh hari ini. Dia begitu was-was dengan perkataan pembantunya tentang kehamilan ocha.


Apa jangan-jangan ni cewek beneran hamil ya soalnya dari tadi permintaan dia aneh-aneh banget gak kayak biasanya. Dia juga biasanya kalau gue tolak pasti bakalan diam dan gak maksa kayak tadi kan. Satu-satunya cara gue harus bawa dia kedokter nih dari pada gue penasaran begini kan lebih baik gue bawa kedokter terus suruh periksa deh batin jason.


Diperjalanan jason mengendarai mobil sepertinya sangat hati-hati dan tidak ugal-ugalan seperti biasanya. Hal itu membuat ocha heran.


" Jason, kenapa kamu tumben nih bawa mobil pelan begini? biasanya juga bawanya ugal-ugalan kan kayak setan"


" Sembarangan kamu ya, aku emang bawa mobil santai kok lagian kamu mau kemana sih"


" Oh ya, kapan kamu bakalan ganti ponsel aku yang kamu rusakin?"


Masih ingat aja dia masalah ponsel itu pikir jason sebal.


" Jason, kenapa diam? jangan pura-pura gak ingat kamu ya, kamu harus ganti ponsel aku"


" Iya... iya aku ingat kok. Cuma ponsel begitu doang"


" Heh! asal kamu tau aku susah payah tau cari uang buat beli ponsel itu pakai keringat aku sendiri, emang kamu apa-apa tinggal minta doang" ejek ocha.

__ADS_1


" Jangan sembarangan ngomong deh cha kalau gak tau apa-apa kamu"


" Emang bener kan perkataan aku, anak kayak kamu pasti mana pernah kerja keras karena semuanya yang kamu mau tinggal kamu minta aja sama papa kamu"


" Cukup ya cha! aku gak seperti yang kamu pikirin itu jadi aku harap kamu jangan sembarangan bicara. Sekarang aku tanya sama kamu, emang ada yang kenal aku ha? semua orang cuma tau pak herman punya anak dan itu cuma kakak aku aja bukan aku cha. Orang-orang juga gak ada yang tau tentang aku kan kecuali keluarga dekat" jelas jason.


Bener juga sih kata jason, dia bahkan sama sekali gak pernah dipublish sama tuan herman. Aku tau dia anak tuan herman aja karena dia dirumah sakit waktu itu batin ocha.


" Yaelah, gak dipublish bukan berarti gak diakui kan. Ya walaupun kamu gak dipublish sama papa tapi kamu pasti juga masih difasilitasi lah sama papa kamu"


" Mungkin dari kecil sampai aku tamat SMP papa yang biayain aku cha tapi setelah itu aku sendiri yang cari biaya hidup aku. Kalau aja gak karena permintaan kakak aku, aku gak bakalan mau balik ke rumah itu "


" Kenapa? "


" Karena dirumah itu gak ada kebahagiaan sama sekali cha. Semuanya palsu, tentang keluarga herman yang hidup rukun dan bahagia. Mereka belum tau aja kehidupan asli keluarga itu"


" Tapi selama aku tinggal dirumah kamu semuanya baik-baik aja kok"


" Ya karena kamu belum lihat aja aslinya, ntar lama-kelamaan kamu juga bakalan tau sendiri kok" jelas jason yang tiba-tiba menghentikan mobilnya di sebuah mall.


" Kok berhenti sih"


" Katanya mau beli ponsel"


" Yaudah kamu duluan ke tokonya ya, aku ke toilet dulu bentar"


" Tokonya dimana?"


" Dilantai 2, pokoknya kamu cari aja j cell ya soalnya itu tempat temen aku"


" Oke"


Mereka kemudian turun dari mobil, ocha segera bergegas ke lantai 2 sementara jason pergi ke kamar mandi. Ocha tampak berjalan-jalan dan mencari keberadaan j cell.


Dari pada bosan nunggu jason, mendingan aku main ke lantai atas dulu kali ya. Disana kan banyak makanan dan wahana permainan batin ocha. Dia kemudian menaiki lift menuju lantai paling atas. Sesampainya ia tampak begitu gembira melihat berbagai wahana permainan dan begitu banyak makanan.


Seketika ia teringat akan adam yang terkadang membawanya kemari untuk bermain jika ia ada waktu kosong.


" Rasanya aneh ya, biasanya aku ditemenin adam kesini dan sekarang aku malah sendirian disini" lirih ocha pelan. Dia kemudian berjalan melihat-lihat wahana permainan dan teringat akan kenangannya bersama adam yang membuatnya tersenyum sendiri.

__ADS_1


" Adam, pokoknya kalau aku menang kamu harus traktir es krim ya"


" Iya sayang, tapi kalau aku yang menang gimana?"


" Kita lihat aja nanti siapa yang menang, kamu jangan curang lho"


" Iya sayang"


" Mulai ya satu.... dua.... tiga.."


Mereka kemudian memasukkan bola basket ke dalam keranjang dengan secepat mungkin untuk mendapatkan skor terbanyak. Skor ocha kini tampak lebih tinggi dari pada adam. Dia memang sengaja karena ocha memang selalu menjadi pemenang dalam hatinya.


" Yeyyy... aku menang" teriak ocha girang.


" Yah aku kalah"


" Sesuai kesepakatan kamu beliin aku es krim kan"


" Iya sayang, kamu mau es krim yang mana?"


" Aku pengen yang disana dam, rasanya enak banget"


" Oke kita beli sekarang ya"


Mereka kemudian berjalan menuju penjual es krim. Adam tak lupa menggandeng ocha dengan erat bahkan sesekali ocha berusaha melepaskan tetapi adam menggenggam tangannya dengan erat. Mereka terlihat begitu bahagia bersama sambil memakan es krim.


" Mbak" panggil seseorang yang membuat ocha tersadar dari lamunannya.


" Iya mas, ada apa ya?" sahutnya.


" Mau pesan es krim rasa apa mbak?"


" Saya gak pengen es krim mas"


" Gak mau beli kenapa berdiri disini mbak"


" Maaf ya mas, saya lagi nunggu seseorang"


Ocha segera pergi dari tempat tersebut dan duduk dibangku sekitar situ.

__ADS_1


Astaga ocha! kamu bayangin apaan sih? kamu harus bisa lupain adam. Kamu gak boleh ingat kenangan dia terus gini dong batinnya. Saat ocha menoleh kearah bioskop yang tak jauh dari sana ia seperti mengenali seseorang. Walaupun mengenakan masker, topi dan kacamata, ocha masih bisa mengenali bahwa pria tersebut adalah adam.


" Adam" lirihnya pelan, lalu ia menatap wanita yang disebelah adam dengan lamat-lamat.


__ADS_2